Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Kesehatan

Skrining Riwayat Kesehatan BPJS, Jadi Kunci Deteksi Dini Penyakit Keluarga

×

Skrining Riwayat Kesehatan BPJS, Jadi Kunci Deteksi Dini Penyakit Keluarga

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAYAPURA ( bisnispapua.com ) – BPJS Kesehatan Kantor Cabang Jayapura terus mendorong peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk memanfaatkan fitur Skrining Riwayat Kesehatan sebagai langkah deteksi dini penyakit kronis. Layanan gratis berbasis digital ini dinilai efektif membantu peserta mengenali potensi risiko penyakit tidak menular sejak awal, sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Example 300x600

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Hernawan Priyastomo, mengatakan skrining riwayat kesehatan merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif BPJS Kesehatan dalam menjaga kualitas hidup peserta JKN. 

“Melalui skrining riwayat kesehatan, peserta bisa mengetahui lebih awal potensi risiko penyakit seperti diabetes, hipertensi, gagal ginjal, maupun jantung. Dengan deteksi dini, penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan terarah di fasilitas kesehatan,” ujar Hernawan dikutip dari rilis, ( 19/1/2026).

Ia menjelaskan, skrining ini dilakukan dengan mengisi kuesioner singkat mengenai kondisi kesehatan pribadi, riwayat penyakit keluarga, serta pola hidup. Skrining dapat diakses kapan saja dan cukup dilakukan secara rutin satu kali dalam setahun. 

“Peserta tidak perlu menunggu sakit. Cukup beberapa menit melalui aplikasi Mobile JKN, website BPJS Kesehatan, atau layanan PANDAWA, hasil skrining langsung bisa diketahui,” tambahnya.

Untuk memudahkan peserta, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Hernawan Priyastomo, menjelaskan bahwa skrining riwayat kesehatan dapat dilakukan dengan mudah melalui berbagai kanal digital yang telah disediakan. Ia menyampaikan bahwa melalui aplikasi Mobile JKN, peserta cukup masuk menggunakan NIK, kemudian memilih menu Skrining Riwayat Kesehatan dan mengisi kuesioner sesuai kondisi kesehatan, hingga hasil skrining langsung ditampilkan di aplikasi.

Selain itu, Hernawan menuturkan bahwa peserta juga dapat melakukan skrining melalui laman webskrining.bpjs-kesehatan.go.id dengan memasukkan NIK atau nomor kartu JKN dan tanggal lahir. Setelah data terverifikasi, peserta diminta mengisi kuesioner secara jujur dan hasil skrining akan muncul serta dapat diunduh.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa skrining juga bisa diakses melalui layanan PANDAWA berbasis WhatsApp. Peserta cukup menghubungi nomor PANDAWA BPJS Kesehatan, memilih menu skrining kesehatan, dan sistem akan mengarahkan ke laman pengisian kuesioner hingga hasil skrining diperoleh.

Hernawan menegaskan, apabila hasil skrining menunjukkan risiko sedang atau tinggi, peserta diimbau segera melakukan pemeriksaan lanjutan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). 

“Skrining ini adalah langkah awal. Dilakukan sekali setahun untuk semua usia. Jika ingin berobat namun belum skrining kesehatan, silahkan bisa melakukan skrining pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) terdaftar,”pungkasnya. 

Manfaat skrining ini turut dirasakan langsung oleh peserta JKN dan keluarganya. Ibu Ludia, istri dari salah seorang peserta JKN yang pernah mengalami serangan jantung dan telah menjalani operasi pemasangan tiga ring jantung, menuturkan bahwa skrining riwayat kesehatan menjadi perhatian utama keluarganya saat ini. 

“Sejak suami saya terkena serangan jantung, kami sekeluarga sangat mengandalkan skrining riwayat kesehatan untuk mendeteksi dini penyakit, terutama yang berpotensi secara genetik seperti jantung,” ungkap Ludia.

Menurutnya, fitur skrining riwayat kesehatan BPJS Kesehatan sangat bermanfaat bagi keluarga dengan riwayat penyakit kronis. Ia juga menyampaikan apresiasi atas perlindungan JKN yang dirasakan keluarganya. 

