Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Ekonomi

11.000 Ton Beras Impor Vietnam Masuk Papua

×

11.000 Ton Beras Impor Vietnam Masuk Papua

Sebarkan artikel ini
Proses pemeriksaan dan pembongkaran beras impor asal Vietnam diatas kapal NV AN BINH 18, Vietnam. ( Foto: Muhammad Kasim )
Proses pemeriksaan dan pembongkaran beras impor asal Vietnam diatas kapal NV AN BINH 18, Vietnam. ( Foto: Muhammad Kasim )
Example 468x60

JAYAPURA ( Bisnis Papua )-  Sebanyak 4000 ton beras  Impor asal  Vietnam tiba di pelabuhan Jayapura, Papua, Selasa ( 7/11/2023) malam. Sebelumnya sebanyak 7000 ton beras yang sama juga masuk di pelabuhan Sorong Papua Barat.

” Tadi malam Kapal NV AN BINH 18  dari Vietnam sudah tiba di Jayapura , prosesnya juga sudah dilakukan bersama dengan dinas terkait, Bea Cukai, Karantina Kesehatan,dan Pelindo,” ungkap Pimpinan Perum Bulog Kantor Wilayah Papua dan Papua Barat, Raden Guna Dharma yang diakrab disapa Awan,Rabu ( 8/11/2023).

Example 300x600

Kemudian, lanjut Awan, pagi ini beras tersebut dilakukan pembongkaran, setelah proses pembukaan dari Bea Cukai. Estimasi proses pembongkaran dari kapal hingga kegudang bulog diperkirakan selama 4 hingga 5 hari.

“beras impor ini plafon kita atau kuota kita di Papua itu sekitar 11.000 ton yang terbagi sebanyak 7.000 ton sudah selesai kemarin dilakukan pembongkaran di Sorong Papua Barat, kemudian 4.000 hari ini di Jayapura, Papua” ungkapnya.

Lanjut Awan, dengan masuknya beras impor tersebut stok yang ada saat ini sebanyak 43.000 ton dengan ketahanan enam bulan kedepan.

” artinya ini enam bulan kedepan itu stok kita itu masih aman ” ujar Awan.

Awan menerangkan, untuk sementara pelabuhan yang bisa bersandar untuk kapal impor itu baru Sorong dan Jayapura. Kemungkinan nanti di Desember 2023 dan Januari 2024, untuk Jayapura akan ditambah kuotanya jadi 11.000 ton untuk tahap kedua. 

Stok yang ada saat ini nantinya akan dilakukan penyaluran untuk 4 ( empat )jalur distribusi, yang pertama untuk bantuan pangan karena ada penambahan kuota dibulan Desember 2023, selanjutnya ASN/TNI POLRI, SPHP atau Operasi Pasar, dan untuk cadangan pangan bila ada terjadi bencana.

“Sebenarnya  perlu diketahui bahwa Beras kita saat ini adalah kualitas premium tapi penggunaannnya itu adalah untuk beras medium atau untuk Publik Service Obligasi ( PSO )/subsidi pemerintah” terangnya.

Ditambahkan Awan, pihaknya sendiri sudah berkomitmen sesuai arahan Presiden Jokowi  maupun  Dirut Bulog  bahwa untuk penggunaan beras khususnya pada jalur distribusi tetap  menggunakan beras premium.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *