Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Kesehatan

Cegah Penyakit Kronis, Melalui Fitur Skrining Riwayat Kesehatan dari BPJS Kesehatan

×

Cegah Penyakit Kronis, Melalui Fitur Skrining Riwayat Kesehatan dari BPJS Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Welmince Riwo, peserta JKN BPJS Kesehatan, menunjukkan brosur tata cara skrining riwayat kesehatan. ( Foto : Istimewa )
Welmince Riwo, peserta JKN BPJS Kesehatan, menunjukkan brosur tata cara skrining riwayat kesehatan. ( Foto : Istimewa )
Example 468x60

JAYAPURA ( Bisnis Papua ) – Dalam upaya pencegahan penyakit kronis di kalangan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan terus mengoptimalkan layanan skrining riwayat kesehatan. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Hernawan Priyastomo, menyatakan bahwa program ini merupakan langkah awal yang penting untuk mendeteksi potensi risiko penyakit kronis sebelum menjadi lebih serius.

Example 300x600

“Skrining riwayat kesehatan merupakan langkah preventif yang dirancang untuk mengenali risiko kesehatan sedini mungkin, sehingga tindakan pencegahan bisa segera diambil. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat luas,” ujar Hernawan di Jayapura, Selasa (22/10/2024).

Menurutnya, skrining ini dilakukan secara rutin setiap tahun dan bertujuan untuk memantau kondisi kesehatan peserta JKN, khususnya dalam mendeteksi empat penyakit kronis yang paling umum, yaitu diabetes mellitus, hipertensi, ginjal kronik, dan penyakit jantung koroner.

“Penyakit-penyakit tersebut dapat memberikan dampak serius terhadap kualitas hidup jika tidak diantisipasi sejak dini. Dengan skrining ini, peserta bisa mendapatkan gambaran jelas tentang kondisi kesehatannya dan dapat segera melakukan penyesuaian dalam gaya hidup atau menjalani pengobatan yang diperlukan,” ujar Hernawan.

Lanjutnya, skrining ini disediakan melalui beberapa media, seperti Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), aplikasi Mobile JKN, serta situs web BPJS Kesehatan. Peserta JKN bisa dengan mudah melakukan skrining secara mandiri, hanya dengan mengisi data kesehatan dasar yang diminta.

“Setelah skrining selesai, hasilnya akan langsung ditampilkan, memberikan gambaran awal tentang status kesehatan peserta, yang apabila hasilnya berisiko rendah, peserta hanya disarankan untuk menjaga pola hidup sehat, sedangkan risiko sedang atau tinggi, perlu pemeriksaan lebih lanjut di FKTP agar bisa dilakukan evaluasi lebih mendalam,” jelas Hernawan. 

Peserta dengan risiko tinggi juga akan direkomendasikan untuk mengikuti Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis), yang dirancang khusus untuk membantu pengelolaan penyakit kronis secara terintegrasi. 

“Melalui Prolanis, peserta dapat mengikuti program perawatan yang intensif dan terstruktur, salah satunya mendapatkan obat rutin prolanis sesuai resep atau anjuran dokter agar menjaga kondisi kesehatan mereka tetap stabil,” tambah Hernawan.

Dalam kesempatan yang sama, Welmince Riwo, peserta JKN, mengungkapkan bahwa skrining riwayat kesehatan sangat membantu dirinya memahami kondisi kesehatannya secara pribadi. Menurut Welmince, proses skrining yang mudah dan cepat sangat memudahkan dirinya untuk lebih proaktif dalam menjaga kesehatan.

“Prosesnya simpel, saya cukup mengisi beberapa data melalui aplikasi Mobile JKN, ceklis jawaban-jawaban berdasarkan identifikasi data kesehatan saya, lalu hasilnya langsung keluar. Dari sana saya tahu kondisi kesehatan saya dan apa yang perlu saya perhatikan,” kata Welmince. 

Menurutnya, program skrining ini menjadi sarana yang sangat bermanfaat, terutama bagi mereka yang belum memahami pentingnya deteksi dini penyakit, khususnya penyakit kronis.

Welmince menambahkan, awalnya ia tidak terlalu menyadari pentingnya skrining kesehatan. Namun setelah mengikuti arahan dari petugas BPJS Kesehatan di Kantor Cabang Jayapura, ia menyadari bahwa proses ini bisa menyelamatkan nyawa dengan mencegah kondisi serius berkembang lebih lanjut.

Program skrining riwayat kesehatan BPJS Kesehatan juga menjadi bentuk upaya edukasi dan pengingat kepada masyarakat akan pentingnya menjalani gaya hidup sehat. Selain itu, program ini bertujuan agar peserta JKN tidak hanya bergantung pada pengobatan, tetapi juga lebih sadar dalam menjaga kesehatan mereka sejak dini.

