Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Kesehatan

BPJS Kesehatan Gelar Forum Komunikasi dan Kemitraan Dengan Pemangku Kepentingan Utama Kabupaten Mamberamo Raya Tahap 1 Tahun 2024

×

BPJS Kesehatan Gelar Forum Komunikasi dan Kemitraan Dengan Pemangku Kepentingan Utama Kabupaten Mamberamo Raya Tahap 1 Tahun 2024

Sebarkan artikel ini
Example 468x60


JAYAPURA ( Bisnis Papua )- BPJS Kesehatan Cabang Jayapura menyelenggarakan Forum Komunikasi dan Kemitraan dengan Pemangku Kepentingan Utama Kabupaten Mamberamo Raya, Tahap 1 Tahun 2024, Senin (23/9/2024). Kegiatan ini dilaksanakan di Jayapura dan dihadiri oleh sejumlah perwakilan penting dari Kabupaten Mamberamo Raya, termasuk Sekretaris Daerah, Sergius Doromi, Perwakilan Dinas Kesehatan, Hermanus Pamainai, Kepala Bagian Hukum, Matius Iknatius Tiert, dan Sekretaris Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Evert Sonny Mehani.


Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Hernawan Priyastomo, membuka forum ini dengan menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin untuk memperkuat komunikasi antara BPJS Kesehatan dan pemangku kepentingan utama di daerah.

Example 300x600


“Forum ini merupakan wadah untuk mengevaluasi sekaligus berdiskusi terkait capaian pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), khususnya di Kabupaten Mamberamo Raya. Kami berharap melalui forum ini, setiap tantangan dapat diatasi bersama, serta kolaborasi dapat terus ditingkatkan,” ujar Hernawan.


Sekretaris Daerah Kabupaten Mamberamo Raya, Sergius Doromi, juga menyampaikan bahwa diharapkan forum ini menjadi proses berkelanjutan yang penting dalam meningkatkan capaian program JKN di Kabupaten Mamberamo Raya, serta membuka peluang untuk kolaborasi yang lebih erat antara BPJS Kesehatan dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.


Dalam kesempatan yang sama, Sergius menyoroti beberapa tantangan yang dihadapi dalam penyelenggaraan program JKN di wilayahnya. Salah satu kendala utama adalah belum tersedianya operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG), yang menyebabkan proses penginputan dan pengajuan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) mengalami keterlambatan.


“Kami saat ini masih terkendala dengan operator SIKS-NG, tetapi kabar baiknya, rekrutmen sedang berjalan. Operator ini akan segera tersedia melalui alokasi CPNS tahun 2024,” jelas Sergius.


Selain itu, perwakilan dari BPKAD, Evert Sonny Mehani, mengajukan pertanyaan terkait pemanfaatan dashboard JKN untuk seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Mamberamo Raya. Menjawab pertanyaan tersebut, Hernawan menjelaskan bahwa akses dashboard JKN sudah diberikan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Mamberamo Raya.


“Kami sudah menyerahkan akses dashboard JKN kepada Dinas Kesehatan. Harapan kami, OPD lain dapat berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan untuk memanfaatkan aplikasi ini, baik untuk mengetahui data jumlah penduduk yang sudah atau belum terdaftar program JKN,” ungkap Hernawan.


Perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Mamberamo Raya, Hermanus Pamainai, juga memberikan gambaran mengenai anggaran kesehatan yang telah diinput pada Sistem Informasi Pengelolaan dan Perencanaan (SIPP). Menurutnya, anggaran yang telah disiapkan kurang lebih sebesar Rp7.850.000.000, termasuk di dalamnya anggaran untuk rujukan pasien. Namun, dalam forum ini disepakati bahwa jumlah peserta JKN yang diajukan tetap pada usulan awal, yakni 12.000 peserta, dengan total anggaran sebesar Rp5.443.200.000.


“Kami sepakat untuk mengikuti jumlah peserta awal dan anggaran yang telah diusulkan sebelumnya,” terang Hermanus.


Sementara itu, Kepala Bagian Hukum Kabupaten Mamberamo Raya, Matius Iknatius Tiert, menyoroti pentingnya validasi data peserta JKN, khususnya terkait dengan perpindahan domisili penduduk.


“Kami berharap BPJS Kesehatan dapat bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) agar data yang didaftarkan sesuai, terutama untuk memastikan apakah peserta masih berstatus warga Mamberamo Raya atau telah berpindah domisili,” ujar Matius.


Di akhir kegiatan, Hernawan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya atas kerjasama yang sudah terjalin baik. Ia juga mengusulkan agar dibentuk grup koordinasi khusus untuk menangani berbagai isu terkait JKN.


