Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

PT Jasa Raharja dan Politeknik Negeri Manado Bersinergi Untuk Meningkatkan Keselamatan Lalu Lintas

×

PT Jasa Raharja dan Politeknik Negeri Manado Bersinergi Untuk Meningkatkan Keselamatan Lalu Lintas

Sebarkan artikel ini
keselamatn lalu lintas
Example 468x60

Manado ( Bisnis Papua ) – Langkah preventif untuk menanggulangi kecelakaan lalu lintas, terus dilakukan Jasa Raharja melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Kali ini, Jasa Raharja kembali bekerja sama dengan Politeknik Negeri Manado terkait Sinergi Keselamatan Lalu Lintas.

Kolaborasi tersebut, tertuang dalam Nota Kesepahaman Bersama (MoU) tentang Sinergi Peningkatan Keselamatan Lalu Lintas Dalam Penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi, yang ditandatangani oleh Direktur Hubungan Kelembagaan Jasa Raharja Munadi Herlambang dan Direktur Politeknik Manado, Dra, Maryke Alelo, MBA, di Manado, pada Kamis (09/11/2023).

Example 300x600

Munadi menyampikan, Latar belakang adanya nota kesepahaman ini, adalah timbul dari adanya keinginan yang sama antara PT Jasa Raharja dan Politeknik Negeri Manado dalam memberikan manfaat bagi masyarakat terutama kalangan generasi muda.

Maksud dan tujuan dari kerja sama ini adalah

  1. Memudahkan komunikasi dan kolaborasi antara PT Jasa Raharja dan Politeknik Negeri Manado dalam hal Sinergi Peningkatan Keselamatan Lalu Lintas.
  2. Mengajak generasi muda untuk lebih peduli dengan keselamatan diri sendiri dan keselamatan orang lain di jalan raya.
  3. Menjalin kerjasama yang lebih bersifat teknis lainnya jika diperlukan pada masa mendatang

Setelah penandatanganan MOU antara PT Jasa Raharja dengan Politeknik Negeri Manado, kami berharap akan terbentuk suatu UKM berisi para millenials yang concern terhadap keselamatan lalu lintas, yang kami istilahkan sebagai “Millenial Road Safety Hero” akan memiliki roadmap sebagai berikut:

  1. Literacy, dimana mahasiswa sebagai agent of change” akan diajak untuk memiliki experience terhadap isu-isu lalu lintas, mengetahui fatalitas kecelakaan, yaitu dengan bersentuhan langsung dengan stakeholder terkait, misalkan dengan mengunjungi korban laka/ ahli waris, mengetahui proses pemeriksaan kecelakaan lalu lintas dan sebagainya.
  2. Creative Campaign, mahasiswa akan kami ajak untuk membuat kampanye keselamatan yang kreatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam tertib lalu lintas
  3. Research dan internship, yaitu dengan mengajak mahasiswa terlibat lebih dengan membuat penelitian mengenai keselamatan sesuai dengan latar belakang akademis masing-masing. Perolehan data dapat dilakukan melalui magang pada jaringan JR (kantor JR/samsat/satlantas), atau juga opsi lain misalkan dengan membangun command center yg dapat merating kondisi jalan.
  4. Seminar, yaitu mahasiswa melakukan publikasi jurnal dan menggelar seminar hasil penelitian yang telah dilakukan
  5. Program JR Mengajar, yaitu program sharing knowledge dari Insan Jasa Raharja kepada mahasiswa yang diharapkan dapat memperkaya pengetahuan diluar akademis

Menurut Munadi, Politeknik Negeri Manado sebagai salah satu wadah akademisi dan mahasiswa, memiliki peran strategis dalam upaya peningkatan keselamatan, terutama pada generasi muda. Dengan adanya kerja sama ini, kita akan lebih intens dalam upaya membangun kesadaran kaum millenial untuk lebih peduli terhadap keselamatan, serta mendorong generasi muda untuk terlibat aktif dalam berbagai upaya pencegahan kecelakaan berlalu lintas.

Dra, Maryeke Alelo,MBA selaku Direktur Politeknik Negeri Manado menyampaikan terima kasih kepada PT Jasa Raharja yang telah menginisiasi Kerjasama ini sehingga berdampak baik bagi Politeknik Negeri Manado. beliau juga menambahkan bahwa pentingnya adanya Kerjasama dengan pelaku indusri agar mahasiswa paham akan pentingnya keselamatan berlalu lintas.