Selain memberikan manfaat individu, skrining kesehatan juga berperan penting dalam menjaga sistem kesehatan nasional tetap berkelanjutan. Dengan semakin banyaknya peserta yang sadar akan kondisi kesehatannya, tekanan pada fasilitas kesehatan diharapkan bisa berkurang karena banyak potensi penyakit dapat dicegah sebelum mencapai tahap kritis.

Hernawan berharap, peserta JKN di seluruh Indonesia, terutama di wilayah Jayapura, memanfaatkan program skrining riwayat kesehatan ini dengan sebaik-baiknya. 

“Mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Dengan skrining, kita bisa lebih siap menjaga kesehatan sebelum masalah serius muncul,” tutup Welmince. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kesehatan

JAYAPURA ( bisnispapua.com) –BPJS Kesehatan terus berkomitmen menghadirkan layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mudah diakses oleh seluruh masyarakat, termasuk di wilayah dengan keterbatasan akses. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Program Layanan di Ujung Negeri (LANURI) yang dirangkaikan dengan Closing Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan mengusung tema “Hadir Lebih Dekat, Melayani Lebih Bermakna” dengan tagline “Mendengar, Menjangkau, dan Melindungi”.  Program LANURI merupakan implementasi optimalisasi layanan Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) dan BPJS Keliling untuk memperluas akses layanan administrasi kepesertaan JKN, khususnya bagi masyarakat di wilayah yang memiliki keterbatasan akses geografis.  Di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, LANURI dilaksanakan secara serentak di lima lokasi, yakni Koperasi Desa Merah Putih Koya Barat di Kota Jayapura melalui layanan VIOLA, Yonif TP-810/BEM di Kabupaten Jayapura melalui layanan BPJS Keliling, Puskesmas Timika Kabupaten Mimika, Puskesmas Arso III Kabupaten Keerom, serta Puskesmas Bagaiserwar Kabupaten Sarmi melalui layanan VIOLA. Masyarakat dapat memanfaatkan berbagai layanan administrasi JKN, mulai dari pendaftaran peserta baru, perubahan data kepesertaan, perubahan FKTP, registrasi Mobile JKN, hingga layanan informasi dan penanganan pengaduan.  Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Erika Verayanti Lumban Gaol, mengatakan bahwa pelaksanaan LANURI merupakan bentuk nyata komitmen BPJS Kesehatan untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses layanan JKN yang mudah, cepat, dan setara.  “Papua memiliki tantangan geografis yang tidak ringan. Karena itu, kami terus menghadirkan inovasi layanan agar masyarakat tidak perlu menempuh perjalanan jauh hanya untuk mengurus administrasi kepesertaan JKN. Melalui LANURI, kami ingin memastikan BPJS Kesehatan hadir lebih dekat dan mampu menjangkau masyarakat hingga ke pelosok,” ujar Erika Menurutnya, layanan VIOLA memungkinkan masyarakat memperoleh layanan administrasi, informasi, maupun penanganan pengaduan secara real time melalui video conference. Pelaksanaan layanan tersebut juga didukung kolaborasi dengan berbagai mitra, salah satunya Koperasi Desa Merah Putih, yang memiliki jaringan hingga tingkat desa dan kecamatan serta didukung akses internet. Sementara itu, BPJS Keliling menjadi layanan jemput bola yang semakin memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan administrasi JKN secara langsung.  Kehadiran LANURI mendapat apresiasi dari masyarakat. Ita Paulina, warga Koya Barat yang merupakan peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), mengaku Program JKN telah memberikan rasa aman bagi dirinya dan keluarga saat membutuhkan pelayanan kesehatan.  “Saya bersyukur menjadi peserta JKN karena biaya berobat sudah ditanggung pemerintah. Dengan adanya LANURI, kami juga bisa lebih mudah berkonsultasi dan mengurus administrasi BPJS Kesehatan tanpa harus datang jauh ke kantor cabang. Petugas memberikan penjelasan yang mudah dipahami sehingga masyarakat semakin mengerti tentang Program JKN,” ungkap Ita.  Secara nasional, Program LANURI dilaksanakan serentak di 558 titik kabupaten/kota yang melibatkan 126 Kantor Cabang BPJS Kesehatan sebagai bagian dari implementasi Quick Wins 100 Hari Direksi BPJS Kesehatan. Program ini menjadi salah satu upaya BPJS Kesehatan untuk memperluas akses layanan melalui kombinasi layanan digital dan jemput bola, sehingga manfaat Program JKN dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.  Menutup kegiatan tersebut, Erika berharap LANURI menjadi langkah awal untuk semakin memperkuat akses layanan JKN di Papua melalui kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan.   “Kami ingin masyarakat merasakan bahwa BPJS Kesehatan selalu hadir, tidak hanya melalui layanan digital, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat. Semangat LANURI adalah mendengar kebutuhan masyarakat, menjangkau hingga wilayah yang sulit diakses, dan memastikan setiap peserta memperoleh perlindungan kesehatan yang optimal melalui Program JKN,” tutup Erika. ( Pr/ Red )