Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Kesehatan

Gubernur Papua Tengah Apresiasi Bakti Sosial Kesehatan Mata Bermanfaat untuk Masyarakat Nabire

×

Gubernur Papua Tengah Apresiasi Bakti Sosial Kesehatan Mata Bermanfaat untuk Masyarakat Nabire

Sebarkan artikel ini
Executive Vice President (EVP) Sustainable Develoment PTFI Claus Wamafma disaksikan Gubernur Papua Tengah Meki Nawiwa, menyerahkan simbolis bantuan kaca mata gratis dari PTFI untuk 487 pelajar di Nabire. ( Foto : Istimewa )
Executive Vice President (EVP) Sustainable Develoment PTFI Claus Wamafma disaksikan Gubernur Papua Tengah Meki Nawiwa, menyerahkan simbolis bantuan kaca mata gratis dari PTFI untuk 487 pelajar di Nabire. ( Foto : Istimewa )
Example 468x60

NABIRE ( bisnispapua.com ) – Gubernur Provinsi Papua Tengah Meki Nawipa mengapresiasi bakti sosial PT Freeport Indonesia di Nabire (5—13 Agustus 2025). Bakti sosial terdiri dari Edukasi dan Pemeriksaan Mata Gratis untuk siswa SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 4 Nabire, Pembagian Kaca Mata Gratis untuk Pelajar, dan Operasi Katarak untuk masyarakat.


“Kesehatan mata itu penting, kalau penglihatan mata anak-anak rusak, itu masalah. Sedini mungkin anak-anak harus mendapat edukasi tentang merawat kesehatan mata. Terima kasih Freeport Indonesia, edukasi dan kaca mata itu penting sekali dan masyarakat mendapat manfaat langsung dari kegiatan ini,” kata Gubernur dalam sambutannya pada Puncak Acara Bakti Sosial di Nabire, Rabu, 13 Agustus 2025.

Example 300x600

Gubernur mengatakan bakti sosial PTFI merupakan sebuah upaya besar untuk memastikan kesehatan masyarakat Papua Tengah, khususnya untuk kesehatan mata. Bakti sosial PTFI ini,lanjutnya, adalah pekerjaan-pekerjaan besar untuk melayani orang kecil yang membutuhkan.


“Terima kasih banyak kepada para dokter dan perawat yang melayani masyarakat. Kita harus dukung Freeport Indonesia karena dengan Freeport kita banyak tertolong. Saya berharap bakti sosial ini dapat diteruskan di wilayah lainnya di Papua Tengah,” katanya.


Adapun kegiatan edukasi dan pemeriksaan mata berlangsung pada 5—6 Agustus 2025 di SMP Negeri 1, kemudian 7—8 Agustus 2025 di SMP Negeri 4, sedangkan operasi katarak berlangsung 11—13 Agustus 2025 bertempat di Rumah Sakit Umum Daerah Nabire dan Klinik Mata Rihensa.


Kegiatan ini merupakan kolaborasi PTFI dengan Pemprov Papua Tengah, Pemkab Nabire,RSUD Nabire, Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Papua, dan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK). Sebanyak 1.043 pelajar mengikuti pemeriksaan mata, 487 pelajar menerima kaca mata gratis, dan 80 orang menjalani operasi katarak.


Director & Executive Vice President (EVP) Sustainable Development PTFI Claus Wamafma mengatakan bakti sosial ini merupakan komitmen perusahaan untuk mengatasi masalah kesehatan mata masyarakat di Nabire, ibu kota Provinsi Papua Tengah. Nantinya akan ada pelaksanaan tahap kedua untuk melanjutkan upaya yang telah dimulai, memastikan lebih banyak masyarakat menerima manfaat, dan memberikan perawatan berkelanjutan.


“Sejalan dengan perayaan HUT ke-80 RI dan mendukung program pemerintah, PTFI menggelar bakti sosial di Nabire. Ini adalah upaya untuk memastikan anak-anak memiliki penglihatan yang sehat sejak dini. Kalau mata sehat, bisa membaca dan belajar dengan baik, maka mereka bisa berprestasi dengan baik. Sehingga ke depan bisa melakukan perubahan di Tanah Papua,” kata Claus.


Wakil Kepala Sekolah SMPN 1 Nabire, Theresia menyampaikan para siswa antusias mengikuti pemeriksaan mata.

“Kami berterima kasih kepada Freeport, PERDAMI, terutama Dinas Pendidikan yang telah merekomendasikan anak-anak kami mengikuti pemeriksaan mata gratis.Karena masih banyak anak-anak di Papua dan para orang tua siswa yang belum menganggap penting untuk melakukan pemeriksaan mata bagi anak-anaknya,” kata Theresia.


Seorang pasien operasi katarak PS Waromi mengaku mengalami masalah pengelihatan sejak lama. Pria lansia yang berprofesi sebagai Pendeta ini menyampaikan rasa syukurnya setelah menjalani operasi katarak di RSUD Nabire.

