Keterangan gambar : Pimpinan Pegadaian Area Jayapura Asih Subekti ( Foto : Muhammad Kasim ).
JAYAPURA (Bisnis Papua) – PT. Pegadaian Area Jayapura mencatat penyaluran pinjaman (Outstanding Loan/OSL) hingga Juli 2023 sebesar Rp 786 miliar, terdiri dari produk gadai dan non gadai.
Produk gadai menyumbang sekitar 80 persen dari total pinjaman, yaitu sebesar Rp 666 miliar. Pinjaman ini diberikan kepada nasabah yang memberikan agunan berupa emas, kendaraan bermotor, atau barang lainnya.
Pimpinan Pegadaian Area Jayapura Asih Subekti mengatakan, produk gadai merupakan bisnis inti ( core bisnis )dari pegadaian. “Jadi sekitar 80 persen itu outstanding loan kita atau pinjaman yang ada di masyarakat itu kebanyakan dari gadai,” katanya, Senin ( 24/7/2023).
Pegadaian juga telah menyalurkan pinjaman tanpa agunan untuk KUR hingga Juli 2023 sebesar Rp 9,6 miliar kepada masyarakat dengan batas maksimal Rp 10 juta untuk usaha rumah tangga dan usaha kecil. Pinjaman ini diangsur setiap bulan selama maksimal 12 bulan.
Dikatakan Asih, dari sisi target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2023 realiasai penyaluran pinjaman mencapai 99,7% untuk gadai. Pinjaman KUR telah disalurkan sebesar Rp 120 miliar, dengan bunga rendah sekitar 3 persen per tahun.
Pencapaian pinjaman KUR masih rendah, hanya sekitar 84 persen dari target yang ditetapkan oleh kantor wilayah sebesar Rp 142 miliar. Hal ini disebabkan oleh banyaknya penyalur KUR lainnya, seperti bank-bank BUMN dan daerah.
“Dan rata-rata masyarakat rata-rata sudah pernah mengambil KUR. Jadi sebelum ngambil di pegadaian rata-rata mereka sudah mengambil KUR di perbankan dan kelasnya kan sudah naik karena yang duluan menyalurkan ini,” tuturnya.
Asih menyebutkan, hingga saat ini, Pegadaian Area Jayapura memiliki 91.346 nasabah aktif yang masih memiliki pinjaman di pegadaian. Nasabah tersebar di wilayah kerja pegadaian Jayapura, Sentani, Biak, dan Merauke.



















