Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Kesehatan

Sasar Gen Z di Jayapura, BPJS Kesehatan Gelar Goes To Customer

×

Sasar Gen Z di Jayapura, BPJS Kesehatan Gelar Goes To Customer

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAYAPURA ( Bisnis Papua ) – BPJS Kesehatan menggelar kegiatan Goes To Customer sebagai upaya meningkatkan kesadaran Generasi Z (Gen Z) terhadap pentingnya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Selasa (12/12/2023), di Aula SMKN 2 Kota Jayapura, Provinsi Papua.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kawula muda, khususnya Gen Z terhadap pentingnya program JKN serta untuk meningkatkan pengetahuan peserta terhadap prosedur, hak dan kewajiban peserta terhadap program JKN,” tutur Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Deny Jermy Eka Putra Mase.

Example 300x600

Salah satu manfaat dengan mengikuti program ini, peserta mendapat perlindungan perlindungan baik untuk diri sendiri, keluarga maupun orang lain untuk mendapatkan kepastian jaminan kesehatan sehingga diharapkan bisa meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan. Selain itu, peserta juga akan mendapat informasi terkini terkait digitalisasi pelayanan JKN, salah satunya pemanfaatan Aplikasi Mobile JKN.

Turut hadir pada kegiatan, Kepala Bagian Mutu Layanan Kepesertaan, Apriyanto Pontjapu mengatakan bahwa kegiatan Goes To Customer ini merupakan cara jitu di jaman sekarang untuk mengaduksi peserta dan masyarakat umum lainnya tentang program JKN. Mulai dari prosedur pendaftaran, alur pelayanan peserta, hak dan kewajiban peserta JKN.

Apri menyampaikan di era digital ini kemajuan teknologi berkembang sangat pesat. Masyarakat, khususnya Gen Z lebih mudah mendapat segala keperluan hanya melalui gawai mereka. Merespon hal tersebut, Apri menyampaikan bahwa BPJS Kesehatan di tahun 2023 berfokus pada transformasi mutu layanan yang sejalan dengan perkembangan teknologi saat ini.

“Goes To Customer artinya bertatap muka secara langsung. Proses interaksi ini sebagai langkah awal untuk bisa menjawab kebutuhan peserta secara langsung, khususnya bagi Gen Z. Langkah BPJS Kesehatan tersebut telah kita tuangkan sebagai fokus utama organisasi, yaitu Transformasi Mutu Layanan kepada peserta,” ungkap Apri.

Selain itu, Apri juga mengimbau kepada siswa SMKN 4 Kota Jayapura, untuk dapat memanfaatkan fitur yang lengkap pada Aplikasi Mobile JKN. Ia menyampaikan pemanfaatan Aplikasi Mobile JKN bukan hal baru bagi Gen Z, karena aplikasi Mobile JKN tergolong sejenis dengan super apps lainnya, hanya berbeda pada fokus layanannya saja.

Apri menjelaskan kemudahan akses pelayanan administrasi kepesertaan, informasi dan pengaduan telah tersedia melalui banyai kanal layanan, tanpa harus tatap muka. Di antaranya, seperti Aplikasi Mobile JKN, BPJS Kesehatan Care Center 165, pelayanan administrasi melalui Whatsapp (Pandawa) Terintegrasi dengan satu nomor 08118165165, chat Assistant JKN (CHIKA) melalui nomor 08118750400 maupun melalui website BPJS Kesehatan.

“Jadi, jika peserta JKN membutuhkan pelayanan administrasi, tidak perlu lagi datang ke Kantor BPJS Kesehatan. Cukup mengakses kanal-kanal pelayanan yang sudah kami sediakan,” jelas Apri.

Selain itu, salah seorang siswi SMKN 4 Jayapura, Salsabila Azzahra manyampaikan tanggapan atas pemaparan materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, JKN adalah program yang sangat bermanfaat karena dirinya pernah terbantu menggunakan saat berobat ke puskesmas dan rumah sakit.

