Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaNasional

Telkom Terdepan Perkuat Ekosistem Data Center Melalui NeutraDC dan neuCentrIX Sasar Pemain Telco Dan Digital Global

×

Telkom Terdepan Perkuat Ekosistem Data Center Melalui NeutraDC dan neuCentrIX Sasar Pemain Telco Dan Digital Global

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Keterangan gambar : Hyperscale Data Center Telkom, Cikarang. ( Ist )

JAKARTA ( Bisnis Papua Online ) – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus berkomitmen memperkuat digitalisasi melalui pengembangan Data Center Ecosystem (DC Ecosystem) dengan layanan yang mumpuni bertaraf global di NeutraDC dan neuCentrIX. Data Center Ecosystem sendiri adalah layanan digital yang menyediakan akses koneksi langsung ke beberapa infrastruktur jaringan, penyedia cloud, dan ruang penyimpanan berskala besar.

Example 300x600

Bagi industri bisnis dengan tren pertumbuhan ekonomi digital, akses data center serta bandwidth internasional yang luas akan mendukung hampir semua komputasi, penyimpanan data, keamanan data, serta aplikasi jaringan dan bisnis untuk perusahaan. Pasalnya, digitalisasi nasional adalah salah satu faktor utama penggerak perekonomian yang dapat dimulai dari pembangunan industri digital lokal yang akan menjadi pengaktif digitalisasi berbagai industri vertikal.

Dalam perhelatan Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2022 beberapa waktu lalu, TelkomGroup memaparkan bahwa telah memiliki 28 data center yang terdiri dari 5 data center global dan 3 Enterprise Data Center (Sentul, Serpong, dan Surabaya) dengan klasifikasi tier 3 dan 4, serta 1 Hyperscale Data Center (Cikarang) dan 19 neuCentrIX yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.

neuCentrIX juga memiliki fasilitas penunjang berskala internasional, carrier neutral, dan multi-layanan untuk jaringan provider lain yang dapat dimaksimalkan untuk pelaku usaha di berbagai sektor termasuk di bidang keuangan, manufaktur, dan penyedia layanan komputasi awan baik domestik maupun asing. Sedangkan NeutraDC adalah perusahaan yang menjalankan bisnis data center hyperscale dengan standar global bersertifikasi Uptime Tier III & Tier IV untuk para global player.

Bogi Witjaksono selaku Direktur Wholesale and International Service Telkom menyampaikan bahwa ekosistem data center dapat memberikan manfaat yang sangat besar untuk mempercepat bisnis pelanggan.

“Telkom Data Ekosistem (NeutraDC) adalah pusat data netral di mana banyak pemain global, ISP, dan pemain digital lainnya sudah berada di ekosistemnya,” ujarnya.dikutip dari rilis Telkom, (4/10).

Data Center yang terhubung dengan jaringan broadband, layanan komprehensif, serta tersebar di banyak lokasi adalah langkah TelkomGroup dalam menciptakan ekosistem digital bertaraf global dengan tujuan membantu industri dalam mengembangkan bisnis serta memastikan standar layanan konektivitas digital terbaik bagi pemain global maupun pemain domestik.

Transformasi digitalisasi ini juga sebagai persiapan dalam mengakomodasi kebutuhan mendatang, seperti peluncuran jaringan 5G, teknologi edge blockchain, dan pertumbuhan industri ekonomi digital di masa depan lainnya. Selain itu, tujuan digital connectivity adalah memperkuat transformasi digital gaya hidup, pemerintahan, dan perusahaan dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

“Peningkatan pesat ekonomi digital pasca-pandemi yang didorong oleh transformasi dan transaksi digital menyebabkan permintaan besar untuk penyimpanan serta pemrosesan data dengan latensi lebih rendah,” kata Andreuw Th.A.F. selaku Chief Executive Officer Telkom Data Ekosistem (NeutraDC).

Andreuw juga menambahkan bahwa NeutraDC sebagai enabler ekosistem digital menyediakan infrastruktur DC standar global dengan konektivitas jaringan yang komprehensif untuk memastikan kontinuitas dan skalabilitas bisnis untuk hyperscale dan perusahaan. Oleh karena itu, NeutraDC mengambil bagian dalam pengembangan ekosistem digital indonesia.

