Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Kesehatan

Darurat Operasi Anak, Biaya ditanggung Penuh JKN : Kisah Masnia di Jayapura

×

Darurat Operasi Anak, Biaya ditanggung Penuh JKN : Kisah Masnia di Jayapura

Sebarkan artikel ini
Masnia, seorang ibu rumah tangga di Hamadi, Jayapura ( Foto : Istimewa )
Masnia, seorang ibu rumah tangga di Hamadi, Jayapura ( Foto : Istimewa )
Example 468x60

JAYAPURA ( bisnispapua.com )– Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kembali membuktikan perannya sebagai pelindung utama masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat kesehatan, termasuk saat risiko biaya tinggi muncul akibat tindakan medis yang tidak terduga. Hal ini dirasakan langsung oleh Masnia, seorang ibu rumah tangga di Hamadi, Jayapura, saat anaknya harus menjalani operasi akibat kondisi medis serius. 

Masnia menceritakan bahwa kondisi anaknya bermula dari keluhan sakit perut hebat yang datang tiba-tiba pada malam hari. Tanpa menunda, ia segera membawa anaknya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Kisah tersebut disampaikannya saat diwawancarai ketika mendampingi putranya yang tengah menjalani masa pemulihan pascaoperasi di RS TNI AL Jayapura, (27/4).

Example 300x600


Setelah pemeriksaan lanjutan, dokter menemukan adanya peningkatan leukosit yang cukup tinggi dalam tubuh anaknya. Kondisi ini mengindikasikan adanya infeksi serius yang berpotensi memburuk jika tidak segera ditangani. Leukosit yang tinggi biasanya menjadi tanda adanya peradangan atau infeksi akut dalam tubuh, sehingga membutuhkan tindakan cepat, termasuk operasi, guna mencegah komplikasi yang lebih berbahaya.


“Dokter bilang leukosit anak saya tinggi sekali, jadi harus segera ditangani. Besok paginya langsung dijadwalkan operasi karena dikhawatirkan infeksinya menyebar,” jelas Masnia.


Di tengah kondisi yang mendesak tersebut, kekhawatiran akan biaya sempat menghantui. Namun, setelah dilakukan pengecekan status kepesertaan, Masnia merasa lega karena dirinya terdaftar aktif sebagai peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai pemerintah. Hal ini membuat seluruh proses pengobatan, termasuk operasi dan rawat inap, dapat dijalani tanpa beban biaya.
Masnia mengaku pelayanan yang diterima sangat baik dan profesional. Mulai dari penanganan awal, tindakan operasi, hingga masa pemulihan berjalan lancar tanpa kendala berarti.


“Selama pakai BPJS Kesehatan di RS AL ini, saya tidak mengalami kesulitan. Dokter dan perawatnya juga sangat membantu, jadi anak saya bisa ditangani dengan cepat dan baik sampai sekarang,” ungkapnya.


Ia juga mengenang masa sebelum keluarganya terdaftar sebagai peserta JKN, di mana biaya pelayanan kesehatan terasa sangat memberatkan, terutama untuk rawat inap dan tindakan medis lanjutan.


Menanggapi hal tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Erika Verayanti Lumban Gaol, menyampaikan bahwa pengalaman Masnia merupakan gambaran nyata kehadiran negara dalam menjamin akses layanan kesehatan yang adil dan merata.


Ia menegaskan bahwa BPJS Kesehatan terus berkomitmen menjaga mutu layanan agar tetap optimal, mudah diakses, dan setara bagi seluruh peserta.
“Kami mengimbau masyarakat untuk memastikan status kepesertaannya aktif, sehingga saat kondisi darurat terjadi, perlindungan kesehatan sudah siap digunakan,” tutup Erika. ( Pr / Red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kesehatan

