Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaRagam

Telkomsel Optimalisasi Jaringan dan Layanan Broadband Dukung Pelaksanaan Kongres Masyarakat Adat Nusantara VI

×

Telkomsel Optimalisasi Jaringan dan Layanan Broadband Dukung Pelaksanaan Kongres Masyarakat Adat Nusantara VI

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAYAPURA ( Bisnispapua.com ) -Telkomsel sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, memastikan kesiapan infrastruktur dalam mendukung kenyamanan konektivitas digital selama rangkaian kegiatan Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI yang digelar pada 24-30 Oktober 2022 di Kabupaten Jayapura.

Manager Network Service Telkomsel, Heri Suryanto mengatakan Telkomsel saat ini telah melakukan optimalisasi jaringan yang menjangkau sejumlah titik gelaran kegiatan KMAN VI di Tanah Tabi.

Example 300x600

Total ada 17 titik, mulai dari titik kedatangan para peserta di Bandara Sentani, Stadion Barnabas Youwe, Lapangan Theis, Pantai Khalkote, hingga Kampung Enggros.

Selain itu, sejumlah venue seperti Obhe Sereh, Obhe Puspenka, Obhe Nendali, dan lainnya juga kami pastikan jaringan yang tersedia dapat bekerja secara optimal.

Total sebanyak 19 titik BTS sudah dilakukan optimalisasi guna mengantisipasi potensi lonjakan trafik komunikasi yang tinggi di sejumlah titik selama kegiatan berlangsung.

“Kami senantiasa melakukan monitoring perangkat dan melakukan experience test secara berkala di area hotel, penginapan, lokasi acara, hingga tempat destinasi wisata guna menghadirkan akses jaringan broadband berteknologi terdepan dan pengalaman aktivitas digital yang prima bagi seluruh tamu dan peserta selama mengikuti rangkaian kegiatan KMAN VI,” terang Heri.

Sementara itu, Manager Telkomsel Branch Jayapura Nur Syaiful Annas mengungkapkan Telkomsel juga menghadirkan tiga titik booth layanan dan penjualan produk Telkomsel yang berlokasi di Kampung Yoboi tempat berlangsungnya Festival Ulat Sagu yang juga masuk dalam rangkaian kegiatan KMAN VI, Puskesmas Lama (Bandara Sentani), dan Stadion Barnabas Youwe.

“Melalui booth yang kami sediakan, pelanggan dapat melakukan penukaran Telkomsel POIN, pembelian Telkomsel Orbit, serta pengisian pulsa dan pembelian paket layanan data/internet unggulan. Bagi pelanggan yang masih menggunakan kartu SIM lama, dapat melakukan migrasi kartu di sini. Hal ini untuk memberikan kemudahan bagi para tamu dan wisatawan yang hadir di Kampung Yoboi dalam mengakses produk dan layanan terdepan dari Telkomsel,” kata Annas.

“Kami berharap pelanggan dapat dengan nyaman berkomunikasi dan mengunggah foto atau video melalui media sosial. Semoga melalui KMAN VI ini ini dapat melestarikan keberagaman adat dan budaya dari seluruh negeri serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi khususnya di wilayah Kabupaten Jayapura sebagai tuan rumah,” pungkas Annas. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

JAYAPURA ( bisnispapua.com ) -Hanya karena ingin menghemat beberapa menit perjalanan, sebagian pengendara masih nekat mengambil jalan pintas dengan melawan arus lalu lintas. Kebiasaan yang kerap dianggap sepele tersebut justru menjadi salah satu penyebab tingginya risiko kecelakaan di jalan raya.  Fenomena ini masih mudah ditemui di berbagai daerah, termasuk di Kota Jayapura. Di sejumlah titik, seperti kawasan Ring Road, Entrop, Kamkey Abepura hingga beberapa ruas jalan lainnya, pengendara sepeda motor yang melawan arus masih menjadi pemandangan yang hampir terjadi setiap hari. Tidak sedikit pengguna jalan yang akhirnya menganggap perilaku tersebut sebagai hal yang biasa, padahal tindakan tersebut jelas melanggar aturan dan membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.  Ironisnya, pelanggaran tersebut tetap terjadi meskipun berbagai upaya telah dilakukan oleh para pemangku kepentingan. Direktorat Lalu Lintas Polda Papua bersama Dinas Perhubungan secara rutin melakukan pengaturan lalu lintas dan penegakan hukum. Berbagai fasilitas keselamatan seperti water barrier, traffic cone, pagar pembatas, marka jalan, hingga rambu larangan melawan arus juga telah dipasang di sejumlah titik rawan. Namun, fasilitas tersebut belum sepenuhnya mampu mengubah perilaku sebagian pengendara.  Alasan yang sering dikemukakan pun hampir selalu sama, yaitu tidak ingin memutar terlalu jauh, ingin menghemat waktu, atau merasa sudah memahami kondisi jalan sehingga yakin dapat menghindari kendaraan dari arah berlawanan. Padahal, keputusan tersebut justru menciptakan potensi bahaya yang jauh lebih besar.  Jalan raya dirancang dengan sistem lalu lintas yang memungkinkan setiap pengguna jalan dapat memperkirakan arah datangnya kendaraan lain. Ketika ada kendaraan yang muncul dari arah berlawanan secara tiba-tiba, waktu pengendara lain untuk bereaksi menjadi sangat terbatas. Kondisi inilah yang sering menjadi pemicu kecelakaan, baik tabrakan frontal maupun kecelakaan beruntun.  Yang lebih mengkhawatirkan, perilaku melawan arus perlahan berubah menjadi budaya yang dianggap lumrah. Ketika satu pengendara melakukannya tanpa mendapatkan teguran, pengendara lain cenderung mengikuti. Akibatnya, pelanggaran yang semestinya dicegah justru menjadi kebiasaan yang terus berulang.  Melawan arus bukan sekadar melanggar rambu lalu lintas, tetapi merupakan bentuk pengabaian terhadap hak pengguna jalan lain untuk berkendara dengan aman. Setiap pengendara memiliki hak untuk merasa aman saat menggunakan jalan, dan hak tersebut hanya dapat terwujud apabila seluruh pengguna jalan saling menghormati aturan yang berlaku.  Keselamatan lalu lintas tidak hanya ditentukan oleh kualitas infrastruktur, kelengkapan rambu, atau kehadiran petugas di lapangan. Faktor yang paling menentukan adalah perilaku manusia itu sendiri. Sebagus apa pun jalan yang dibangun, selengkap apa pun fasilitas keselamatan yang disediakan, semuanya tidak akan berarti apabila pengguna jalan masih mengabaikan aturan.  Oleh karena itu, sudah saatnya masyarakat membangun budaya berlalu lintas yang lebih disiplin. Memilih tetap berada di jalur yang benar, mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta saling menghargai sesama pengguna jalan merupakan langkah sederhana yang dapat menyelamatkan banyak nyawa.  Jalan raya adalah ruang bersama. Keselamatan di dalamnya bukan lahir dari keberuntungan, melainkan dari kepatuhan setiap pengguna jalan terhadap aturan. Jangan korbankan keselamatan hanya demi mempersingkat perjalanan. Karena sampai di tujuan dengan selamat akan selalu lebih berharga daripada tiba beberapa menit lebih cepat. ( Rilis )