Penandatanganan MoU tersebut, juga dihadiri, antara lain Kepala Divisi Kelembagaan dan Strategi Korporasi Jasa Raharja Radito Risangadi berserta jajaran, Kepala PT Jasa Raharja Cabang Sulawesi Amaluddin Salam, Koordinator Humas & Kerjasama Stevie Kaligis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

JAYAPURA ( bisnispapua.com ) – Telkomsel terus memperkuat komitmennya dalam memberdayakan talenta muda melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Papua Maluku Digital Bootcamp (PMDB). Program ini resmi ditutup melalui kegiatan Offboarding & Awarding PMDB Season 3 sebagai bentuk apresiasi terhadap para mahasiswa yang berhasil menghadirkan berbagai inovasi untuk menjawab tantangan di wilayah Papua dan Maluku.  PMDB merupakan program pengembangan talenta yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi digital generasi muda yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Selama penyelenggaraannya, peserta mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari campus roadshow, live class, pitching, hingga pendampingan. Antusiasme mahasiswa terhadap PMDB Season 3 terlihat dari partisipasi 3.099 mahasiswa yang mengikuti campus roadshow di 33 perguruan tinggi di Papua dan Maluku. Dari jumlah tersebut, sebanyak 181 peserta mengikuti sesi live class, 35 peserta berhasil melaju ke tahap pitching, hingga akhirnya terpilih 20 finalis yang mengembangkan proyek pada 5 tema utama, yaitu pendidikan, kesehatan, lingkungan sosial, ekonomi dan kewirausahaan, serta pariwisata.  GM Mobile Consumer Business Telkomsel Region Maluku dan Papua, Fajri Adi Firmansyah, mengatakan, “Papua dan Maluku memiliki banyak talenta dengan potensi yang luar biasa.  “Melalui PMDB, kami ingin menghadirkan ruang belajar, berkolaborasi, dan berinovasi agar ideide terbaik mereka dapat berkembang menjadi solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap program ini mampu melahirkan generasi muda yang siap menjadi agen perubahan dan turut mempercepat transformasi digital di Indonesia Timur.” ujar Fajri dalam keterangan resmi, Jumat ( 24/7). Pada ajang Awarding PMDB Season 3, Telkomsel memberikan penghargaan kepada 5 karya terbaik, yaitu:  Juara 1 Michelle Kinaya Universitas Papua (CekSehat: Teknologi untuk Deteksi Dini Penyakit pada Masyarakat).  Juara 2 Kinaryo Citra Universitas Musamus Merauke (Pengembangan Sistem Informasi Pariwisata Berbasis Web).  Juara 3 Dessy Natalya Universitas Papua (Peningkatan SDM Anak-anak Papua melalui Kelas Public Speaking).  Juara 4 Putra Angga Universitas Musamus Merauke (Pemberdayaan Pemuda Papua melalui Pelatihan dan Pengembangan Keterampilan dan Ekonomi Kreatif).  Juara 5 Dwi Risky Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong (MACE-MARKET: Modernisasi Administrasi dan Central Marketing Ekosistem Papua untuk Optimasi Produk Unggulan Desa Klasari dan Kuruwato).  Selain itu, Telkomsel juga memberikan apresiasi pada Peserta Terdigital PMDB Season 3 yang telah menunjukkan partisipasi, konsistensi, dan keterlibatan terbaik pada social media challenge selama rangkaian program berlangsung. Penghargaan tersebut diberikan kepada Rambu Aya Universitas Papua, Seravina Politeknik Amamapare, dan Felix Pelupessy Universitas Muhammadiyah Sorong.  Acara penutupan juga menghadirkan Manager Talent Fulfillment and Assessment Telkomsel, Abdul O Setiawan, yang membagikan wawasan mengenai pengembangan kompetensi dan kesiapan memasuki dunia kerja.  Sepanjang penyelenggaraan PMDB Season 3, berbagai ide inovasi yang dikembangkan peserta didominasi oleh sektor pendidikan (36%), diikuti ekonomi dan kewirausahaan (28%), sosial dan lingkungan (20%), kesehatan (8%), serta pariwisata (7%). Berbagai proyek tersebut mencerminkan kepedulian generasi muda terhadap isu isu di daerahnya sekaligus menghadirkan solusi berbasis teknologi yang relevan dan berkelanjutan. …

