Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Triwulan III 2024, Penjualan Motor Honda di Jayapura Tumbuh 35 Persen

×

Triwulan III 2024, Penjualan Motor Honda di Jayapura Tumbuh 35 Persen

Sebarkan artikel ini
Kepala Cabang Astra Motor Entrop Jayapura, Ariyanto. ( Foto : Muhammad Kasim )
Kepala Cabang Astra Motor Entrop Jayapura, Ariyanto. ( Foto : Muhammad Kasim )
Example 468x60

JAYAPURA ( Bisnis Papua ) – Penjualan Motor  Honda di Jayapura pada triwulan  III ( tiga ) 2024 tumbuh 35 persen dibanding periode sebelumnya.

 ” Khusus di Jayapura, dari triwulan pertama dengan triwulan kedua penjualan naik.Tapi kalau kita lihat di triwulan ketiga ini lebih signifikan, penjualan tumbuh 35 persen” ujar Kepala Cabang Astra Motor Entrop Ariyanto kepada Bisnis Papua, Jumat ( 6/9/2024).

Example 300x600

Dia mengungkapkan, hingga saat ini penjualan Honda rerata 315 unit perbulan dibandingkan pada semester pertama sebanyak kurang lebih 225 unit perbulan.

Ariyanto menyebutkan, beberapa faktor yang berdampak penjualan Honda tumbuh signifikan, diantaranya anggaran pemerintah yang sudah mulai dikucurkan, sehingga berdampak pula pada pertumbuhan ekonomi.

” Faktor dari segi market lagi bertumbuh, kalau kita lihat anggaran pemerintah sudah mulai dikucurkan yang berdampak ekonomi sudah mulai membaik, harga harga ada peningkatan dari  komoditas juga. Itu semua berdampak bagi penjualan kita ” jelas Ariyanto.

Selain itu, lanjutnya, di semester dua ini ada produk baru Honda yaitu Beat dan Vario yang juga berdampak pada penjualan.

Dari berbagai jenis produk yang ditawarkan 80 persen didominasi jenis matic. Dari total matic yang terjual kontribusi terbesar adalah Honda Beat. Sebagian besar konsumennya dari segmen golongan jasa dan pedagang.

 ” Dari total penjualan didominasi Beat series kontribusi  70 persen, kemudian Scoopy dan Vario. Pedagang salah satu konsumen terbesar kita” ungkap Ariyanto.

Menurutnya, adapun upaya Honda untuk menarik konsumen, dengan menggelar berbagai program menarik yang bermanfaat bagi konsumen, diantaranya garansi rangka, gratis service, kelistrikan dan mesin berlaku sesuai dan syarat dan ketentuan.

” Salah satu keuntungan konsumen yang diberikan Honda , ada garansi rangka 5 tahun, mesin 3 tahun, fasilitas oli gratis dan service hingga setahun dihonda dengan syarat dan ketentuan berlaku” ujar Ariyanto.

Selain itu, lanjutnya ada juga promo yang diberikan seperti DP murah, angsuran ringan, potongan sampai 3 bulan, berlaku untuk beberapa type Honda.

” memang tidak semua sama beda beda segmen. Semuanya merupakan salah satu program untuk menarik konsumen.Jadi ada program yang dalam bentuk garansi dan ada juga gratis service dan oli” jelas Ariyanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

JAYAPURA ( bisnispapua.com ) -Hanya karena ingin menghemat beberapa menit perjalanan, sebagian pengendara masih nekat mengambil jalan pintas dengan melawan arus lalu lintas. Kebiasaan yang kerap dianggap sepele tersebut justru menjadi salah satu penyebab tingginya risiko kecelakaan di jalan raya.  Fenomena ini masih mudah ditemui di berbagai daerah, termasuk di Kota Jayapura. Di sejumlah titik, seperti kawasan Ring Road, Entrop, Kamkey Abepura hingga beberapa ruas jalan lainnya, pengendara sepeda motor yang melawan arus masih menjadi pemandangan yang hampir terjadi setiap hari. Tidak sedikit pengguna jalan yang akhirnya menganggap perilaku tersebut sebagai hal yang biasa, padahal tindakan tersebut jelas melanggar aturan dan membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.  Ironisnya, pelanggaran tersebut tetap terjadi meskipun berbagai upaya telah dilakukan oleh para pemangku kepentingan. Direktorat Lalu Lintas Polda Papua bersama Dinas Perhubungan secara rutin melakukan pengaturan lalu lintas dan penegakan hukum. Berbagai fasilitas keselamatan seperti water barrier, traffic cone, pagar pembatas, marka jalan, hingga rambu larangan melawan arus juga telah dipasang di sejumlah titik rawan. Namun, fasilitas tersebut belum sepenuhnya mampu mengubah perilaku sebagian pengendara.  Alasan yang sering dikemukakan pun hampir selalu sama, yaitu tidak ingin memutar terlalu jauh, ingin menghemat waktu, atau merasa sudah memahami kondisi jalan sehingga yakin dapat menghindari kendaraan dari arah berlawanan. Padahal, keputusan tersebut justru menciptakan potensi bahaya yang jauh lebih besar.  Jalan raya dirancang dengan sistem lalu lintas yang memungkinkan setiap pengguna jalan dapat memperkirakan arah datangnya kendaraan lain. Ketika ada kendaraan yang muncul dari arah berlawanan secara tiba-tiba, waktu pengendara lain untuk bereaksi menjadi sangat terbatas. Kondisi inilah yang sering menjadi pemicu kecelakaan, baik tabrakan frontal maupun kecelakaan beruntun.  Yang lebih mengkhawatirkan, perilaku melawan arus perlahan berubah menjadi budaya yang dianggap lumrah. Ketika satu pengendara melakukannya tanpa mendapatkan teguran, pengendara lain cenderung mengikuti. Akibatnya, pelanggaran yang semestinya dicegah justru menjadi kebiasaan yang terus berulang.  Melawan arus bukan sekadar melanggar rambu lalu lintas, tetapi merupakan bentuk pengabaian terhadap hak pengguna jalan lain untuk berkendara dengan aman. Setiap pengendara memiliki hak untuk merasa aman saat menggunakan jalan, dan hak tersebut hanya dapat terwujud apabila seluruh pengguna jalan saling menghormati aturan yang berlaku.  Keselamatan lalu lintas tidak hanya ditentukan oleh kualitas infrastruktur, kelengkapan rambu, atau kehadiran petugas di lapangan. Faktor yang paling menentukan adalah perilaku manusia itu sendiri. Sebagus apa pun jalan yang dibangun, selengkap apa pun fasilitas keselamatan yang disediakan, semuanya tidak akan berarti apabila pengguna jalan masih mengabaikan aturan.  Oleh karena itu, sudah saatnya masyarakat membangun budaya berlalu lintas yang lebih disiplin. Memilih tetap berada di jalur yang benar, mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta saling menghargai sesama pengguna jalan merupakan langkah sederhana yang dapat menyelamatkan banyak nyawa.  Jalan raya adalah ruang bersama. Keselamatan di dalamnya bukan lahir dari keberuntungan, melainkan dari kepatuhan setiap pengguna jalan terhadap aturan. Jangan korbankan keselamatan hanya demi mempersingkat perjalanan. Karena sampai di tujuan dengan selamat akan selalu lebih berharga daripada tiba beberapa menit lebih cepat. ( Rilis )