Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Kesehatan

Quick Wins BPJS Kesehatan Hadirkan Skrining Kesehatan dan Pemantauan Gizi di Jayapura

×

Quick Wins BPJS Kesehatan Hadirkan Skrining Kesehatan dan Pemantauan Gizi di Jayapura

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAYAPURA ( bisnispapua.com )-BPJS Kesehatan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak dalam mendukung pelaksanaan Program Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan yang selaras dengan program prioritas Presiden Republik Indonesia. Melalui kolaborasi bersama lembaga pendidikan, fasilitas kesehatan, dan pemerintah daerah, BPJS Kesehatan menghadirkan berbagai kegiatan promotif dan preventif yang dilaksanakan pada 09–12 Mei 2026 di Kota Jayapura.

Example 300x600

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Erika Verayanti Lumban Gaol mengatakan bahwa Program Quick Wins tersebut merupakan bentuk nyata komitmen BPJS Kesehatan dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya bagi peserta didik dan para petugas yang terlibat dalam program prioritas nasional.

Menurut Erika, terdapat delapan program prioritas dalam Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan, termasuk dua sub program pada klaster Collaborative Prioritas Presiden, yakni Program P-Care Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Program Siswa Sehat Sekolah Rakyat.

“Program ini tidak hanya fokus pada pelayanan kesehatan kuratif, tetapi juga memperkuat aspek promotif dan preventif melalui skrining kesehatan serta pemantauan status gizi. Kami juga sangat mengedepankan kolaborasi lintas sektor agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujar Erika.

Ia menambahkan bahwa pelaksanaan program dilakukan secara bertahap melalui koordinasi bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sekolah penerima MBG, sekolah rakyat, serta fasilitas kesehatan tingkat pertama di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Jayapura.

Salah satu kegiatan yang telah dilaksanakan adalah Program P-Care MBG berupa skrining riwayat kesehatan bagi petugas SPPG Abepura Vim pada Sabtu, 09 Mei 2026. Dalam kegiatan tersebut, BPJS Kesehatan memberikan edukasi mengenai manfaat Program JKN sekaligus mendorong pemanfaatan layanan digital melalui aplikasi Mobile JKN. Selain itu, petugas SPPG juga mengikuti skrining riwayat kesehatan sebagai upaya deteksi dini terhadap kondisi kesehatan mereka.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Abepura Vim, Leonardo Napitupulu juga menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan sosialisasi JKN, registrasi Mobile JKN, dan skrining kesehatan yang diberikan kepada tim SPPG. Menurut Leonardo, kegiatan tersebut sangat membantu para petugas SPPG untuk semakin memahami pentingnya menjaga kondisi kesehatan dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kami menyambut baik kolaborasi bersama BPJS Kesehatan Cabang Jayapura. Selain memberikan edukasi terkait Program JKN dan pemanfaatan Mobile JKN, kegiatan skrining kesehatan ini juga menjadi bentuk perhatian terhadap kesehatan para petugas SPPG yang setiap hari terlibat langsung dalam pelayanan pemenuhan gizi bagi masyarakat,” ujar Leonardo Napitupulu.

Sementara itu, Program P-Care MBG berupa pemantauan status gizi siswa penerima MBG dilaksanakan pada Selasa pagi, 12 Mei 2026 di Sekolah Dasar Swasta Al Ihsan Jayapura. Kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi antara BPJS Kesehatan Cabang Jayapura dengan Puskesmas Kotaraja yang menghadirkan tenaga medis dan tenaga kesehatan untuk melakukan pemeriksaan status gizi siswa.

Pejabat Sementara Kepala Sekolah SD Al-Ihsan, Marham mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut karena dinilai membantu sekolah dalam memantau kondisi kesehatan peserta didik sejak dini.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada BPJS Kesehatan dan Puskesmas Kotaraja atas perhatian yang diberikan kepada siswa kami. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk memastikan tumbuh kembang anak tetap optimal, terutama dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis,” ujar Marham.

Kepala Puskesmas Kotaraja, dr. Hety Kharnilasary mengatakan pihaknya mendukung penuh pelaksanaan program kolaboratif tersebut karena pemantauan status gizi menjadi langkah penting dalam mencegah stunting dan gangguan kesehatan lainnya pada anak usia sekolah.

“Kegiatan ini merupakan bentuk upaya preventif yang sangat baik karena kesehatan anak perlu dipantau secara berkala. Dengan adanya pemeriksaan tinggi badan dan berat badan, kita dapat mengetahui kondisi gizi siswa lebih dini,” jelas dr. Hety.

Selain itu, Program Siswa Sehat Sekolah Rakyat juga dilaksanakan pada Selasa sore, 12 Mei 2026 di Sekolah Rakyat Menengah Atas 29 Jayapura. Dalam kegiatan tersebut, BPJS Kesehatan Cabang Jayapura berkolaborasi dengan Puskesmas Abepura untuk melakukan sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pemantauan status kesehatan, serta skrining riwayat kesehatan kepada siswa, guru, dan ibu asuh.

Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas 29 Jayapura, Yanel Berotabui menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan edukasi penting bagi siswa agar semakin sadar menjaga kesehatan sejak usia sekolah.

“Anak-anak mendapatkan pemahaman langsung tentang pentingnya menjaga pola hidup sehat serta mengetahui kondisi kesehatannya masing-masing. Ini sangat membantu sekolah dalam membangun budaya hidup sehat,” kata Yanel.