Berita

JAYAPURA ( bisnispapua.com ) -Hanya karena ingin menghemat beberapa menit perjalanan, sebagian pengendara masih nekat mengambil jalan pintas dengan melawan arus lalu lintas. Kebiasaan yang kerap dianggap sepele tersebut justru menjadi salah satu penyebab tingginya risiko kecelakaan di jalan raya.  Fenomena ini masih mudah ditemui di berbagai daerah, termasuk di Kota Jayapura. Di sejumlah titik, seperti kawasan Ring Road, Entrop, Kamkey Abepura hingga beberapa ruas jalan lainnya, pengendara sepeda motor yang melawan arus masih menjadi pemandangan yang hampir terjadi setiap hari. Tidak sedikit pengguna jalan yang akhirnya menganggap perilaku tersebut sebagai hal yang biasa, padahal tindakan tersebut jelas melanggar aturan dan membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.  Ironisnya, pelanggaran tersebut tetap terjadi meskipun berbagai upaya telah dilakukan oleh para pemangku kepentingan. Direktorat Lalu Lintas Polda Papua bersama Dinas Perhubungan secara rutin melakukan pengaturan lalu lintas dan penegakan hukum. Berbagai fasilitas keselamatan seperti water barrier, traffic cone, pagar pembatas, marka jalan, hingga rambu larangan melawan arus juga telah dipasang di sejumlah titik rawan. Namun, fasilitas tersebut belum sepenuhnya mampu mengubah perilaku sebagian pengendara.  Alasan yang sering dikemukakan pun hampir selalu sama, yaitu tidak ingin memutar terlalu jauh, ingin menghemat waktu, atau merasa sudah memahami kondisi jalan sehingga yakin dapat menghindari kendaraan dari arah berlawanan. Padahal, keputusan tersebut justru menciptakan potensi bahaya yang jauh lebih besar.  Jalan raya dirancang dengan sistem lalu lintas yang memungkinkan setiap pengguna jalan dapat memperkirakan arah datangnya kendaraan lain. Ketika ada kendaraan yang muncul dari arah berlawanan secara tiba-tiba, waktu pengendara lain untuk bereaksi menjadi sangat terbatas. Kondisi inilah yang sering menjadi pemicu kecelakaan, baik tabrakan frontal maupun kecelakaan beruntun.  Yang lebih mengkhawatirkan, perilaku melawan arus perlahan berubah menjadi budaya yang dianggap lumrah. Ketika satu pengendara melakukannya tanpa mendapatkan teguran, pengendara lain cenderung mengikuti. Akibatnya, pelanggaran yang semestinya dicegah justru menjadi kebiasaan yang terus berulang.  Melawan arus bukan sekadar melanggar rambu lalu lintas, tetapi merupakan bentuk pengabaian terhadap hak pengguna jalan lain untuk berkendara dengan aman. Setiap pengendara memiliki hak untuk merasa aman saat menggunakan jalan, dan hak tersebut hanya dapat terwujud apabila seluruh pengguna jalan saling menghormati aturan yang berlaku.  Keselamatan lalu lintas tidak hanya ditentukan oleh kualitas infrastruktur, kelengkapan rambu, atau kehadiran petugas di lapangan. Faktor yang paling menentukan adalah perilaku manusia itu sendiri. Sebagus apa pun jalan yang dibangun, selengkap apa pun fasilitas keselamatan yang disediakan, semuanya tidak akan berarti apabila pengguna jalan masih mengabaikan aturan.  Oleh karena itu, sudah saatnya masyarakat membangun budaya berlalu lintas yang lebih disiplin. Memilih tetap berada di jalur yang benar, mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta saling menghargai sesama pengguna jalan merupakan langkah sederhana yang dapat menyelamatkan banyak nyawa.  Jalan raya adalah ruang bersama. Keselamatan di dalamnya bukan lahir dari keberuntungan, melainkan dari kepatuhan setiap pengguna jalan terhadap aturan. Jangan korbankan keselamatan hanya demi mempersingkat perjalanan. Karena sampai di tujuan dengan selamat akan selalu lebih berharga daripada tiba beberapa menit lebih cepat. ( Rilis )