“Kami sangat berterima kasih kepada BPJS Kesehatan karena seluruh biaya pengobatan suami saya, termasuk operasi tiga ring jantung, ditanggung. Sekarang suami saya rutin kontrol ke dokter, mendapatkan obat jantung dan suntikan insulin karena awal mula penyakit jantungnya dipicu diabetes melitus,” ujarnya. (Rilis /Red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kesehatan

JAYAPURA ( bisnispapua.com) –BPJS Kesehatan terus berkomitmen menghadirkan layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mudah diakses oleh seluruh masyarakat, termasuk di wilayah dengan keterbatasan akses. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Program Layanan di Ujung Negeri (LANURI) yang dirangkaikan dengan Closing Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan mengusung tema “Hadir Lebih Dekat, Melayani Lebih Bermakna” dengan tagline “Mendengar, Menjangkau, dan Melindungi”.  Program LANURI merupakan implementasi optimalisasi layanan Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) dan BPJS Keliling untuk memperluas akses layanan administrasi kepesertaan JKN, khususnya bagi masyarakat di wilayah yang memiliki keterbatasan akses geografis.  Di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, LANURI dilaksanakan secara serentak di lima lokasi, yakni Koperasi Desa Merah Putih Koya Barat di Kota Jayapura melalui layanan VIOLA, Yonif TP-810/BEM di Kabupaten Jayapura melalui layanan BPJS Keliling, Puskesmas Timika Kabupaten Mimika, Puskesmas Arso III Kabupaten Keerom, serta Puskesmas Bagaiserwar Kabupaten Sarmi melalui layanan VIOLA. Masyarakat dapat memanfaatkan berbagai layanan administrasi JKN, mulai dari pendaftaran peserta baru, perubahan data kepesertaan, perubahan FKTP, registrasi Mobile JKN, hingga layanan informasi dan penanganan pengaduan.  Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Erika Verayanti Lumban Gaol, mengatakan bahwa pelaksanaan LANURI merupakan bentuk nyata komitmen BPJS Kesehatan untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses layanan JKN yang mudah, cepat, dan setara.  “Papua memiliki tantangan geografis yang tidak ringan. Karena itu, kami terus menghadirkan inovasi layanan agar masyarakat tidak perlu menempuh perjalanan jauh hanya untuk mengurus administrasi kepesertaan JKN. Melalui LANURI, kami ingin memastikan BPJS Kesehatan hadir lebih dekat dan mampu menjangkau masyarakat hingga ke pelosok,” ujar Erika Menurutnya, layanan VIOLA memungkinkan masyarakat memperoleh layanan administrasi, informasi, maupun penanganan pengaduan secara real time melalui video conference. Pelaksanaan layanan tersebut juga didukung kolaborasi dengan berbagai mitra, salah satunya Koperasi Desa Merah Putih, yang memiliki jaringan hingga tingkat desa dan kecamatan serta didukung akses internet. Sementara itu, BPJS Keliling menjadi layanan jemput bola yang semakin memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan administrasi JKN secara langsung.  Kehadiran LANURI mendapat apresiasi dari masyarakat. Ita Paulina, warga Koya Barat yang merupakan peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), mengaku Program JKN telah memberikan rasa aman bagi dirinya dan keluarga saat membutuhkan pelayanan kesehatan.  “Saya bersyukur menjadi peserta JKN karena biaya berobat sudah ditanggung pemerintah. Dengan adanya LANURI, kami juga bisa lebih mudah berkonsultasi dan mengurus administrasi BPJS Kesehatan tanpa harus datang jauh ke kantor cabang. Petugas memberikan penjelasan yang mudah dipahami sehingga masyarakat semakin mengerti tentang Program JKN,” ungkap Ita.  Secara nasional, Program LANURI dilaksanakan serentak di 558 titik kabupaten/kota yang melibatkan 126 Kantor Cabang BPJS Kesehatan sebagai bagian dari implementasi Quick Wins 100 Hari Direksi BPJS Kesehatan. Program ini menjadi salah satu upaya BPJS Kesehatan untuk memperluas akses layanan melalui kombinasi layanan digital dan jemput bola, sehingga manfaat Program JKN dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.  Menutup kegiatan tersebut, Erika berharap LANURI menjadi langkah awal untuk semakin memperkuat akses layanan JKN di Papua melalui kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan.   “Kami ingin masyarakat merasakan bahwa BPJS Kesehatan selalu hadir, tidak hanya melalui layanan digital, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat. Semangat LANURI adalah mendengar kebutuhan masyarakat, menjangkau hingga wilayah yang sulit diakses, dan memastikan setiap peserta memperoleh perlindungan kesehatan yang optimal melalui Program JKN,” tutup Erika. ( Pr/ Red )