Senada dengan itu, Kepala Puskesmas Abepura, dr. Grace J Pangendahen menyebutkan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

“Program seperti ini sangat baik karena melibatkan sekolah, tenaga kesehatan, dan BPJS Kesehatan secara bersama-sama. Pendekatan promotif dan preventif harus terus diperkuat agar masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan,” ujar dr. Grace.

Terakhir, Erika menegaskan bahwa BPJS Kesehatan akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak guna mendukung keberhasilan program prioritas pemerintah di bidang kesehatan.

“Melalui Program Quick Wins ini, kami ingin memastikan bahwa upaya promotif dan preventif dapat semakin dekat dengan masyarakat, khususnya di lingkungan sekolah dan komunitas penerima manfaat program pemerintah. Kami percaya bahwa kolaborasi bersama fasilitas kesehatan, lembaga pendidikan, dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam mewujudkan generasi yang lebih sehat dan berkualitas,” tutup Erika. ( *)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kesehatan

JAYAPURA ( bisnispapua.com) –BPJS Kesehatan terus berkomitmen menghadirkan layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mudah diakses oleh seluruh masyarakat, termasuk di wilayah dengan keterbatasan akses. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Program Layanan di Ujung Negeri (LANURI) yang dirangkaikan dengan Closing Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan mengusung tema “Hadir Lebih Dekat, Melayani Lebih Bermakna” dengan tagline “Mendengar, Menjangkau, dan Melindungi”.  Program LANURI merupakan implementasi optimalisasi layanan Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) dan BPJS Keliling untuk memperluas akses layanan administrasi kepesertaan JKN, khususnya bagi masyarakat di wilayah yang memiliki keterbatasan akses geografis.  Di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, LANURI dilaksanakan secara serentak di lima lokasi, yakni Koperasi Desa Merah Putih Koya Barat di Kota Jayapura melalui layanan VIOLA, Yonif TP-810/BEM di Kabupaten Jayapura melalui layanan BPJS Keliling, Puskesmas Timika Kabupaten Mimika, Puskesmas Arso III Kabupaten Keerom, serta Puskesmas Bagaiserwar Kabupaten Sarmi melalui layanan VIOLA. Masyarakat dapat memanfaatkan berbagai layanan administrasi JKN, mulai dari pendaftaran peserta baru, perubahan data kepesertaan, perubahan FKTP, registrasi Mobile JKN, hingga layanan informasi dan penanganan pengaduan.  Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Erika Verayanti Lumban Gaol, mengatakan bahwa pelaksanaan LANURI merupakan bentuk nyata komitmen BPJS Kesehatan untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses layanan JKN yang mudah, cepat, dan setara.  “Papua memiliki tantangan geografis yang tidak ringan. Karena itu, kami terus menghadirkan inovasi layanan agar masyarakat tidak perlu menempuh perjalanan jauh hanya untuk mengurus administrasi kepesertaan JKN. Melalui LANURI, kami ingin memastikan BPJS Kesehatan hadir lebih dekat dan mampu menjangkau masyarakat hingga ke pelosok,” ujar Erika Menurutnya, layanan VIOLA memungkinkan masyarakat memperoleh layanan administrasi, informasi, maupun penanganan pengaduan secara real time melalui video conference. Pelaksanaan layanan tersebut juga didukung kolaborasi dengan berbagai mitra, salah satunya Koperasi Desa Merah Putih, yang memiliki jaringan hingga tingkat desa dan kecamatan serta didukung akses internet. Sementara itu, BPJS Keliling menjadi layanan jemput bola yang semakin memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan administrasi JKN secara langsung.  Kehadiran LANURI mendapat apresiasi dari masyarakat. Ita Paulina, warga Koya Barat yang merupakan peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), mengaku Program JKN telah memberikan rasa aman bagi dirinya dan keluarga saat membutuhkan pelayanan kesehatan.  “Saya bersyukur menjadi peserta JKN karena biaya berobat sudah ditanggung pemerintah. Dengan adanya LANURI, kami juga bisa lebih mudah berkonsultasi dan mengurus administrasi BPJS Kesehatan tanpa harus datang jauh ke kantor cabang. Petugas memberikan penjelasan yang mudah dipahami sehingga masyarakat semakin mengerti tentang Program JKN,” ungkap Ita.  Secara nasional, Program LANURI dilaksanakan serentak di 558 titik kabupaten/kota yang melibatkan 126 Kantor Cabang BPJS Kesehatan sebagai bagian dari implementasi Quick Wins 100 Hari Direksi BPJS Kesehatan. Program ini menjadi salah satu upaya BPJS Kesehatan untuk memperluas akses layanan melalui kombinasi layanan digital dan jemput bola, sehingga manfaat Program JKN dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.  Menutup kegiatan tersebut, Erika berharap LANURI menjadi langkah awal untuk semakin memperkuat akses layanan JKN di Papua melalui kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan.   “Kami ingin masyarakat merasakan bahwa BPJS Kesehatan selalu hadir, tidak hanya melalui layanan digital, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat. Semangat LANURI adalah mendengar kebutuhan masyarakat, menjangkau hingga wilayah yang sulit diakses, dan memastikan setiap peserta memperoleh perlindungan kesehatan yang optimal melalui Program JKN,” tutup Erika. ( Pr/ Red )