“Masalah katarak yang saya alami sejak lama kini akhirnya sudah sembuh, semoga setelah pemeriksaan mata selesai, mata saya bisa membaca alkitab dengan jelas dan melayani jemaat,” katanya.


PTFI sebagai perusahaan tambang tembaga terintegrasi dari hulu hingga hilir terbesar di dunia,PTFI merayakan HUT ke-80 RI dengan mengalirkan semangat nasionalisme dan gotong royong di lima titik lokasi kerja PTFI. Dari hulu di Papua —meliputi Tembagapura, Kuala Kencana, dan Nabire— hingga ke hilir di Gresik, Jawa Timur dan Jakarta.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kesehatan

JAYAPURA ( bisnispapua.com) –BPJS Kesehatan terus berkomitmen menghadirkan layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mudah diakses oleh seluruh masyarakat, termasuk di wilayah dengan keterbatasan akses. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Program Layanan di Ujung Negeri (LANURI) yang dirangkaikan dengan Closing Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan mengusung tema “Hadir Lebih Dekat, Melayani Lebih Bermakna” dengan tagline “Mendengar, Menjangkau, dan Melindungi”.  Program LANURI merupakan implementasi optimalisasi layanan Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) dan BPJS Keliling untuk memperluas akses layanan administrasi kepesertaan JKN, khususnya bagi masyarakat di wilayah yang memiliki keterbatasan akses geografis.  Di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, LANURI dilaksanakan secara serentak di lima lokasi, yakni Koperasi Desa Merah Putih Koya Barat di Kota Jayapura melalui layanan VIOLA, Yonif TP-810/BEM di Kabupaten Jayapura melalui layanan BPJS Keliling, Puskesmas Timika Kabupaten Mimika, Puskesmas Arso III Kabupaten Keerom, serta Puskesmas Bagaiserwar Kabupaten Sarmi melalui layanan VIOLA. Masyarakat dapat memanfaatkan berbagai layanan administrasi JKN, mulai dari pendaftaran peserta baru, perubahan data kepesertaan, perubahan FKTP, registrasi Mobile JKN, hingga layanan informasi dan penanganan pengaduan.  Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Erika Verayanti Lumban Gaol, mengatakan bahwa pelaksanaan LANURI merupakan bentuk nyata komitmen BPJS Kesehatan untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses layanan JKN yang mudah, cepat, dan setara.  “Papua memiliki tantangan geografis yang tidak ringan. Karena itu, kami terus menghadirkan inovasi layanan agar masyarakat tidak perlu menempuh perjalanan jauh hanya untuk mengurus administrasi kepesertaan JKN. Melalui LANURI, kami ingin memastikan BPJS Kesehatan hadir lebih dekat dan mampu menjangkau masyarakat hingga ke pelosok,” ujar Erika Menurutnya, layanan VIOLA memungkinkan masyarakat memperoleh layanan administrasi, informasi, maupun penanganan pengaduan secara real time melalui video conference. Pelaksanaan layanan tersebut juga didukung kolaborasi dengan berbagai mitra, salah satunya Koperasi Desa Merah Putih, yang memiliki jaringan hingga tingkat desa dan kecamatan serta didukung akses internet. Sementara itu, BPJS Keliling menjadi layanan jemput bola yang semakin memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan administrasi JKN secara langsung.  Kehadiran LANURI mendapat apresiasi dari masyarakat. Ita Paulina, warga Koya Barat yang merupakan peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), mengaku Program JKN telah memberikan rasa aman bagi dirinya dan keluarga saat membutuhkan pelayanan kesehatan.  “Saya bersyukur menjadi peserta JKN karena biaya berobat sudah ditanggung pemerintah. Dengan adanya LANURI, kami juga bisa lebih mudah berkonsultasi dan mengurus administrasi BPJS Kesehatan tanpa harus datang jauh ke kantor cabang. Petugas memberikan penjelasan yang mudah dipahami sehingga masyarakat semakin mengerti tentang Program JKN,” ungkap Ita.  Secara nasional, Program LANURI dilaksanakan serentak di 558 titik kabupaten/kota yang melibatkan 126 Kantor Cabang BPJS Kesehatan sebagai bagian dari implementasi Quick Wins 100 Hari Direksi BPJS Kesehatan. Program ini menjadi salah satu upaya BPJS Kesehatan untuk memperluas akses layanan melalui kombinasi layanan digital dan jemput bola, sehingga manfaat Program JKN dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.  Menutup kegiatan tersebut, Erika berharap LANURI menjadi langkah awal untuk semakin memperkuat akses layanan JKN di Papua melalui kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan.   “Kami ingin masyarakat merasakan bahwa BPJS Kesehatan selalu hadir, tidak hanya melalui layanan digital, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat. Semangat LANURI adalah mendengar kebutuhan masyarakat, menjangkau hingga wilayah yang sulit diakses, dan memastikan setiap peserta memperoleh perlindungan kesehatan yang optimal melalui Program JKN,” tutup Erika. ( Pr/ Red )