Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
EkonomiBerita

Telkom Luncurkan neuCentrlX di Jayapura, Perkuat Kedaulatan Digital di Papua

×

Telkom Luncurkan neuCentrlX di Jayapura, Perkuat Kedaulatan Digital di Papua

Sebarkan artikel ini
( ketiga dari kiri )Direktur Utama Telkom Dian Siswarini. ( Foto : Istimewa )
( ketiga dari kiri )Direktur Utama Telkom Dian Siswarini. ( Foto : Istimewa )
Example 468x60

JAYAPURA ( bisnispapua ) – Upaya memperkuat kedaulatan digital nasional, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) meresmikan beroperasinya fasilitas edge data center neuCentrIX Telkom ke-28 yang berlokasi di Jayapura, Papua pada Kamis (4/12). Turut hadir pada acara peresmian tersebut Komisaris Telkom Rizal Mallarangeng, Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, Direktur Wholesale & International Business Service Telkom Honesti Basyir, serta Jajaran Pemerintah Provinsi Papua. Kehadiran fasilitas data center neuCentrIX Jayapura menjadi katalis percepatan transformasi digital sekaligus memperluas layanan ekosistem data center dan digital service di kawasan timur Indonesia.

Example 300x600

Sebagai data center pertama yang hadir di Papua, peresmian neuCentrIX Jayapura menandakan kesiapan data center dalam melayani kebutuhan market area Jayapura dan sekitarnya. Lebih dari itu, dibangunnya fasilitas ini merupakan langkah strategis untuk mendukung program Asta Cita dan inisiatif pemerintah dalam pemerataan infrastruktur digital, sekaligus menyediakan fondasi teknologi digital yang kuat bagi pemerintahan dan pelaku usaha di berbagai sektor.

Komisaris Telkom Rizal Mallarangeng dalam sambutannya mengatakan, pemerataan akses digital di seluruh Indonesia, termasuk Papua, merupakan bagian integral dari visi besar kedaulatan digital nasional.

“Upaya Telkom ini tidak hanya menghadirkan jaringan dan infrastruktur, tetapi juga ekosistem untuk menjadi pijakan bagi terbentuknya era baru dalam mencapai kemandirian digital yang modern,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menegaskan komitmen Telkom dalam memperkuat ekosistem digital nasional melalui pemerataan infrastruktur dan layanan digital yang terpadu.

“neuCentrIX Jayapura merupakan perwujudan dari tekad TelkomGroup dalam memastikan akses digital merata yang dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan memperluas jaringan data center hingga wilayah Papua, Telkom mendukung terwujudnya ekosistem digital regional yang lebih tangguh dan siap menyongsong kebutuhan teknologi masa depan,” ujar Dian.

Pemerintah Provinsi Papua menyampaikan apresiasi kepada Telkom atas hadirnya fasilitas data center neuCentrIX Jayapura yang dinilai dapat memberi dampak signifikan bagi percepatan transformasi digital di wilayah Papua.

Pemerintah Provinsi juga menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara Telkom, pemerintah, industri, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan pemanfaatan data center yang maksimal dalam mendukung visi Papua semakin terkoneksi dan berdaya saing.

Di era perkembangan teknologi digital yang berkembang sangat pesat, kebutuhan layanan data center yang andal dan terintegrasi menjadi semakin penting bagi keberlangsungan operasional perusahaan. Fasilitas neuCentrIX Jayapura merupakan solusi yang menawarkan layanan lengkap dan terintegrasi untuk kebutuhan kolokasi yang terjamin secure dan memiliki konektivitas luas. Dengan standar keamanan internasional Tier-II, neuCentrIX Jayapura memiliki total kapasitas 96 rack.

Hingga saat ini, fasilitas data center neuCentrIX Telkom sudah tersebar di seluruh Indonesia dan melayani berbagai pelanggan di skala regional. Akses dan cakupan luas menjadi salah satu nilai tambah neuCentrIX dengan terhubung ke eyeball internet terbesar di Indonesia serta komunitas pertukaran trafik yang terbentuk melalui NCIX (neuCentrIX Internet Exchange).

