Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaEkonomi

Telkomsel Perkuat Jaringan dan Layanan Nataru di Papua–Maluku

×

Telkomsel Perkuat Jaringan dan Layanan Nataru di Papua–Maluku

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto : ( kiri-kanan ) General Manager Region Network Operations and Productivity Telkomsel Maluku and Papua, Fredy Siswanto,General Manager Household Consumer Business Telkomsel Region Maluku and Papua, Agus Sumirat,General Manager Mobile Consumer Business Telkomsel Region Maluku and Papua, Fajri Adi Firmansyah. ( Foto : Istimewa )
Keterangan Foto : ( kiri-kanan ) General Manager Region Network Operations and Productivity Telkomsel Maluku and Papua, Fredy Siswanto,General Manager Household Consumer Business Telkomsel Region Maluku and Papua, Agus Sumirat,General Manager Mobile Consumer Business Telkomsel Region Maluku and Papua, Fajri Adi Firmansyah. ( Foto : Istimewa )
Example 468x60

JAYAPURA (bisnispapua.com) – Menyambut perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (NARU), Telkomsel wilayah Papua dan Maluku menegaskan komitmennya untuk #MelayaniSepenuhHati melalui penyediaan jaringan yang andal, layanan pelanggan yang mudah dijangkau, serta ragam produk dan penawaran digital untuk mendukung pengalaman terbaik bagi masyarakat.

Example 300x600

Kesiapan Jaringan untuk puncak trafik
Telkomsel memproyeksikan lonjakan trafik data hingga 23 persen selama periode NARU di wilayah Papua dan Maluku.

Untuk menjaga kualitas layanan di momen dengan aktivitas komunikasi tertinggi tersebut, Telkomsel telah melakukan optimalisasi jaringan 4G dan 5G di 23 titik keramaian, termasuk pusat perbelanjaan, jalur mudik, bandara, pelabuhan, kawasan residensial, dan rumah ibadah.

Pada akhir 2025, jaringan 5G Telkomsel di Papua dan Maluku akan diperkuat dengan lebih dari 40 BTS 5G, didukung penerapan teknologi AI Autonomous Network untuk menjaga stabilitas dan kualitas layanan. Upaya peningkatan layanan internet rumah juga dilakukan melalui modernisasi perangkat dan langkah perbaikan proaktif.

General Manager Region Network Operations and Productivity Telkomsel Maluku and Papua, Fredy Siswanto, menegaskan komitmen perusahaan untuk menjaga kualitas konektivitas di momen penuh kebersamaan Nataru.

“Dengan penguatan jaringan dan teknologi terdepan, kami berkomitmen menjaga kualitas konektivitas agar setiap momen kebersamaan dapat dinikmati dengan lancar,” ujar Fredy didampingi General Manager Mobile Consumer Business Telkomsel Region Maluku and Papua, Fajri Adi Firmansyah,General Manager Household Consumer Business Telkomsel Region Maluku and Papua, Agus Sumirat, pada kegiatan media update Telkomsel Regional Maluku Papua, di Jayapura,Selasa ( 9/12)

Fredy menambahkan, Telkomsel juga menyiapkan layanan migrasi SIM/eSIM, bantuan aplikasi MyTelkomsel, penukaran Telkomsel POIN, serta membuka 23 Posko Layanan Siaga di berbagai lokasi strategis. Layanan pelanggan tetap dapat diakses melalui GraPARI, Call Center 188, website telkomsel.com, aplikasi MyTelkomsel, media sosial @Telkomsel, serta jaringan luas mitra Outlet Siaga.

Penguatan Produk dan Layanan Mobile
Telkomsel tetap menghadirkan produk unggulan seperti SIMPATI dan HALO+.
SIMPATI menawarkan paket kuota 3GB selama 30 hari, bonus 30 menit telepon, 30 SMS, serta akses ke layanan digital seperti streaming film dan musik. HALO+ menyediakan kuota hingga 350GB dengan harga tetap dan bonus layanan digital yang sama.

Setelah meluncurkan jaringan Hyper 5G pertama di Papua dan Maluku, pelanggan SIMPATI kini dapat membeli paket Hyper 5G mulai dari 5GB seharga Rp10.000 untuk satu hari, hingga paket SuperSeru 5G dengan kuota 70GB selama 28 hari.

“Pengguna cukup memastikan perangkat dan kartunya mendukung 5G, berada di area terjangkau 5G, dan mengaktifkan pengaturan 5G,” jelas Fredy.

General Manager Mobile Consumer Business Telkomsel Region Maluku and Papua, Fajri Adi Firmansyah, menyampaikan bahwa Telkomsel memastikan akses layanan yang mudah di seluruh kanal digital maupun fisik selama periode NARU.

“Seluruh tim kami siaga untuk melayani sepenuh hati, memberikan pengalaman yang nyaman dan bersahabat bagi semua kalangan,” ucapnya.

Hingga Desember 2025, layanan internet rumah IndiHome di Papua dan Maluku telah mencapai 214 ribu line in service, didukung 41 ribu ODP dan lebih dari 108 ribu port siap jual di 41 kabupaten. Jaringan ini mencakup kota-kota utama seperti Jayapura, Sorong, Ambon, dan Timika.

