Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaOtomotif

PHMJ Gelar Kopdargab Bahas Kegiatan Ramadhan dan Pasca Lebaran

×

PHMJ Gelar Kopdargab Bahas Kegiatan Ramadhan dan Pasca Lebaran

Sebarkan artikel ini
Example 468x60


JAYAPURA ( Bisnis Papua ) – Paguyuban Honda Motor Jayapura (PHMJ) menggelar Kopdar Gabungan dimomen Ramadan tahun ini. Kopdargab ini membahas berbagai kegiatan selama bulan ramadan dan setelah bulan ramadan.


“Kegiatan Kopdargab ini kami tujukan untuk membahas berbagai kegiatan kita selama bulan ramadan. Selain itu juga kami membahas agenda kita setelah lebaran nanti,” ujar Ketua Umum PHMJ, Riswandi.

Example 300x600


Riswandi menyebut dari Kopdargab ini lahir ide-ide kegiatan yang menarik dan positif dari para anggota. “Hal ini sesuai dengan tujuan PHMJ juga, kami ingin memberikan manfaat kepada masyarakat luas, selain untuk anggota,” kata dia.


Riswandi menyebut salah satu agenda terdekat yang akan digelar yaitu Bikers Soleh di Panti Asuhan Muhammadiyah Arso 10, direncanakan tanggal 24 Maret 2024 mendatang.Diharapkan melalui kegiatan ini dapat memberi manfaat juga.


“Lalu kami juga akan menggelar kompetisi safety riding yang akan dilaksanakan bulan April seusai lebaran. Kami harap melalui kegiatan ini memberi dampak yang positif juga, setiap orang lebih sadar keselamatan berkendara,” kata dia.


PIC Community Astra Motor Papua, Dulfi Ade Putra mengatakan pihak Astra Motor Papua selaku main dealer sepeda motor Honda untuk wilayah Papua dan Papua Barat turut mendukung Kopdargab ini. Menurutnya dari Kopdargab ini lahir ide-ide kegiatan positif dari PHMJ.


“Tentunya kami Astra Motor Papua terus mendukung kegiatan dari rekan-rekan di komunitas.Kami harap kegiatan yang sudah direncanakan bisa berjalan baik dan memberi manfaat,” ujar Putra. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

JAYAPURA ( bisnispapua.com ) -Hanya karena ingin menghemat beberapa menit perjalanan, sebagian pengendara masih nekat mengambil jalan pintas dengan melawan arus lalu lintas. Kebiasaan yang kerap dianggap sepele tersebut justru menjadi salah satu penyebab tingginya risiko kecelakaan di jalan raya.  Fenomena ini masih mudah ditemui di berbagai daerah, termasuk di Kota Jayapura. Di sejumlah titik, seperti kawasan Ring Road, Entrop, Kamkey Abepura hingga beberapa ruas jalan lainnya, pengendara sepeda motor yang melawan arus masih menjadi pemandangan yang hampir terjadi setiap hari. Tidak sedikit pengguna jalan yang akhirnya menganggap perilaku tersebut sebagai hal yang biasa, padahal tindakan tersebut jelas melanggar aturan dan membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.  Ironisnya, pelanggaran tersebut tetap terjadi meskipun berbagai upaya telah dilakukan oleh para pemangku kepentingan. Direktorat Lalu Lintas Polda Papua bersama Dinas Perhubungan secara rutin melakukan pengaturan lalu lintas dan penegakan hukum. Berbagai fasilitas keselamatan seperti water barrier, traffic cone, pagar pembatas, marka jalan, hingga rambu larangan melawan arus juga telah dipasang di sejumlah titik rawan. Namun, fasilitas tersebut belum sepenuhnya mampu mengubah perilaku sebagian pengendara.  Alasan yang sering dikemukakan pun hampir selalu sama, yaitu tidak ingin memutar terlalu jauh, ingin menghemat waktu, atau merasa sudah memahami kondisi jalan sehingga yakin dapat menghindari kendaraan dari arah berlawanan. Padahal, keputusan tersebut justru menciptakan potensi bahaya yang jauh lebih besar.  Jalan raya dirancang dengan sistem lalu lintas yang memungkinkan setiap pengguna jalan dapat memperkirakan arah datangnya kendaraan lain. Ketika ada kendaraan yang muncul dari arah berlawanan secara tiba-tiba, waktu pengendara lain untuk bereaksi menjadi sangat terbatas. Kondisi inilah yang sering menjadi pemicu kecelakaan, baik tabrakan frontal maupun kecelakaan beruntun.  Yang lebih mengkhawatirkan, perilaku melawan arus perlahan berubah menjadi budaya yang dianggap lumrah. Ketika satu pengendara melakukannya tanpa mendapatkan teguran, pengendara lain cenderung mengikuti. Akibatnya, pelanggaran yang semestinya dicegah justru menjadi kebiasaan yang terus berulang.  Melawan arus bukan sekadar melanggar rambu lalu lintas, tetapi merupakan bentuk pengabaian terhadap hak pengguna jalan lain untuk berkendara dengan aman. Setiap pengendara memiliki hak untuk merasa aman saat menggunakan jalan, dan hak tersebut hanya dapat terwujud apabila seluruh pengguna jalan saling menghormati aturan yang berlaku.  Keselamatan lalu lintas tidak hanya ditentukan oleh kualitas infrastruktur, kelengkapan rambu, atau kehadiran petugas di lapangan. Faktor yang paling menentukan adalah perilaku manusia itu sendiri. Sebagus apa pun jalan yang dibangun, selengkap apa pun fasilitas keselamatan yang disediakan, semuanya tidak akan berarti apabila pengguna jalan masih mengabaikan aturan.  Oleh karena itu, sudah saatnya masyarakat membangun budaya berlalu lintas yang lebih disiplin. Memilih tetap berada di jalur yang benar, mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta saling menghargai sesama pengguna jalan merupakan langkah sederhana yang dapat menyelamatkan banyak nyawa.  Jalan raya adalah ruang bersama. Keselamatan di dalamnya bukan lahir dari keberuntungan, melainkan dari kepatuhan setiap pengguna jalan terhadap aturan. Jangan korbankan keselamatan hanya demi mempersingkat perjalanan. Karena sampai di tujuan dengan selamat akan selalu lebih berharga daripada tiba beberapa menit lebih cepat. ( Rilis )