Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Kesehatan

Bayar Iuran Rp35 Ribu, Risa Jalani Operasi Tumor Gratis Lewat JKN

×

Bayar Iuran Rp35 Ribu, Risa Jalani Operasi Tumor Gratis Lewat JKN

Sebarkan artikel ini
Risa Yani, seorang ibu rumah tangga yang baru saja menjalani prosedur operasi akibat tumor yang dideritanya. Sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).( Foto : Istimewa )
Risa Yani, seorang ibu rumah tangga yang baru saja menjalani prosedur operasi akibat tumor yang dideritanya. Sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).( Foto : Istimewa )
Example 468x60

JAYAPURA ( bisnispapua.com ) – Kesehatan adalah aset paling berharga, yang sering kali baru disadari saat sakit datang menyapa. Hal inilah yang dirasakan oleh Risa Yani, seorang ibu rumah tangga yang baru saja menjalani prosedur operasi akibat tumor yang dideritanya. Sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Risa tidak perlu khawatir biaya operasi yang mahal, sehingga ia bisa fokus pada proses pemulihan.

Example 300x600

Semua bermula saat perutnya tiba tiba merasakan sakit yang membuat Risa merasa tidak nyaman untuk berkatifitas, mulai dari nyeri hingga demam akhirnya ia memutuskan untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

“Awalnya perut saya tiba tiba sakit nyeri, sampai demam juga. Karena nyeri diperut saya tidak mereda, akhirnya saya segera periksa ke Puskesmas Koya Barat. Hasil pemeriksaan dokter menyatakan kalau saya butuh penanganan serius di rumah sakit. Lalu saya diberi rujukan ke rumah sakit untuk diperiksa, dokter mendiagnosa saya terkena tumor dinding abdomen sehingga diperlukan tindakan operasi.”ungkap Risa

Ketika ditemui saat menjalani masa pemulihan pasca operasi di RSUD Ramela, Jumat (5/12), Risa menceritakan betapa bermanfaatnya program JKN yang ia gunakan selama masa pengobatan di fasilitas kesehatan. Mulai dari pelayanan hingga ketersediaan obat yang menunjang masa pemulihannya.

“Saya tidak menyangka ternyata BPJS Kesehatan bisa menanggung biaya operasi pengangkatan tumor, padahal saya hanya bayar iuran 35 ribu per bulan. Saya sangat bersyukur terdaftar sebagai peserta JKN, walaupun saya hanya terdaftar sebagai peserta kelas III pelayaan yang diberikan sama dan tetap optimal. Untuk obat yang diresepkan juga sangat membantu, disamping gratis obat yang diresepkan selalu tersedia, sehingga saya tidak pernah putus obat selama perawatan.” Ucapnya. 

Menanggapi hal tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Hernawan Priyastomo, mengungkapkan bahwa pelayanan yang didapatkan Risa berkat iuran yang dibayarkan oleh seluruh masyarakat secara gotong royong. 

”BPJS Kesehatan telah membiayai banyak penyakit berbiaya mahal sejak tahun 2014. Iuran yang kita bayarkan setiap bulan bisa menolong peserta JKN lain yang perlu berobat, manfaat inilah yang dirasakan Risa. Terlebih lagi jika penyakitnya mahal atau bahkan harus menjalani seumur hidup,” ungkap Hernawan. 

Lebih lanjut, Hernawan juga menyampaikan bahwa pelayanan yang didapat Risa merupakan hasil dari kolaborasi dan koordinasi yang baik antara BPJS Kesehatan dengan fasilitas kesehatan.

“Kami berupaya optimal untuk secara konsisten melakukan monitoring dan evaluasi pelayanan kesehatan, baik itu dari segi administrasi, substansi layanan, maupun saran dan masukan demi meningkatkan pelayanan JKN di fasilitas kesehatan,”ujar Hernawan. 

Terakhir, Hernawan menghimbau agar masyarakat yang terdaftar sebagai peserta mandiri agar rutin membayar iuran sebelum tanggal 10 setiap bulannya. Menurutnya, agar ketika masyarakat membutuhkan layanan kesehatan, mereka bisa mengandalkan JKN kapan saja dan dimana saja.

