Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Kesehatan

Kisah Mesak Puji Pelayanan JKN Saat Berobat dan Manfaat Skrining Riwayat Kesehatan

×

Kisah Mesak Puji Pelayanan JKN Saat Berobat dan Manfaat Skrining Riwayat Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAYAPURA ( bisnispapua.com ) – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik di seluruh wilayah Indonesia. Terkhusus di Papua, terdapat kisah unik dari salah seorang peserta JKN, Mesak Scivo Merabon yang menceritakan pengalamannya memanfaatkan program JKN saat berobat di Jayapura. 

“Awal tahun 2024 lalu, saya pernah terkena malaria plus 3 yang mengharuskan saya untuk dibawa ke RS Bhayangkara di Jayapura. Saat itu, saya langsung menuju Unit Gawat Darurat (UGD) karena kondisi saya yang sudah hampir kehilangan kesadaran akibat demam yang sangat tinggi,” ungkap Mesak, Sapaan Akrabnya, Senin (13/1). 

Example 300x600

Uniknya, Mesak menolak untuk dilakukan rawat inap pasca dokter melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Ia mengaku sudah merasa lebih baik, setelah meminum obat yang diberikan serta beristirahat selama di UGD. 

“Saya diminta oleh dokter untuk dirawat inap, tapi saya menolak karena saya merasa sudah lebih baik. Dari situ saya berfikir bahwa JKN melalui rumah sakit ternyata sangat optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan, jika memang sesuai indikasi medis ya akan tetap ditanggung,”jelas Mesak. 

Selain itu, Mesak juga terkesima dengan alur pelayanan JKN yang mudah dan cepat. Ia menceritakan pengalaman berobat lainnya, saat ke Puskesmas dengan hanya menggunakan KTP dan memastikan kepesertaan JKN miliknya aktif. 

”Tidak hanya itu, saya juga pernah mengalami asam lambung, dan akhirnya memutuskan untuk berobat ke Puskesmas Kotaraja. Disana, saya cukup menunjukan KTP, petugas puskesmas memverifikasi data JKN saya aktif, selanjutnya langsung dilakukan pemeriksaan dan terakhir diberikan obat, sangat cepat dan tidak rumit,” ungkap Mesak. 

Ibunda Mesak juga pernah terbantu dengan program JKN untuk menjalani pengobatan akibat serangan jantung. Ia merasa sangat bersyukur dan terbantu secara finansial karena pembiayaan jantung ibunya ditanggung seluruh oleh BPJS Kesehatan. 

”Saya punya Ibu juga terbantu dengan program JKN saat mengalami serangan jantung tahun lalu. Seluruh biaya pengobatan mulai dari rawat inap, obat-obatan, dan tindakan juga ditanggung oleh BPJS Kesehatan, terima kasih BPJS Kesehatan,” ucap Mesak.  

Tidak hanya itu, Mesak juga dibekali informasi dan edukasi oleh petugas kesehatan di Puskesmas mengenai pentingnya melakukan Skrining Riwayat Kesehatan (SRK). Menurutnya, SRK sangat bermanfaat bagi masyarakat agar bisa lebih peduli dengan kesehatan. 

”Petugas kesehatan juga membekali saya dengan beberapa program promotif dan preventif, salah satunya adalah skrining kesehatan. Saya dulunya berfikir kalau kita skrining kesehatan itu sudah pasti mahal ya, semacam medical check up, tapi dengan SRK ini gratis dan setidaknya sangat membantu kami untuk mengetahui potensi beberapa risiko penyakit, sehingga kami bisa lebih peduli dalam menjaga kesehatan.” ungkap Mesak. 

Menanggapi hal tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Hernawan Priyastomo  mengapresiasi setiap peserta JKN yang memberikan reviu terhadap pengalaman berobat dengan memanfaatkan JKN. 

”Kami terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada setiap Peserta JKN. Koordinasi yang apik bersama mitra fasilitas kesehatan, akan memberikan hasil yang terbaik terhadap pelayanan masyarakat, salah satunya apa yang dialami oleh Mesak,” ujar Herrnawan. 

Selain itu, Hernawan juga menegaskan pentingnya SRK sebagai langkah preventif dalam mencegah potensi terjadinya penyakit kronis. Ia menjelaskan manfaat SRK yang dapat mengetahui potensi risiko terhadap 13 jenis penyakit yang mempengaruhi kualitas hidup seseorang. 

”Terdapat 13 penyakit yang dapat diketahui melalui SRK, yakni Diabetes Mellitus, Hipertensi, Stroke, Ischemic Heart Disease, Thalasemia, Kanker Payudara, Kanker Serviks, Kanker Usus, Kanker Paru, Tuberkulosis, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), Hepatitis B dan C, serta Anemia,” sebut Hernawan. 

Hernawan menjelaskan, bahwa pelaksanaan SRK dapat diakses secara online dengan menjawab beberapa pertanyaan-pertanyaan seputar pola hidup dan riwayat kesehatan. Ia menambahkan, untuk mengakses SRK, bisa melalui website BPJS Kesehatan di link https://webskrining.bpjs-kesehatan.go.id/skrining atau Aplikasi Mobile JKN pada menu Skrining Riwayat Kesehatan. 

