Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Kesehatan

Perjuangan Lina Melawan Kanker Berbuah Manis, Seluruh Biaya Ditanggung BPJS Kesehatan

×

Perjuangan Lina Melawan Kanker Berbuah Manis, Seluruh Biaya Ditanggung BPJS Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Lina Hamudin (44), warga Jayapura peserta BPJS Kesehatan ( Foto : Istimewa )
Lina Hamudin (44), warga Jayapura peserta BPJS Kesehatan ( Foto : Istimewa )
Example 468x60

JAYAPURA ( bisnispapua.com ) – Perjuangan melawan penyakit sering kali tidak hanya menguras tenaga dan emosi, tetapi juga biaya yang besar. Namun, bagi Lina Hamudin (44), warga Jayapura, kehadiran BPJS Kesehatan menjadi angin segar di tengah perjuangannya melawan kanker payudara stadium III. Dalam enam bulan terakhir, ia menjalani rangkaian pengobatan intensif dengan dukungan penuh dari program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). 

Example 300x600

Awal mula Lina mengetahui mengidap kanker, ketika ia menemukan benjolan di bagian kanan tubuhnya. Kekhawatiran mendorongnya memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter menyarankan operasi pertama untuk melakukan biopsi, yaitu pengambilan sampel jaringan guna memastikan diagnosis. Hasilnya menunjukkan adanya tumor payudara, dan dokter menganjurkan untuk melakukan operasi pengangkatan.

“Pasca dokter mendiagnosa tumor payudara, saya merasa sangat lemas dan pasrah terlebih lagi dokter menyarankan untuk dilakukan operasi untuk biopsy dan pengangkatan. Namun, dokter menjelaskan bahwa seluruh proses tersebut ditanggung oleh JKN dan gratis, sehingga saya segera menyetujui tindakan tersebut agar saya bisa lekas sembuh,” ungkap Lina saat diwawancara pada Senin (15/9). 

Pasca operasi pengangkatan, Lina juga mengaku bersyukur karena seluruh biaya perawatan lanjutan juga ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Lina terdaftar sebagai Peserta JKN Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari pemerintah daerah, yang sampai dengan saat ini sudah melakukan lima kali kemoterapi, dan hari ini adalah kemoterapi keenamnya, sekaligus menjadi yang terakhir.

“Saya tidak bisa membayangkan jika tidak terdaftar sebagai peserta JKN, biaya yang saya rogoh untuk proses operasi, obat-obatan, kemoterapi, dan perawatan lanjutan sudah pasti mencapai ratusan juta, dan itu sudah pasti akan menjadi beban bagi keluarga saya,” ungkap Lina. 

Selama proses perawatan, Lina merasakan pelayanan yang sangat mudah dan ramah dari seluruh petugas rumah sakit. Ia menekankan pentingnya memastikan status kepesertaan JKN aktif agar saat berobat mulai dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sampai dengan pelayanan rujukan di rumah sakit tidak terkendala. 

“Cukup menunjukan KTP saat berobat ke puskesmas, lalu petugas melakukan pengecekan status kepesertaan JKN. Setelah dinyatakan aktif, kita langsung mendapatkan tindakan oleh dokter dan obat-obatan. Sedangkan, proses rujukan, prosesnya juga sama, namun yang membedakannya hanya perlu menunjukan rujukan dari puskesmas atau di Aplikasi Mobile JKN juga sudah terdata” ujar Lina. 

Saat melakukan kemoterapi, Lina juga memuji pelayanan petugas rumah sakit di RSUD Jayapura yang sangat ramah dan professional. Menurutnya, petugas tidak hanya melayani pasien sesuai prosedur, namun juga memberikan pelayanan yang ramah karena mampu mengenali pasien rutin yang melakukan perawatan. 

“Saya sangat mengapresiasi petugas RSUD Jayapura yang tidak hanya mengobati, tapi juga menyapa dengan ramah, memberikan semangat, dan membuat kami tersenyum kembali. Pelayanan yang kami dapatkan di luar ekspektasi, karena kami tidak hanya merasa menjadi pasien, namun juga seperti keluarga yang rutin berkunjung,” ucap Lina. 

Menanggapai hal tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Hernawan Priyastomo menyampaikan apresiasi dan semangat kepada seluruh pejuang kemoterapi, khususnya Lina. Ia menuturkan bahwa peran BPJS Kesehatan hadir untuk bisa memberikan manfaat dan harapan bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan akses pelayanan kesehatan. 

“Kami berkomitmen untuk memastikan setiap peserta JKN mendapat pelayanan yang mudah ,cepat, dan setara. BPJS Kesehatan hadir untuk memberikan jaminan pada masyarakat agar dapat mengakses layanan kesehatan. Pengalaman Ibu Lina menjadi bukti bahwa program JKN mampu meringankan beban masyarakat, termasuk mereka yang sedang menghadapi penyakit serius dan berkelanjutan,” tegas Hernawan.

