Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Kesehatan

Layanan JKN Jadi Mudah, Wihelmina : Berobat Cukup Tunjukkan KTP

×

Layanan JKN Jadi Mudah, Wihelmina : Berobat Cukup Tunjukkan KTP

Sebarkan artikel ini
Wehelmina sedang berobat dan membagikan pengalamannya sebagai peserta JKN. ( Foto : Istimewa )
Wehelmina sedang berobat dan membagikan pengalamannya sebagai peserta JKN. ( Foto : Istimewa )
Example 468x60

JAYAPURA ( bisnispapua.com ) – Komitmen BPJS Kesehatan dalam mewujudkan pelayanan yang mudah, cepat dan setara, terus menghasilkan respon positif dari masyarakat, salah satunya dari mereka yang telah menjadi peserta JKN sejak lama, Wehelmina Kbarek, warga Jayapura yang secara konsisten memanfaatkan layanan kesehatan dengan mengandalkan JKN. 

Saat ditemui di Puskesmas Hamadi, Selasa (10/11), Wehelmina sedang berobat dan membagikan pengalamannya sebagai peserta JKN. Ia bersyukur karena sejak dulu hingga sekarang, ia tidak pernah kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan.

Example 300x600

“Saya sudah lama pakai BPJS Kesehatan dari dulu sampai sekarang, Puji Tuhan kepesertaan JKN saya selalu aktif, sehingga saat berobat bisa langsung dipakai. Terlebih lagi, jam pelayanan di puskesmas saat ini telah ditambah, sehingga kami lebih tenang saat hendak berobat.” ungkap Wehelmina

Salah satu hal yang paling berkesan baginya adalah transformasi digital dalam mengakses layanan kesehatan. Ia ingat saat masih harus menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS), yang mewajibkan peserta membawa kartu fisik setiap kali ingin berobat.

“Dulu waktu masih pakai KIS, saat berobat harus membawa kartu fisik. Namun, sekarang sudah lebih mudah, mau berobat tinggal tunjukkan KTP saja. Selain itu, kita juga bisa memanfaatkan KIS digital yang ada di aplikasi Mobile JKN dan juga bisa daftar antrean online cukup lewat Aplikasi saja lebih gampang” ujarnya.

Welhelmina menceritakan pengalamannya ketika ia harus di rawat inap karena menderita malaria. Ia mengaku khawatir biaya pengobatannya tidak ditanggung oleh JKN karena tidak mengetahui status kepesertaan JKN miliknya. 

”Saat menderita malaria, saya pernah berobat langsung ke UGD pada salah satu rumah sakit di Jayapura dan akhirnya diminta rawat inap karena terdapat indikasi medis. Awalnya saya khawatir perihal biaya pengobatan, terlebih lagi saya tidak mengetahui status kepesertaan JKN saya. Namun, setelah dicek melalui Aplikasi Mobile JKN, ternyata aktif sehingga saya tenang karena seluruh biaya bisa ditanggung JKN,”ungkap Wehelmina.  

Menanggapi hal tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Hernawan Priyastomo,  menjelaskan bahwa status kepesertaan Wehelmina masih aktif dan terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai oleh pemerintah daerah. 

“Status kepesertaan Wehelmina masih aktif hingga saat ini, karena beliau memenuhi kriteria sebagai Penerima Bantuan Iuran oleh Dinas Sosial. Kami BPJS Kesehatan juga terus berkolaborasi bersama instansi pemerintah dalam melayani masyarakat. Kami juga memastikan setiap peserta JKN selalu mendapatkan haknya secara penuh dalam mengakses layanan kesehatan.”jelas Hernawan.

Lebih lanjut, Hernawan juga menjelaskan terkait pelayanan kesehatan dalam kondisi gawat darurat yang didapat Welhelmina. Ia menjelaskan terdapat beberapa kriteria kegawatdaruratan sesuai Permenkes Nomor 47 Tahun 2018, yakni mengancam nyawa, membahayakan diri dan orang lain/lingkungan, adanya gangguan pada jalan nafas, pernafasan, dan sirkulasi, adanya penurunan kesadaran, adanya gangguan hemodinamik, dan memerlukan tindakan segera. 

”Peserta dapat berobat langsung ke rumah sakit baik yang bekerja sama maupun tidak, tanpa memerlukan surat rujukan selama Dokter Penanggung Jawab di tempat menetapkan kondisi pasien termasuk dalam kriteria kegawatdaruratan. Hal ini yang dialami oleh Welhelmina sehingga ia bisa langsung dirawat di rumah sakit,”ujar Hernawan. 

Hernawan juga memberikan apresiasi kepada Wehelmina karena telah memanfaatkan aplikasi Mobile JKN. Ia mengungkapkan bahwa selain mengecek status kepesertaan JKN, masih banyak manfaat Aplikasi Mobile JKN yang dapat dirasakan oleh peserta. 

