Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Sosialisasi di Kampung Yuwanain, PLN UIP MPA Persiapkan Pembangunan Gardu Induk Keerom 30 MVA

×

Sosialisasi di Kampung Yuwanain, PLN UIP MPA Persiapkan Pembangunan Gardu Induk Keerom 30 MVA

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KEEROM ( Bisnis Papua ) – PT PLN (Persero) terus menunjukkan komitmen dalam meningkatkan infrastruktur ketenagalistrikan demi mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Unit Induk Pembangunan Maluku dan Papua (PLN UIP MPA) melalui Unit Pelaksana Proyek Papua (UPP Papua) tengah merencanakan pembangunan Gardu Induk 30 MVA yang berlokasi di Kampung Yuwanain, Distrik Arso, Kabupaten Keerom.

Example 300x600

Sebagai salah satu proyek strategis nasional, pembangunan gardu induk ini ditargetkan dilakukan pekerjaan pada tahun 2025. Seluas 2 hektar, proyek Gardu Induk Keerom diharapkan menjadi pondasi bagi pertumbuhan infrastruktur listrik dan memberikan dorongan bagi pengusaha lokal untuk lebih aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Kepala Distrik Arso, Florianus Gema Kwalik sebagai kepala wilayah yang membawahi Kampung Yuwanain mengungkapkan bahwa daerahnya kian dinamis, terlihat pertumbuhan dan mobilitas warga yang semakin meningkat. Pihaknya menyampaikan hal ini perlu didukung dengan adanya kelistrikan.

“Saya yakin sektor bisnis di Arso akan semakin meningkat, pabrik-pabrik atau usaha lainnya akan dengan sendirinya terbangun. Sehingga kita membutuhkan listrik yang lebih, sehingga seluruh proses pembangunan ekonomi disini dapat terpenuhi. Ketika PLN membangun gardu induk ini kami rasa akan membantu dan memberikan dampak besar di berbagai sektor,” ucap Florianus dalam kegiatan sosialisasi persiapan pembangunan gardu induk Keerom, Rabu ( 16/5).

“Saya percaya PLN telah melewati berbagai proses dalam menentukan lokasi, sehingga secara administrasi harus disesuaikan secara negara ataupun secara adat. Pada intinya kami mendukung berlangsungnya pembangunan hingga penggunaannya, kerena proyek ini adalah program pemerintah pusat sampai ke daerah-daerah. Terlebih hal ini juga kedepannya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di tingkat Arso,” imbuhnya.

Kegiatan sosialisasi kali ini, PLN turut mengundang masyarakat selaku pemilik lahan yang dimanfaatkan sebagai lokasi Gardu Induk. Senada dengan Kepala Distrik Arso, Irwanto salah satu pemilik lahan menyampaikan pihaknya pada prinsipnya mendukung program kegiatan yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Sosialisasi ini bermanfaat juga buat kami sehingga kami memahami pentingnya pembangunan kelistrikan, khususnya gardu induk yang ada di Keerom nanti. Bagi saya sudah tidak ada masalah, yang penting untuk kepentingan masyarakat. Yang penting bagi kami, mengenai ganti rugi harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ucap Irwanto.

Manager Pertanahan dan Aset PLN UIP MPA, Marten Tuna menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini penting disampaikan kepada masyarakat, khususnya kepada warga yang terdampak langsung proyek ini. Pada penjelasannya, gardu induk nantinya dapat menampung daya listrik sebesar 30 MVA. Kedepannya akan dibangun transmisi yang bersumber dari pembangkit Holtekamp ke Gardu Induk Keerom.

“Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian yang wajib PLN lakukan, terlebih memberikan sosialisasi terkait mekanisme penilaian kompensasi, dimana dalam hal tersebut harus sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku, ini juga merupakan bukti transparansi PLN. Disamping itu kami juga memberikan edukasi mengenai tujuan dibangunnya Gardu Induk. Pada kesempatan ini, kami juga menyampaikan bahwa rencana akan dilaksanakan inventarisasi di akhir Mei tahun ini,” ucap Marten.

Sementara itu, Wisnu Kuntjoro Adi selaku General Manager PLN UIP MPA menyampaikan pembangunan gardu induk direncanakan akan memberikan dorongan positif terhadap sektor ekonomi dan investasi di wilayah sekitar Kabupaten Keerom. Pihaknya mengungkapkan mohon dukungan dari seluruh lapisan masyarakat terhadap pembangunan gardu induk ini.