Lebih lanjut, Hernawan menjelaskan bahwa apabila pelayanan kemoterapi tidak menggunakan layanan program JKN, maka dapat memakan biaya hingga Rp11,000,000. Selain itu, hernawan juga menjelaskan bahwa pelayanan tingkat lanjut selain kemoterapi, seperti operasi maupun CT Scan juga bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan selama sesuai indikasi medis,

“Risiko terjangkit penyakit dapat menimpa siapapun dan kapan saja. Oleh karena itu, diperlukan jaminan kesehatan sebagai perlindungan bagi setiap orang, seperti yang dialami oleh Lina. Mari segera daftarkan diri menjadi peserta JKN apabila belum terdaftar, atau memastikan status kepesertaan JKN anda tetap aktif,” tutup Hernawan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kesehatan

JAYAPURA ( bisnispapua.com) –BPJS Kesehatan terus berkomitmen menghadirkan layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mudah diakses oleh seluruh masyarakat, termasuk di wilayah dengan keterbatasan akses. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Program Layanan di Ujung Negeri (LANURI) yang dirangkaikan dengan Closing Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan mengusung tema “Hadir Lebih Dekat, Melayani Lebih Bermakna” dengan tagline “Mendengar, Menjangkau, dan Melindungi”.  Program LANURI merupakan implementasi optimalisasi layanan Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) dan BPJS Keliling untuk memperluas akses layanan administrasi kepesertaan JKN, khususnya bagi masyarakat di wilayah yang memiliki keterbatasan akses geografis.  Di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, LANURI dilaksanakan secara serentak di lima lokasi, yakni Koperasi Desa Merah Putih Koya Barat di Kota Jayapura melalui layanan VIOLA, Yonif TP-810/BEM di Kabupaten Jayapura melalui layanan BPJS Keliling, Puskesmas Timika Kabupaten Mimika, Puskesmas Arso III Kabupaten Keerom, serta Puskesmas Bagaiserwar Kabupaten Sarmi melalui layanan VIOLA. Masyarakat dapat memanfaatkan berbagai layanan administrasi JKN, mulai dari pendaftaran peserta baru, perubahan data kepesertaan, perubahan FKTP, registrasi Mobile JKN, hingga layanan informasi dan penanganan pengaduan.  Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Erika Verayanti Lumban Gaol, mengatakan bahwa pelaksanaan LANURI merupakan bentuk nyata komitmen BPJS Kesehatan untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses layanan JKN yang mudah, cepat, dan setara.  “Papua memiliki tantangan geografis yang tidak ringan. Karena itu, kami terus menghadirkan inovasi layanan agar masyarakat tidak perlu menempuh perjalanan jauh hanya untuk mengurus administrasi kepesertaan JKN. Melalui LANURI, kami ingin memastikan BPJS Kesehatan hadir lebih dekat dan mampu menjangkau masyarakat hingga ke pelosok,” ujar Erika Menurutnya, layanan VIOLA memungkinkan masyarakat memperoleh layanan administrasi, informasi, maupun penanganan pengaduan secara real time melalui video conference. Pelaksanaan layanan tersebut juga didukung kolaborasi dengan berbagai mitra, salah satunya Koperasi Desa Merah Putih, yang memiliki jaringan hingga tingkat desa dan kecamatan serta didukung akses internet. Sementara itu, BPJS Keliling menjadi layanan jemput bola yang semakin memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan administrasi JKN secara langsung.  Kehadiran LANURI mendapat apresiasi dari masyarakat. Ita Paulina, warga Koya Barat yang merupakan peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), mengaku Program JKN telah memberikan rasa aman bagi dirinya dan keluarga saat membutuhkan pelayanan kesehatan.  “Saya bersyukur menjadi peserta JKN karena biaya berobat sudah ditanggung pemerintah. Dengan adanya LANURI, kami juga bisa lebih mudah berkonsultasi dan mengurus administrasi BPJS Kesehatan tanpa harus datang jauh ke kantor cabang. Petugas memberikan penjelasan yang mudah dipahami sehingga masyarakat semakin mengerti tentang Program JKN,” ungkap Ita.  Secara nasional, Program LANURI dilaksanakan serentak di 558 titik kabupaten/kota yang melibatkan 126 Kantor Cabang BPJS Kesehatan sebagai bagian dari implementasi Quick Wins 100 Hari Direksi BPJS Kesehatan. Program ini menjadi salah satu upaya BPJS Kesehatan untuk memperluas akses layanan melalui kombinasi layanan digital dan jemput bola, sehingga manfaat Program JKN dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.  Menutup kegiatan tersebut, Erika berharap LANURI menjadi langkah awal untuk semakin memperkuat akses layanan JKN di Papua melalui kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan.   “Kami ingin masyarakat merasakan bahwa BPJS Kesehatan selalu hadir, tidak hanya melalui layanan digital, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat. Semangat LANURI adalah mendengar kebutuhan masyarakat, menjangkau hingga wilayah yang sulit diakses, dan memastikan setiap peserta memperoleh perlindungan kesehatan yang optimal melalui Program JKN,” tutup Erika. ( Pr/ Red )