IndiHome menyediakan paket internet 50–200 Mbps dengan pilihan hiburan digital seperti OTT, aplikasi streaming, dan ratusan saluran TV lokal dan internasional.

Telkomsel juga memperluas layanan konvergensi Telkomsel One, yang menggabungkan internet rumah IndiHome dengan kuota mobile dalam satu paket.

Dengan harga mulai Rp345 ribu, pelanggan dapat menikmati kecepatan hingga 300 Mbps serta bonus kuota keluarga 15–30GB yang dapat dibagi hingga enam anggota.Paket sudah termasuk akses ke berbagai layanan streaming seperti Prime Video, Vidio, Lionsgate Play, dan Viu.

General Manager Household Consumer Business Telkomsel Region Maluku and Papua, Agus Sumirat, menyatakan bahwa layanan IndiHome dan Telkomsel One dirancang untuk mempererat kebersamaan keluarga melalui konektivitas yang stabil.

“Harapan kami, masyarakat Papua dan Maluku dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan penuh sukacita, ditemani konektivitas yang mempererat hubungan di setiap rumah,” ujarnya. (Editor: Muhammad Kasim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

JAYAPURA ( bisnispapua.com ) -Hanya karena ingin menghemat beberapa menit perjalanan, sebagian pengendara masih nekat mengambil jalan pintas dengan melawan arus lalu lintas. Kebiasaan yang kerap dianggap sepele tersebut justru menjadi salah satu penyebab tingginya risiko kecelakaan di jalan raya.  Fenomena ini masih mudah ditemui di berbagai daerah, termasuk di Kota Jayapura. Di sejumlah titik, seperti kawasan Ring Road, Entrop, Kamkey Abepura hingga beberapa ruas jalan lainnya, pengendara sepeda motor yang melawan arus masih menjadi pemandangan yang hampir terjadi setiap hari. Tidak sedikit pengguna jalan yang akhirnya menganggap perilaku tersebut sebagai hal yang biasa, padahal tindakan tersebut jelas melanggar aturan dan membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.  Ironisnya, pelanggaran tersebut tetap terjadi meskipun berbagai upaya telah dilakukan oleh para pemangku kepentingan. Direktorat Lalu Lintas Polda Papua bersama Dinas Perhubungan secara rutin melakukan pengaturan lalu lintas dan penegakan hukum. Berbagai fasilitas keselamatan seperti water barrier, traffic cone, pagar pembatas, marka jalan, hingga rambu larangan melawan arus juga telah dipasang di sejumlah titik rawan. Namun, fasilitas tersebut belum sepenuhnya mampu mengubah perilaku sebagian pengendara.  Alasan yang sering dikemukakan pun hampir selalu sama, yaitu tidak ingin memutar terlalu jauh, ingin menghemat waktu, atau merasa sudah memahami kondisi jalan sehingga yakin dapat menghindari kendaraan dari arah berlawanan. Padahal, keputusan tersebut justru menciptakan potensi bahaya yang jauh lebih besar.  Jalan raya dirancang dengan sistem lalu lintas yang memungkinkan setiap pengguna jalan dapat memperkirakan arah datangnya kendaraan lain. Ketika ada kendaraan yang muncul dari arah berlawanan secara tiba-tiba, waktu pengendara lain untuk bereaksi menjadi sangat terbatas. Kondisi inilah yang sering menjadi pemicu kecelakaan, baik tabrakan frontal maupun kecelakaan beruntun.  Yang lebih mengkhawatirkan, perilaku melawan arus perlahan berubah menjadi budaya yang dianggap lumrah. Ketika satu pengendara melakukannya tanpa mendapatkan teguran, pengendara lain cenderung mengikuti. Akibatnya, pelanggaran yang semestinya dicegah justru menjadi kebiasaan yang terus berulang.  Melawan arus bukan sekadar melanggar rambu lalu lintas, tetapi merupakan bentuk pengabaian terhadap hak pengguna jalan lain untuk berkendara dengan aman. Setiap pengendara memiliki hak untuk merasa aman saat menggunakan jalan, dan hak tersebut hanya dapat terwujud apabila seluruh pengguna jalan saling menghormati aturan yang berlaku.  Keselamatan lalu lintas tidak hanya ditentukan oleh kualitas infrastruktur, kelengkapan rambu, atau kehadiran petugas di lapangan. Faktor yang paling menentukan adalah perilaku manusia itu sendiri. Sebagus apa pun jalan yang dibangun, selengkap apa pun fasilitas keselamatan yang disediakan, semuanya tidak akan berarti apabila pengguna jalan masih mengabaikan aturan.  Oleh karena itu, sudah saatnya masyarakat membangun budaya berlalu lintas yang lebih disiplin. Memilih tetap berada di jalur yang benar, mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta saling menghargai sesama pengguna jalan merupakan langkah sederhana yang dapat menyelamatkan banyak nyawa.  Jalan raya adalah ruang bersama. Keselamatan di dalamnya bukan lahir dari keberuntungan, melainkan dari kepatuhan setiap pengguna jalan terhadap aturan. Jangan korbankan keselamatan hanya demi mempersingkat perjalanan. Karena sampai di tujuan dengan selamat akan selalu lebih berharga daripada tiba beberapa menit lebih cepat. ( Rilis )