“Kami sangat menghargai kolaborasi yang telah terjalin. Jika ada kendala terkait pendaftaran atau validitas data peserta, keluhan peserta, maupun isu lainnya, kami bisa bentuk grup koordinasi khusus agar komunikasi lebih cepat dan efektif,” tutup Hernawan. (*** ).


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kesehatan

JAYAPURA ( bisnispapua.com) –BPJS Kesehatan terus berkomitmen menghadirkan layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mudah diakses oleh seluruh masyarakat, termasuk di wilayah dengan keterbatasan akses. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Program Layanan di Ujung Negeri (LANURI) yang dirangkaikan dengan Closing Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan mengusung tema “Hadir Lebih Dekat, Melayani Lebih Bermakna” dengan tagline “Mendengar, Menjangkau, dan Melindungi”.  Program LANURI merupakan implementasi optimalisasi layanan Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) dan BPJS Keliling untuk memperluas akses layanan administrasi kepesertaan JKN, khususnya bagi masyarakat di wilayah yang memiliki keterbatasan akses geografis.  Di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, LANURI dilaksanakan secara serentak di lima lokasi, yakni Koperasi Desa Merah Putih Koya Barat di Kota Jayapura melalui layanan VIOLA, Yonif TP-810/BEM di Kabupaten Jayapura melalui layanan BPJS Keliling, Puskesmas Timika Kabupaten Mimika, Puskesmas Arso III Kabupaten Keerom, serta Puskesmas Bagaiserwar Kabupaten Sarmi melalui layanan VIOLA. Masyarakat dapat memanfaatkan berbagai layanan administrasi JKN, mulai dari pendaftaran peserta baru, perubahan data kepesertaan, perubahan FKTP, registrasi Mobile JKN, hingga layanan informasi dan penanganan pengaduan.  Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Erika Verayanti Lumban Gaol, mengatakan bahwa pelaksanaan LANURI merupakan bentuk nyata komitmen BPJS Kesehatan untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses layanan JKN yang mudah, cepat, dan setara.  “Papua memiliki tantangan geografis yang tidak ringan. Karena itu, kami terus menghadirkan inovasi layanan agar masyarakat tidak perlu menempuh perjalanan jauh hanya untuk mengurus administrasi kepesertaan JKN. Melalui LANURI, kami ingin memastikan BPJS Kesehatan hadir lebih dekat dan mampu menjangkau masyarakat hingga ke pelosok,” ujar Erika Menurutnya, layanan VIOLA memungkinkan masyarakat memperoleh layanan administrasi, informasi, maupun penanganan pengaduan secara real time melalui video conference. Pelaksanaan layanan tersebut juga didukung kolaborasi dengan berbagai mitra, salah satunya Koperasi Desa Merah Putih, yang memiliki jaringan hingga tingkat desa dan kecamatan serta didukung akses internet. Sementara itu, BPJS Keliling menjadi layanan jemput bola yang semakin memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan administrasi JKN secara langsung.  Kehadiran LANURI mendapat apresiasi dari masyarakat. Ita Paulina, warga Koya Barat yang merupakan peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), mengaku Program JKN telah memberikan rasa aman bagi dirinya dan keluarga saat membutuhkan pelayanan kesehatan.  “Saya bersyukur menjadi peserta JKN karena biaya berobat sudah ditanggung pemerintah. Dengan adanya LANURI, kami juga bisa lebih mudah berkonsultasi dan mengurus administrasi BPJS Kesehatan tanpa harus datang jauh ke kantor cabang. Petugas memberikan penjelasan yang mudah dipahami sehingga masyarakat semakin mengerti tentang Program JKN,” ungkap Ita.  Secara nasional, Program LANURI dilaksanakan serentak di 558 titik kabupaten/kota yang melibatkan 126 Kantor Cabang BPJS Kesehatan sebagai bagian dari implementasi Quick Wins 100 Hari Direksi BPJS Kesehatan. Program ini menjadi salah satu upaya BPJS Kesehatan untuk memperluas akses layanan melalui kombinasi layanan digital dan jemput bola, sehingga manfaat Program JKN dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.  Menutup kegiatan tersebut, Erika berharap LANURI menjadi langkah awal untuk semakin memperkuat akses layanan JKN di Papua melalui kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan.   “Kami ingin masyarakat merasakan bahwa BPJS Kesehatan selalu hadir, tidak hanya melalui layanan digital, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat. Semangat LANURI adalah mendengar kebutuhan masyarakat, menjangkau hingga wilayah yang sulit diakses, dan memastikan setiap peserta memperoleh perlindungan kesehatan yang optimal melalui Program JKN,” tutup Erika. ( Pr/ Red )