Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Kesehatan

BPJS Kesehatan Berikan Kuliah Umum Mahasiswa Uncen

×

BPJS Kesehatan Berikan Kuliah Umum Mahasiswa Uncen

Sebarkan artikel ini
Deputi Direksi Wilayah XII BPJS Kesehatan Mangisi Raja Simarmata ketika memberikan kuliah umum di Universitas Cenderawsaih, Jayapura, Kamis (10/10) ( foto : Istimewa )
Deputi Direksi Wilayah XII BPJS Kesehatan Mangisi Raja Simarmata ketika memberikan kuliah umum di Universitas Cenderawsaih, Jayapura, Kamis (10/10) ( foto : Istimewa )
Example 468x60

JAYAPURA ( BIsnis Papua ) – BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah XII kali ini menyambangi Mahasiswa Universitas Cenderawasih dalam rangka Senior Leader Mengajar dalam bentuk pemberian mata Kuliah Umum yang bertemakan “Satu Dekade JKN, BPJS Kesehatan Kuat Berkualitas untuk Indonesia Semakin Sehat”. Kuliah umum yang langsung disampaikan oleh Deputi Direksi Wilayah XII BPJS Kesehatan Mangisi Raja Simarmata terkait dengan Fundamental Jaminan Kesehatan.

“Jaminan Sosial merupakan upaya bersama warga sebuah negara yang ditujukan agar sebanyak-banyaknya warga negara mendapatkan standar hidup minimal, serta untuk melindungi dari penurunan standar hidup yang disebabkan oleh risiko atas kejadian tertentu. Di Indonesia, jaminan sosial dan bantuan sosial merupakan bagian dari kebijakan umum tentang perlindungan sosial. Mulai diatur secara lebih terstruktur sejak krisis moneter tahun 1998,” ujar Mangisi dalam paparan Kuliah Umum.

Example 300x600

Mangisi menambahkan asuransi kesehatan sosial merupakan salah satu metode pendanaan publik, sebagai bagian dari sistem jaminan sosial sebuah negara. Tujuan utama asuransi kesehatan sosial untuk memastikan sebanyak-banyaknya warga sebuah negara mendapatkan pelayanan kesehatan, guna mengatasi tantangan karakteristik-karakteristik khusus dari pelayanan kasehatan (seperti; kegagalan pasar, ketidakseimbangan informasi, dan ketidakpastian).

“Terdapat tiga pilar utama penyelenggaraan asuransi sosial diantaranya revenue collection, risks pooling dan purchasing. Perbedaan paling mendasar antara asuransi kesehatan sosial dan asuransi kesehatan komersial adalah terletak pada metode perhitungan iuran atau premi. Askes Komersial dengan pendekatan individual rating, Askes Sosial dengan pendekatan community rating,” tutur Mangisi

Mangisi berharap keberlanjutan implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sangat membutuhkan dukungan banyak pihak salah satunya dengan pihak Universitas Cenderawasih, dimana dukungan tersebut dapat mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terdiri dari Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, serta Pengabdian kepada Masyarakat.

Sementara itu Rektor Universitas Cenderawasih yang diwakili oleh Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan Septinus Saa, menyampaikan ucapan terimakasih kepada BPJS Kesehatan yang telah memberikan materi Fundamental Jaminan Kesehatan pada kuliah umum saat ini.

“Kuliah Umum yang disampaikan oleh BPJS Kesehatan sangat tepat serta bermanfaat bagi mahasiswa kami untuk menambah wawasan terkait dengan Jaminan Sosial Kesehatan. Menurut kami hal ini sangat tepat agar mahasiswa dapat memahami situasi dan latar belakang dari Program JKN,” ucap Septinus pada sambutannya.

Septinus menambahkan, berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan kedepannya agar mahasiswa dapat memahami situasi yang terjadi. Pengetahuan mengenai Program JKN sangat perlu bagi mahasiswa dalam menambah ilmu pengetahuan.

“Kepada mahasiswa yang hadir untuk dapat mengimplementasikan materi yang diterima pada mata kuliah masing-masing fakultas. Selain itu, mahasiswa juga dapat menyampaikan informasi yang diterima dari kuliah umum kepada masyarakat,”tutup Septinus.