Hal ini memungkinkan perusahaan untuk memiliki aksesibilitas internet yang lebih luas dan efisien tanpa adanya kendala geografis. Telkom juga memastikan ketersediaan layanan telekomunikasi serta memperkuat portofolio layanan digital dan data center dan secara optimal untuk melayani kebutuhan pelanggan dan masyarakat. ( Pr/ Red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

JAYAPURA ( bisnispapua.com ) -Hanya karena ingin menghemat beberapa menit perjalanan, sebagian pengendara masih nekat mengambil jalan pintas dengan melawan arus lalu lintas. Kebiasaan yang kerap dianggap sepele tersebut justru menjadi salah satu penyebab tingginya risiko kecelakaan di jalan raya.  Fenomena ini masih mudah ditemui di berbagai daerah, termasuk di Kota Jayapura. Di sejumlah titik, seperti kawasan Ring Road, Entrop, Kamkey Abepura hingga beberapa ruas jalan lainnya, pengendara sepeda motor yang melawan arus masih menjadi pemandangan yang hampir terjadi setiap hari. Tidak sedikit pengguna jalan yang akhirnya menganggap perilaku tersebut sebagai hal yang biasa, padahal tindakan tersebut jelas melanggar aturan dan membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.  Ironisnya, pelanggaran tersebut tetap terjadi meskipun berbagai upaya telah dilakukan oleh para pemangku kepentingan. Direktorat Lalu Lintas Polda Papua bersama Dinas Perhubungan secara rutin melakukan pengaturan lalu lintas dan penegakan hukum. Berbagai fasilitas keselamatan seperti water barrier, traffic cone, pagar pembatas, marka jalan, hingga rambu larangan melawan arus juga telah dipasang di sejumlah titik rawan. Namun, fasilitas tersebut belum sepenuhnya mampu mengubah perilaku sebagian pengendara.  Alasan yang sering dikemukakan pun hampir selalu sama, yaitu tidak ingin memutar terlalu jauh, ingin menghemat waktu, atau merasa sudah memahami kondisi jalan sehingga yakin dapat menghindari kendaraan dari arah berlawanan. Padahal, keputusan tersebut justru menciptakan potensi bahaya yang jauh lebih besar.  Jalan raya dirancang dengan sistem lalu lintas yang memungkinkan setiap pengguna jalan dapat memperkirakan arah datangnya kendaraan lain. Ketika ada kendaraan yang muncul dari arah berlawanan secara tiba-tiba, waktu pengendara lain untuk bereaksi menjadi sangat terbatas. Kondisi inilah yang sering menjadi pemicu kecelakaan, baik tabrakan frontal maupun kecelakaan beruntun.  Yang lebih mengkhawatirkan, perilaku melawan arus perlahan berubah menjadi budaya yang dianggap lumrah. Ketika satu pengendara melakukannya tanpa mendapatkan teguran, pengendara lain cenderung mengikuti. Akibatnya, pelanggaran yang semestinya dicegah justru menjadi kebiasaan yang terus berulang.  Melawan arus bukan sekadar melanggar rambu lalu lintas, tetapi merupakan bentuk pengabaian terhadap hak pengguna jalan lain untuk berkendara dengan aman. Setiap pengendara memiliki hak untuk merasa aman saat menggunakan jalan, dan hak tersebut hanya dapat terwujud apabila seluruh pengguna jalan saling menghormati aturan yang berlaku.  Keselamatan lalu lintas tidak hanya ditentukan oleh kualitas infrastruktur, kelengkapan rambu, atau kehadiran petugas di lapangan. Faktor yang paling menentukan adalah perilaku manusia itu sendiri. Sebagus apa pun jalan yang dibangun, selengkap apa pun fasilitas keselamatan yang disediakan, semuanya tidak akan berarti apabila pengguna jalan masih mengabaikan aturan.  Oleh karena itu, sudah saatnya masyarakat membangun budaya berlalu lintas yang lebih disiplin. Memilih tetap berada di jalur yang benar, mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta saling menghargai sesama pengguna jalan merupakan langkah sederhana yang dapat menyelamatkan banyak nyawa.  Jalan raya adalah ruang bersama. Keselamatan di dalamnya bukan lahir dari keberuntungan, melainkan dari kepatuhan setiap pengguna jalan terhadap aturan. Jangan korbankan keselamatan hanya demi mempersingkat perjalanan. Karena sampai di tujuan dengan selamat akan selalu lebih berharga daripada tiba beberapa menit lebih cepat. ( Rilis )