Sejak tahun 2015, Telkom tercatat sebagai perusahaan pertama yang mendapatkan sertifikasi bertaraf internasional (Uptime Sertifikasi Tier 3 & Tier 4) dan Sertifikasi Tier Certification Operational Sustainability (Gold rating) satu-satunya di Indonesia. ( ***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

JAYAPURA ( bisnispapua.com ) -Hanya karena ingin menghemat beberapa menit perjalanan, sebagian pengendara masih nekat mengambil jalan pintas dengan melawan arus lalu lintas. Kebiasaan yang kerap dianggap sepele tersebut justru menjadi salah satu penyebab tingginya risiko kecelakaan di jalan raya.  Fenomena ini masih mudah ditemui di berbagai daerah, termasuk di Kota Jayapura. Di sejumlah titik, seperti kawasan Ring Road, Entrop, Kamkey Abepura hingga beberapa ruas jalan lainnya, pengendara sepeda motor yang melawan arus masih menjadi pemandangan yang hampir terjadi setiap hari. Tidak sedikit pengguna jalan yang akhirnya menganggap perilaku tersebut sebagai hal yang biasa, padahal tindakan tersebut jelas melanggar aturan dan membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.  Ironisnya, pelanggaran tersebut tetap terjadi meskipun berbagai upaya telah dilakukan oleh para pemangku kepentingan. Direktorat Lalu Lintas Polda Papua bersama Dinas Perhubungan secara rutin melakukan pengaturan lalu lintas dan penegakan hukum. Berbagai fasilitas keselamatan seperti water barrier, traffic cone, pagar pembatas, marka jalan, hingga rambu larangan melawan arus juga telah dipasang di sejumlah titik rawan. Namun, fasilitas tersebut belum sepenuhnya mampu mengubah perilaku sebagian pengendara.  Alasan yang sering dikemukakan pun hampir selalu sama, yaitu tidak ingin memutar terlalu jauh, ingin menghemat waktu, atau merasa sudah memahami kondisi jalan sehingga yakin dapat menghindari kendaraan dari arah berlawanan. Padahal, keputusan tersebut justru menciptakan potensi bahaya yang jauh lebih besar.  Jalan raya dirancang dengan sistem lalu lintas yang memungkinkan setiap pengguna jalan dapat memperkirakan arah datangnya kendaraan lain. Ketika ada kendaraan yang muncul dari arah berlawanan secara tiba-tiba, waktu pengendara lain untuk bereaksi menjadi sangat terbatas. Kondisi inilah yang sering menjadi pemicu kecelakaan, baik tabrakan frontal maupun kecelakaan beruntun.  Yang lebih mengkhawatirkan, perilaku melawan arus perlahan berubah menjadi budaya yang dianggap lumrah. Ketika satu pengendara melakukannya tanpa mendapatkan teguran, pengendara lain cenderung mengikuti. Akibatnya, pelanggaran yang semestinya dicegah justru menjadi kebiasaan yang terus berulang.  Melawan arus bukan sekadar melanggar rambu lalu lintas, tetapi merupakan bentuk pengabaian terhadap hak pengguna jalan lain untuk berkendara dengan aman. Setiap pengendara memiliki hak untuk merasa aman saat menggunakan jalan, dan hak tersebut hanya dapat terwujud apabila seluruh pengguna jalan saling menghormati aturan yang berlaku.  Keselamatan lalu lintas tidak hanya ditentukan oleh kualitas infrastruktur, kelengkapan rambu, atau kehadiran petugas di lapangan. Faktor yang paling menentukan adalah perilaku manusia itu sendiri. Sebagus apa pun jalan yang dibangun, selengkap apa pun fasilitas keselamatan yang disediakan, semuanya tidak akan berarti apabila pengguna jalan masih mengabaikan aturan.  Oleh karena itu, sudah saatnya masyarakat membangun budaya berlalu lintas yang lebih disiplin. Memilih tetap berada di jalur yang benar, mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta saling menghargai sesama pengguna jalan merupakan langkah sederhana yang dapat menyelamatkan banyak nyawa.  Jalan raya adalah ruang bersama. Keselamatan di dalamnya bukan lahir dari keberuntungan, melainkan dari kepatuhan setiap pengguna jalan terhadap aturan. Jangan korbankan keselamatan hanya demi mempersingkat perjalanan. Karena sampai di tujuan dengan selamat akan selalu lebih berharga daripada tiba beberapa menit lebih cepat. ( Rilis )