“Sosialisasi ini sangat bermanfaat sekali, terlebih lagi bagi kami para pelajar yang mungkin masih banyak minim informasi terkait JKN. Walaupun demikian, saya pernah terbantu dengan JKN ketika berobat bersama orang tua saya mulai dari puskesmas sampai dengan rumah sakit,” ujar Salsabila.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kesehatan

JAYAPURA ( bisnispapua.com ) -Setiap anak berhak memperoleh kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Bertepatan dengan Hari Anak Nasional, momentum tersebut menjadi pengingat akan pentingnya menghadirkan layanan kesehatan, edukasi, dan dukungan yang membantu anak mencapai potensi terbaiknya sejak usia dini.  Di balik proses tumbuh kembang anak, terdapat berbagai aspek kesehatan yang perlu diperhatikan sejak usia dini, termasuk pemenuhan gizi dan deteksi terhadap kondisi kesehatan tertentu. Namun, perjalanan tumbuh kembang anak masih menghadapi sejumlah tantangan kesehatan, sebagaimana tercermin dalam Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang mencatat tingkat prevalensi anemia pada anak balita usia 0 – 4 tahun mencapai 23,8 persen.  Melihat pentingnya dukungan terhadap kesehatan anak sejak dini, Bank Mandiri berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) serta berbagai fasilitas kesehatan menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan preventif bagi anak melalui Program Mandiri Bakti Kesehatan Anak. Program ini diselenggarakan di 10 kota pada 23 – 31 Juli 2026 dengan menjangkau sekitar 280 anak di setiap lokasi.  Melalui layanan kesehatan preventif ini, peserta memperoleh pemeriksaan yang mencakup skrining tumbuh kembang, pemeriksaan mata, gigi, dan hematologi sebagai bagian dari upaya deteksi dini kondisi kesehatan anak. Bank Mandiri juga menghadirkan sesi edukasi bagi orang tua melalui konseling gizi dan pola asuh yang diberikan oleh tenaga kesehatan sesuai dengan hasil pemeriksaan.  Regional CEO XII Papua Antonius Budi Setiawan mengatakan, Program Mandiri Bakti Kesehatan Anak merupakan bagian dari komitmen perseroan untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan anak Indonesia sekaligus memperkuat fondasi generasi masa depan yang sehat dan produktif.  “Melalui Program Mandiri Bakti Kesehatan Anak, kami ingin menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat sebagai bagian dari semangat Melayani Sepenuh Hati. Kami berharap inisiatif ini dapat membantu semakin banyak keluarga memperoleh akses terhadap layanan kesehatan dan edukasi yang dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” ujar Budi, dalam keterangan resminya, Kamis (23/7).  Selain memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan, para peserta juga menerima dukungan nutrisi berupa vitamin serta paket pangan bergizi yang terdiri atas susu, telur, dan kacang hijau. Bantuan tersebut diharapkan dapat melengkapi upaya pemenuhan kebutuhan gizi anak sekaligus mendorong penerapan pola hidup sehat di lingkungan keluarga.  Lebih lanjut, Budi menyampaikan bahwa Program Mandiri Bakti Kesehatan Anak merupakan bagian dari rangkaian HUT ke-28 Bank Mandiri. Di tengah kinerja bisnis yang terus bertumbuh secara berkelanjutan, Bank Mandiri terus menjaga keseimbangan antara penciptaan nilai ekonomi dan kontribusi sosial bagi masyarakat.  Bank Mandiri optimistis sinergi yang terbangun melalui berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL)  dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat luas. Langkah ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan program sosial yang relevan, inklusif, dan berdampak positif di berbagai wilayah operasional.  “Kami meyakini bahwa investasi pada kesehatan anak sejak dini merupakan langkah penting untuk membangun generasi yang lebih sehat, berkualitas, dan siap menjadi penggerak kemajuan bangsa,” pungkas Budi. (Pr/Red )