JAYAPURA ( bisnispapua.com) –BPJS Kesehatan terus berkomitmen menghadirkan layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mudah diakses oleh seluruh masyarakat, termasuk di wilayah dengan keterbatasan akses. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Program Layanan di Ujung Negeri (LANURI) yang dirangkaikan dengan Closing Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan mengusung tema “Hadir Lebih Dekat, Melayani Lebih Bermakna” dengan tagline “Mendengar, Menjangkau, dan Melindungi”.  Program LANURI merupakan implementasi optimalisasi layanan Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) dan BPJS Keliling untuk memperluas akses layanan administrasi kepesertaan JKN, khususnya bagi masyarakat di wilayah yang memiliki keterbatasan akses geografis.  Di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, LANURI dilaksanakan secara serentak di lima lokasi, yakni Koperasi Desa Merah Putih Koya Barat di Kota Jayapura melalui layanan VIOLA, Yonif TP-810/BEM di Kabupaten Jayapura melalui layanan BPJS Keliling, Puskesmas Timika Kabupaten Mimika, Puskesmas Arso III Kabupaten Keerom, serta Puskesmas Bagaiserwar Kabupaten Sarmi melalui layanan VIOLA. Masyarakat dapat memanfaatkan berbagai layanan administrasi JKN, mulai dari pendaftaran peserta baru, perubahan data kepesertaan, perubahan FKTP, registrasi Mobile JKN, hingga layanan informasi dan penanganan pengaduan.  Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Erika Verayanti Lumban Gaol, mengatakan bahwa pelaksanaan LANURI merupakan bentuk nyata komitmen BPJS Kesehatan untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses layanan JKN yang mudah, cepat, dan setara.  “Papua memiliki tantangan geografis yang tidak ringan. Karena itu, kami terus menghadirkan inovasi layanan agar masyarakat tidak perlu menempuh perjalanan jauh hanya untuk mengurus administrasi kepesertaan JKN. Melalui LANURI, kami ingin memastikan BPJS Kesehatan hadir lebih dekat dan mampu menjangkau masyarakat hingga ke pelosok,” ujar Erika Menurutnya, layanan VIOLA memungkinkan masyarakat memperoleh layanan administrasi, informasi, maupun penanganan pengaduan secara real time melalui video conference. Pelaksanaan layanan tersebut juga didukung kolaborasi dengan berbagai mitra, salah satunya Koperasi Desa Merah Putih, yang memiliki jaringan hingga tingkat desa dan kecamatan serta didukung akses internet. Sementara itu, BPJS Keliling menjadi layanan jemput bola yang semakin memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan administrasi JKN secara langsung.  Kehadiran LANURI mendapat apresiasi dari masyarakat. Ita Paulina, warga Koya Barat yang merupakan peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), mengaku Program JKN telah memberikan rasa aman bagi dirinya dan keluarga saat membutuhkan pelayanan kesehatan.  “Saya bersyukur menjadi peserta JKN karena biaya berobat sudah ditanggung pemerintah. Dengan adanya LANURI, kami juga bisa lebih mudah berkonsultasi dan mengurus administrasi BPJS Kesehatan tanpa harus datang jauh ke kantor cabang. Petugas memberikan penjelasan yang mudah dipahami sehingga masyarakat semakin mengerti tentang Program JKN,” ungkap Ita.  Secara nasional, Program LANURI dilaksanakan serentak di 558 titik kabupaten/kota yang melibatkan 126 Kantor Cabang BPJS Kesehatan sebagai bagian dari implementasi Quick Wins 100 Hari Direksi BPJS Kesehatan. Program ini menjadi salah satu upaya BPJS Kesehatan untuk memperluas akses layanan melalui kombinasi layanan digital dan jemput bola, sehingga manfaat Program JKN dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.  Menutup kegiatan tersebut, Erika berharap LANURI menjadi langkah awal untuk semakin memperkuat akses layanan JKN di Papua melalui kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan.   “Kami ingin masyarakat merasakan bahwa BPJS Kesehatan selalu hadir, tidak hanya melalui layanan digital, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat. Semangat LANURI adalah mendengar kebutuhan masyarakat, menjangkau hingga wilayah yang sulit diakses, dan memastikan setiap peserta memperoleh perlindungan kesehatan yang optimal melalui Program JKN,” tutup Erika. ( Pr/ Red )