“Tentu dalam perjalanan pembangunan proyek nanti kami membutuhkan adanya dukungan dari pemerintah daerah serta masyarakat sekitar proyek pembangunan. Pada tahapan ini, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepada PLN, kami mengajak masyarakat untuk sama-sama memantau proyek strategis nasional ini hingga selesainya, sehingga nantinya listrik dapat dimanfaatkan dengan baik” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

JAYAPURA ( bisnispapua.com ) -Hanya karena ingin menghemat beberapa menit perjalanan, sebagian pengendara masih nekat mengambil jalan pintas dengan melawan arus lalu lintas. Kebiasaan yang kerap dianggap sepele tersebut justru menjadi salah satu penyebab tingginya risiko kecelakaan di jalan raya.  Fenomena ini masih mudah ditemui di berbagai daerah, termasuk di Kota Jayapura. Di sejumlah titik, seperti kawasan Ring Road, Entrop, Kamkey Abepura hingga beberapa ruas jalan lainnya, pengendara sepeda motor yang melawan arus masih menjadi pemandangan yang hampir terjadi setiap hari. Tidak sedikit pengguna jalan yang akhirnya menganggap perilaku tersebut sebagai hal yang biasa, padahal tindakan tersebut jelas melanggar aturan dan membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.  Ironisnya, pelanggaran tersebut tetap terjadi meskipun berbagai upaya telah dilakukan oleh para pemangku kepentingan. Direktorat Lalu Lintas Polda Papua bersama Dinas Perhubungan secara rutin melakukan pengaturan lalu lintas dan penegakan hukum. Berbagai fasilitas keselamatan seperti water barrier, traffic cone, pagar pembatas, marka jalan, hingga rambu larangan melawan arus juga telah dipasang di sejumlah titik rawan. Namun, fasilitas tersebut belum sepenuhnya mampu mengubah perilaku sebagian pengendara.  Alasan yang sering dikemukakan pun hampir selalu sama, yaitu tidak ingin memutar terlalu jauh, ingin menghemat waktu, atau merasa sudah memahami kondisi jalan sehingga yakin dapat menghindari kendaraan dari arah berlawanan. Padahal, keputusan tersebut justru menciptakan potensi bahaya yang jauh lebih besar.  Jalan raya dirancang dengan sistem lalu lintas yang memungkinkan setiap pengguna jalan dapat memperkirakan arah datangnya kendaraan lain. Ketika ada kendaraan yang muncul dari arah berlawanan secara tiba-tiba, waktu pengendara lain untuk bereaksi menjadi sangat terbatas. Kondisi inilah yang sering menjadi pemicu kecelakaan, baik tabrakan frontal maupun kecelakaan beruntun.  Yang lebih mengkhawatirkan, perilaku melawan arus perlahan berubah menjadi budaya yang dianggap lumrah. Ketika satu pengendara melakukannya tanpa mendapatkan teguran, pengendara lain cenderung mengikuti. Akibatnya, pelanggaran yang semestinya dicegah justru menjadi kebiasaan yang terus berulang.  Melawan arus bukan sekadar melanggar rambu lalu lintas, tetapi merupakan bentuk pengabaian terhadap hak pengguna jalan lain untuk berkendara dengan aman. Setiap pengendara memiliki hak untuk merasa aman saat menggunakan jalan, dan hak tersebut hanya dapat terwujud apabila seluruh pengguna jalan saling menghormati aturan yang berlaku.  Keselamatan lalu lintas tidak hanya ditentukan oleh kualitas infrastruktur, kelengkapan rambu, atau kehadiran petugas di lapangan. Faktor yang paling menentukan adalah perilaku manusia itu sendiri. Sebagus apa pun jalan yang dibangun, selengkap apa pun fasilitas keselamatan yang disediakan, semuanya tidak akan berarti apabila pengguna jalan masih mengabaikan aturan.  Oleh karena itu, sudah saatnya masyarakat membangun budaya berlalu lintas yang lebih disiplin. Memilih tetap berada di jalur yang benar, mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta saling menghargai sesama pengguna jalan merupakan langkah sederhana yang dapat menyelamatkan banyak nyawa.  Jalan raya adalah ruang bersama. Keselamatan di dalamnya bukan lahir dari keberuntungan, melainkan dari kepatuhan setiap pengguna jalan terhadap aturan. Jangan korbankan keselamatan hanya demi mempersingkat perjalanan. Karena sampai di tujuan dengan selamat akan selalu lebih berharga daripada tiba beberapa menit lebih cepat. ( Rilis )