“Saya harap ada lebih banyak lagi peserta yang sadar betapa mudahnya mengakses layanan kesehatan melalui Aplikasi Mobile JKN. Mobile JKN bukan hanya untuk cek status kepesertaan, tapi bisa juga untuk daftar antrian online, cek tunggakan, cek kartu digital, atau kalau mau pindah faskes juga bisa lewat aplikasi, tidak perlu datang ke kantor lagi,”jelas Hernawan. 

Terakhir, Hernawan mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan edukasi agar semakin banyak masyarakat memahami hak mereka sebagai peserta JKN. Menurutnya, dengan memahami hak serta cara  untuk memanfaatkan layanan JKN, maka peserta bisa lebih mudah mendapatkan layanan secara optimal di fasilitas kesehatan.( Pr / Sim )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kesehatan

JAYAPURA ( bisnispapua.com) –BPJS Kesehatan terus berkomitmen menghadirkan layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mudah diakses oleh seluruh masyarakat, termasuk di wilayah dengan keterbatasan akses. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Program Layanan di Ujung Negeri (LANURI) yang dirangkaikan dengan Closing Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan mengusung tema “Hadir Lebih Dekat, Melayani Lebih Bermakna” dengan tagline “Mendengar, Menjangkau, dan Melindungi”.  Program LANURI merupakan implementasi optimalisasi layanan Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) dan BPJS Keliling untuk memperluas akses layanan administrasi kepesertaan JKN, khususnya bagi masyarakat di wilayah yang memiliki keterbatasan akses geografis.  Di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, LANURI dilaksanakan secara serentak di lima lokasi, yakni Koperasi Desa Merah Putih Koya Barat di Kota Jayapura melalui layanan VIOLA, Yonif TP-810/BEM di Kabupaten Jayapura melalui layanan BPJS Keliling, Puskesmas Timika Kabupaten Mimika, Puskesmas Arso III Kabupaten Keerom, serta Puskesmas Bagaiserwar Kabupaten Sarmi melalui layanan VIOLA. Masyarakat dapat memanfaatkan berbagai layanan administrasi JKN, mulai dari pendaftaran peserta baru, perubahan data kepesertaan, perubahan FKTP, registrasi Mobile JKN, hingga layanan informasi dan penanganan pengaduan.  Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Erika Verayanti Lumban Gaol, mengatakan bahwa pelaksanaan LANURI merupakan bentuk nyata komitmen BPJS Kesehatan untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses layanan JKN yang mudah, cepat, dan setara.  “Papua memiliki tantangan geografis yang tidak ringan. Karena itu, kami terus menghadirkan inovasi layanan agar masyarakat tidak perlu menempuh perjalanan jauh hanya untuk mengurus administrasi kepesertaan JKN. Melalui LANURI, kami ingin memastikan BPJS Kesehatan hadir lebih dekat dan mampu menjangkau masyarakat hingga ke pelosok,” ujar Erika Menurutnya, layanan VIOLA memungkinkan masyarakat memperoleh layanan administrasi, informasi, maupun penanganan pengaduan secara real time melalui video conference. Pelaksanaan layanan tersebut juga didukung kolaborasi dengan berbagai mitra, salah satunya Koperasi Desa Merah Putih, yang memiliki jaringan hingga tingkat desa dan kecamatan serta didukung akses internet. Sementara itu, BPJS Keliling menjadi layanan jemput bola yang semakin memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan administrasi JKN secara langsung.  Kehadiran LANURI mendapat apresiasi dari masyarakat. Ita Paulina, warga Koya Barat yang merupakan peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), mengaku Program JKN telah memberikan rasa aman bagi dirinya dan keluarga saat membutuhkan pelayanan kesehatan.  “Saya bersyukur menjadi peserta JKN karena biaya berobat sudah ditanggung pemerintah. Dengan adanya LANURI, kami juga bisa lebih mudah berkonsultasi dan mengurus administrasi BPJS Kesehatan tanpa harus datang jauh ke kantor cabang. Petugas memberikan penjelasan yang mudah dipahami sehingga masyarakat semakin mengerti tentang Program JKN,” ungkap Ita.  Secara nasional, Program LANURI dilaksanakan serentak di 558 titik kabupaten/kota yang melibatkan 126 Kantor Cabang BPJS Kesehatan sebagai bagian dari implementasi Quick Wins 100 Hari Direksi BPJS Kesehatan. Program ini menjadi salah satu upaya BPJS Kesehatan untuk memperluas akses layanan melalui kombinasi layanan digital dan jemput bola, sehingga manfaat Program JKN dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.  Menutup kegiatan tersebut, Erika berharap LANURI menjadi langkah awal untuk semakin memperkuat akses layanan JKN di Papua melalui kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan.   “Kami ingin masyarakat merasakan bahwa BPJS Kesehatan selalu hadir, tidak hanya melalui layanan digital, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat. Semangat LANURI adalah mendengar kebutuhan masyarakat, menjangkau hingga wilayah yang sulit diakses, dan memastikan setiap peserta memperoleh perlindungan kesehatan yang optimal melalui Program JKN,” tutup Erika. ( Pr/ Red )