“Yuk rutin membayar iuran JKN tepat waktu sebelum tanggal 10, agar status kepesertaan tetap aktif dan terhindar dari denda pelayanan rawat inap. Dengan rutin membayar iuran, kita tidak hanya menolong diri sendiri tapi juga jutaan peserta JKN yang membutuhkan.” Tutup Hernawan. ( Pr / Red ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kesehatan

JAYAPURA ( bisnispapua.com) –BPJS Kesehatan terus berkomitmen menghadirkan layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mudah diakses oleh seluruh masyarakat, termasuk di wilayah dengan keterbatasan akses. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Program Layanan di Ujung Negeri (LANURI) yang dirangkaikan dengan Closing Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan mengusung tema “Hadir Lebih Dekat, Melayani Lebih Bermakna” dengan tagline “Mendengar, Menjangkau, dan Melindungi”.  Program LANURI merupakan implementasi optimalisasi layanan Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) dan BPJS Keliling untuk memperluas akses layanan administrasi kepesertaan JKN, khususnya bagi masyarakat di wilayah yang memiliki keterbatasan akses geografis.  Di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, LANURI dilaksanakan secara serentak di lima lokasi, yakni Koperasi Desa Merah Putih Koya Barat di Kota Jayapura melalui layanan VIOLA, Yonif TP-810/BEM di Kabupaten Jayapura melalui layanan BPJS Keliling, Puskesmas Timika Kabupaten Mimika, Puskesmas Arso III Kabupaten Keerom, serta Puskesmas Bagaiserwar Kabupaten Sarmi melalui layanan VIOLA. Masyarakat dapat memanfaatkan berbagai layanan administrasi JKN, mulai dari pendaftaran peserta baru, perubahan data kepesertaan, perubahan FKTP, registrasi Mobile JKN, hingga layanan informasi dan penanganan pengaduan.  Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Erika Verayanti Lumban Gaol, mengatakan bahwa pelaksanaan LANURI merupakan bentuk nyata komitmen BPJS Kesehatan untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses layanan JKN yang mudah, cepat, dan setara.  “Papua memiliki tantangan geografis yang tidak ringan. Karena itu, kami terus menghadirkan inovasi layanan agar masyarakat tidak perlu menempuh perjalanan jauh hanya untuk mengurus administrasi kepesertaan JKN. Melalui LANURI, kami ingin memastikan BPJS Kesehatan hadir lebih dekat dan mampu menjangkau masyarakat hingga ke pelosok,” ujar Erika Menurutnya, layanan VIOLA memungkinkan masyarakat memperoleh layanan administrasi, informasi, maupun penanganan pengaduan secara real time melalui video conference. Pelaksanaan layanan tersebut juga didukung kolaborasi dengan berbagai mitra, salah satunya Koperasi Desa Merah Putih, yang memiliki jaringan hingga tingkat desa dan kecamatan serta didukung akses internet. Sementara itu, BPJS Keliling menjadi layanan jemput bola yang semakin memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan administrasi JKN secara langsung.  Kehadiran LANURI mendapat apresiasi dari masyarakat. Ita Paulina, warga Koya Barat yang merupakan peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), mengaku Program JKN telah memberikan rasa aman bagi dirinya dan keluarga saat membutuhkan pelayanan kesehatan.  “Saya bersyukur menjadi peserta JKN karena biaya berobat sudah ditanggung pemerintah. Dengan adanya LANURI, kami juga bisa lebih mudah berkonsultasi dan mengurus administrasi BPJS Kesehatan tanpa harus datang jauh ke kantor cabang. Petugas memberikan penjelasan yang mudah dipahami sehingga masyarakat semakin mengerti tentang Program JKN,” ungkap Ita.  Secara nasional, Program LANURI dilaksanakan serentak di 558 titik kabupaten/kota yang melibatkan 126 Kantor Cabang BPJS Kesehatan sebagai bagian dari implementasi Quick Wins 100 Hari Direksi BPJS Kesehatan. Program ini menjadi salah satu upaya BPJS Kesehatan untuk memperluas akses layanan melalui kombinasi layanan digital dan jemput bola, sehingga manfaat Program JKN dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.  Menutup kegiatan tersebut, Erika berharap LANURI menjadi langkah awal untuk semakin memperkuat akses layanan JKN di Papua melalui kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan.   “Kami ingin masyarakat merasakan bahwa BPJS Kesehatan selalu hadir, tidak hanya melalui layanan digital, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat. Semangat LANURI adalah mendengar kebutuhan masyarakat, menjangkau hingga wilayah yang sulit diakses, dan memastikan setiap peserta memperoleh perlindungan kesehatan yang optimal melalui Program JKN,” tutup Erika. ( Pr/ Red )