Kegiatan kuliah umum ini diikuti oleh 120 mahasiswa perwakilan dari sembilan fakultas dan tampak sangat antusias mengikuti kegiatan kuliah umum. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kesehatan

JAYAPURA ( bisnispapua.com) –BPJS Kesehatan terus berkomitmen menghadirkan layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mudah diakses oleh seluruh masyarakat, termasuk di wilayah dengan keterbatasan akses. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Program Layanan di Ujung Negeri (LANURI) yang dirangkaikan dengan Closing Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan mengusung tema “Hadir Lebih Dekat, Melayani Lebih Bermakna” dengan tagline “Mendengar, Menjangkau, dan Melindungi”.  Program LANURI merupakan implementasi optimalisasi layanan Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) dan BPJS Keliling untuk memperluas akses layanan administrasi kepesertaan JKN, khususnya bagi masyarakat di wilayah yang memiliki keterbatasan akses geografis.  Di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, LANURI dilaksanakan secara serentak di lima lokasi, yakni Koperasi Desa Merah Putih Koya Barat di Kota Jayapura melalui layanan VIOLA, Yonif TP-810/BEM di Kabupaten Jayapura melalui layanan BPJS Keliling, Puskesmas Timika Kabupaten Mimika, Puskesmas Arso III Kabupaten Keerom, serta Puskesmas Bagaiserwar Kabupaten Sarmi melalui layanan VIOLA. Masyarakat dapat memanfaatkan berbagai layanan administrasi JKN, mulai dari pendaftaran peserta baru, perubahan data kepesertaan, perubahan FKTP, registrasi Mobile JKN, hingga layanan informasi dan penanganan pengaduan.  Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Erika Verayanti Lumban Gaol, mengatakan bahwa pelaksanaan LANURI merupakan bentuk nyata komitmen BPJS Kesehatan untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses layanan JKN yang mudah, cepat, dan setara.  “Papua memiliki tantangan geografis yang tidak ringan. Karena itu, kami terus menghadirkan inovasi layanan agar masyarakat tidak perlu menempuh perjalanan jauh hanya untuk mengurus administrasi kepesertaan JKN. Melalui LANURI, kami ingin memastikan BPJS Kesehatan hadir lebih dekat dan mampu menjangkau masyarakat hingga ke pelosok,” ujar Erika Menurutnya, layanan VIOLA memungkinkan masyarakat memperoleh layanan administrasi, informasi, maupun penanganan pengaduan secara real time melalui video conference. Pelaksanaan layanan tersebut juga didukung kolaborasi dengan berbagai mitra, salah satunya Koperasi Desa Merah Putih, yang memiliki jaringan hingga tingkat desa dan kecamatan serta didukung akses internet. Sementara itu, BPJS Keliling menjadi layanan jemput bola yang semakin memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan administrasi JKN secara langsung.  Kehadiran LANURI mendapat apresiasi dari masyarakat. Ita Paulina, warga Koya Barat yang merupakan peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), mengaku Program JKN telah memberikan rasa aman bagi dirinya dan keluarga saat membutuhkan pelayanan kesehatan.  “Saya bersyukur menjadi peserta JKN karena biaya berobat sudah ditanggung pemerintah. Dengan adanya LANURI, kami juga bisa lebih mudah berkonsultasi dan mengurus administrasi BPJS Kesehatan tanpa harus datang jauh ke kantor cabang. Petugas memberikan penjelasan yang mudah dipahami sehingga masyarakat semakin mengerti tentang Program JKN,” ungkap Ita.  Secara nasional, Program LANURI dilaksanakan serentak di 558 titik kabupaten/kota yang melibatkan 126 Kantor Cabang BPJS Kesehatan sebagai bagian dari implementasi Quick Wins 100 Hari Direksi BPJS Kesehatan. Program ini menjadi salah satu upaya BPJS Kesehatan untuk memperluas akses layanan melalui kombinasi layanan digital dan jemput bola, sehingga manfaat Program JKN dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.  Menutup kegiatan tersebut, Erika berharap LANURI menjadi langkah awal untuk semakin memperkuat akses layanan JKN di Papua melalui kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan.   “Kami ingin masyarakat merasakan bahwa BPJS Kesehatan selalu hadir, tidak hanya melalui layanan digital, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat. Semangat LANURI adalah mendengar kebutuhan masyarakat, menjangkau hingga wilayah yang sulit diakses, dan memastikan setiap peserta memperoleh perlindungan kesehatan yang optimal melalui Program JKN,” tutup Erika. ( Pr/ Red )