Kesehatan

JAYAPURA ( bisnispapua.com) –BPJS Kesehatan terus berkomitmen menghadirkan layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mudah diakses oleh seluruh masyarakat, termasuk di wilayah dengan keterbatasan akses. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Program Layanan di Ujung Negeri (LANURI) yang dirangkaikan dengan Closing Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan mengusung tema “Hadir Lebih Dekat, Melayani Lebih Bermakna” dengan tagline “Mendengar, Menjangkau, dan Melindungi”.  Program LANURI merupakan implementasi optimalisasi layanan Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) dan BPJS Keliling untuk memperluas akses layanan administrasi kepesertaan JKN, khususnya bagi masyarakat di wilayah yang memiliki keterbatasan akses geografis.  Di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, LANURI dilaksanakan secara serentak di lima lokasi, yakni Koperasi Desa Merah Putih Koya Barat di Kota Jayapura melalui layanan VIOLA, Yonif TP-810/BEM di Kabupaten Jayapura melalui layanan BPJS Keliling, Puskesmas Timika Kabupaten Mimika, Puskesmas Arso III Kabupaten Keerom, serta Puskesmas Bagaiserwar Kabupaten Sarmi melalui layanan VIOLA. Masyarakat dapat memanfaatkan berbagai layanan administrasi JKN, mulai dari pendaftaran peserta baru, perubahan data kepesertaan, perubahan FKTP, registrasi Mobile JKN, hingga layanan informasi dan penanganan pengaduan.  Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Erika Verayanti Lumban Gaol, mengatakan bahwa pelaksanaan LANURI merupakan bentuk nyata komitmen BPJS Kesehatan untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses layanan JKN yang mudah, cepat, dan setara.  “Papua memiliki tantangan geografis yang tidak ringan. Karena itu, kami terus menghadirkan inovasi layanan agar masyarakat tidak perlu menempuh perjalanan jauh hanya untuk mengurus administrasi kepesertaan JKN. Melalui LANURI, kami ingin memastikan BPJS Kesehatan hadir lebih dekat dan mampu menjangkau masyarakat hingga ke pelosok,” ujar Erika Menurutnya, layanan VIOLA memungkinkan masyarakat memperoleh layanan administrasi, informasi, maupun penanganan pengaduan secara real time melalui video conference. Pelaksanaan layanan tersebut juga didukung kolaborasi dengan berbagai mitra, salah satunya Koperasi Desa Merah Putih, yang memiliki jaringan hingga tingkat desa dan kecamatan serta didukung akses internet. Sementara itu, BPJS Keliling menjadi layanan jemput bola yang semakin memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan administrasi JKN secara langsung.  Kehadiran LANURI mendapat apresiasi dari masyarakat. Ita Paulina, warga Koya Barat yang merupakan peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), mengaku Program JKN telah memberikan rasa aman bagi dirinya dan keluarga saat membutuhkan pelayanan kesehatan.  “Saya bersyukur menjadi peserta JKN karena biaya berobat sudah ditanggung pemerintah. Dengan adanya LANURI, kami juga bisa lebih mudah berkonsultasi dan mengurus administrasi BPJS Kesehatan tanpa harus datang jauh ke kantor cabang. Petugas memberikan penjelasan yang mudah dipahami sehingga masyarakat semakin mengerti tentang Program JKN,” ungkap Ita.  Secara nasional, Program LANURI dilaksanakan serentak di 558 titik kabupaten/kota yang melibatkan 126 Kantor Cabang BPJS Kesehatan sebagai bagian dari implementasi Quick Wins 100 Hari Direksi BPJS Kesehatan. Program ini menjadi salah satu upaya BPJS Kesehatan untuk memperluas akses layanan melalui kombinasi layanan digital dan jemput bola, sehingga manfaat Program JKN dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.  Menutup kegiatan tersebut, Erika berharap LANURI menjadi langkah awal untuk semakin memperkuat akses layanan JKN di Papua melalui kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan.   “Kami ingin masyarakat merasakan bahwa BPJS Kesehatan selalu hadir, tidak hanya melalui layanan digital, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat. Semangat LANURI adalah mendengar kebutuhan masyarakat, menjangkau hingga wilayah yang sulit diakses, dan memastikan setiap peserta memperoleh perlindungan kesehatan yang optimal melalui Program JKN,” tutup Erika. ( Pr/ Red )