Terakhir, Hernawan mengajak kepada seluruh masyarakat untuk ikut serta mendukung penyelenggaraan program JKN, khususnya di wilayah cabang Jayapura. Menurutnya, selain sebagai penerima manfaat peserta JKN, masyarakat juga memiliki peran strategis dalam penyebarluasan informasi JKN. 

”Manfaat program JKN masih belum diketahui oleh khalayak banyak, kami terus berupaya untuk memberikan informasi dan edukasi melalui beragam kanal layanan. Oleh karena itu, peran serta masyarakat dalam penyebarluasan manfaat dan program JKN menjadi sangat vital, salah satunya seperti Skrining Riwayat Kesehatan ini,” tutup Hernawan. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kesehatan

JAYAPURA ( bisnispapua.com) –BPJS Kesehatan terus berkomitmen menghadirkan layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mudah diakses oleh seluruh masyarakat, termasuk di wilayah dengan keterbatasan akses. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Program Layanan di Ujung Negeri (LANURI) yang dirangkaikan dengan Closing Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan mengusung tema “Hadir Lebih Dekat, Melayani Lebih Bermakna” dengan tagline “Mendengar, Menjangkau, dan Melindungi”.  Program LANURI merupakan implementasi optimalisasi layanan Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) dan BPJS Keliling untuk memperluas akses layanan administrasi kepesertaan JKN, khususnya bagi masyarakat di wilayah yang memiliki keterbatasan akses geografis.  Di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, LANURI dilaksanakan secara serentak di lima lokasi, yakni Koperasi Desa Merah Putih Koya Barat di Kota Jayapura melalui layanan VIOLA, Yonif TP-810/BEM di Kabupaten Jayapura melalui layanan BPJS Keliling, Puskesmas Timika Kabupaten Mimika, Puskesmas Arso III Kabupaten Keerom, serta Puskesmas Bagaiserwar Kabupaten Sarmi melalui layanan VIOLA. Masyarakat dapat memanfaatkan berbagai layanan administrasi JKN, mulai dari pendaftaran peserta baru, perubahan data kepesertaan, perubahan FKTP, registrasi Mobile JKN, hingga layanan informasi dan penanganan pengaduan.  Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Erika Verayanti Lumban Gaol, mengatakan bahwa pelaksanaan LANURI merupakan bentuk nyata komitmen BPJS Kesehatan untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses layanan JKN yang mudah, cepat, dan setara.  “Papua memiliki tantangan geografis yang tidak ringan. Karena itu, kami terus menghadirkan inovasi layanan agar masyarakat tidak perlu menempuh perjalanan jauh hanya untuk mengurus administrasi kepesertaan JKN. Melalui LANURI, kami ingin memastikan BPJS Kesehatan hadir lebih dekat dan mampu menjangkau masyarakat hingga ke pelosok,” ujar Erika Menurutnya, layanan VIOLA memungkinkan masyarakat memperoleh layanan administrasi, informasi, maupun penanganan pengaduan secara real time melalui video conference. Pelaksanaan layanan tersebut juga didukung kolaborasi dengan berbagai mitra, salah satunya Koperasi Desa Merah Putih, yang memiliki jaringan hingga tingkat desa dan kecamatan serta didukung akses internet. Sementara itu, BPJS Keliling menjadi layanan jemput bola yang semakin memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan administrasi JKN secara langsung.  Kehadiran LANURI mendapat apresiasi dari masyarakat. Ita Paulina, warga Koya Barat yang merupakan peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), mengaku Program JKN telah memberikan rasa aman bagi dirinya dan keluarga saat membutuhkan pelayanan kesehatan.  “Saya bersyukur menjadi peserta JKN karena biaya berobat sudah ditanggung pemerintah. Dengan adanya LANURI, kami juga bisa lebih mudah berkonsultasi dan mengurus administrasi BPJS Kesehatan tanpa harus datang jauh ke kantor cabang. Petugas memberikan penjelasan yang mudah dipahami sehingga masyarakat semakin mengerti tentang Program JKN,” ungkap Ita.  Secara nasional, Program LANURI dilaksanakan serentak di 558 titik kabupaten/kota yang melibatkan 126 Kantor Cabang BPJS Kesehatan sebagai bagian dari implementasi Quick Wins 100 Hari Direksi BPJS Kesehatan. Program ini menjadi salah satu upaya BPJS Kesehatan untuk memperluas akses layanan melalui kombinasi layanan digital dan jemput bola, sehingga manfaat Program JKN dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.  Menutup kegiatan tersebut, Erika berharap LANURI menjadi langkah awal untuk semakin memperkuat akses layanan JKN di Papua melalui kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan.   “Kami ingin masyarakat merasakan bahwa BPJS Kesehatan selalu hadir, tidak hanya melalui layanan digital, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat. Semangat LANURI adalah mendengar kebutuhan masyarakat, menjangkau hingga wilayah yang sulit diakses, dan memastikan setiap peserta memperoleh perlindungan kesehatan yang optimal melalui Program JKN,” tutup Erika. ( Pr/ Red )