Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaRagam

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PLN Gelar Aksi Tanam Pohon dan Bersih Pantai

×

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PLN Gelar Aksi Tanam Pohon dan Bersih Pantai

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAYAPURA ( Bisnis Papua ) – Meriahkan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2023, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Maluku dan Papua menggelar rangkaian kegiatan selama tiga hari.

Example 300x600

Melalui program PLN Peduli, PLN UIP MPA bekerjasama dengan EcoDefender Jayapura menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Jayapura Green Clean Movement” yang dimulai dengan Diskusi Pemimpin Pro Lingkungan serta Grebek Sampah yang dilaksanakan pada Kamis (8/6/2023).

Selanjutnya, pada Jumat (9/6/2023) PLN UIP MPA melakukan aksi peduli lingkungan berupa Tanam Rawat di Kampung Sereh Sentani. Dan puncaknya pada Sabtu (10/6/2023) melaksanakan kegiatan Grebek Sampah dan Tanam 100 Bibit Pohon Kelapa di Kawasan Pantai Hechnuk Holtekamp, Jayapura yang diikuti oleh 287 orang relawan termasuk Pegawai PLN UIP MPA.

Ketua EcoDefender Jayapura, Nelce Etifera Assem mengucapkan terima kasih kepada PT PLN (Persero) atas dukungan dan kerjasamanya serta kepada pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan positif ini.

“Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada PT PLN (Persero) yang telah mendukung kami untuk melakukan kegiatan positif seperti ini. Dan kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini,” ucap Nelce.

Dalam sambutannya, General Manager PLN UIP MPA Sukahar mengatakan kegiatan ini merupakan momentum untuk meningkatkan kesadaran global tentang pentingnya melindungi alam dan mengambil tindakan positif dalam menjaga kelestarian bumi.

“Tahun ini, tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023 adalah “Beat Plastic Pollution”, ini mengingatkan kita semua tentang bahayanya polusi plastik dan mengajak kita untuk mengambil langkah-langkah kecil yang dapat membantu mengurangi penggunaan plastik agar menjaga bumi kita tetap bersih,” kata Sukahar.

“Semoga, langkah dan upaya kita tersebut dapat mendorong kehidupan yang berkelanjutan secara kondusif agar lingkungan sehat. Sebagai negara dengan kearifan lokal yang tinggi, mari kita hidupkan kembali dan tanamkan pengetahuan untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih, hijau dan bebas plastik. Mari kita terus menjaga keseimbangan manusia dan alam,” sambungnya.

Sukahar mengajak bersama bergandengan tangan dan berjuang melawan polusi plastik agar bumi dan Tanah Cenderawasih ini tetap hijau untuk generasi yang akan datang.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Jayapura, Alex Deu mengatakan pada kesempatan ini saya mengajak kita semua untuk mewujudkan kesamaan langkah dalam kepedulian pengelolaan sampah dan lingkungan secara bersama serta kita tetap semangat untuk senantiasa memperbaiki diri dalam berperilaku adil terhadap lingkungan.

“Terimakasih kepada semua pihak atas perhatian, kerjasama dan dukungan dari PLN atas upaya bersama dalam mewujudkan Kota Jayapura yang bersih, sehat dan bernilai,” tutup Alex.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Jayapura, Alex Deu, Pangdam XVII Cenderawasi, Letkol Andri Bu, Perwakilan Darmarhanlan X Jayapura, Letda Marini Waji, Perwakilan Kodim 1701 Jayapura, Kapten Infantri S. Kadir, SRM Perizinan, Pertanahan dan Komunikasi PLN UIP MPA, Alfredo Pakpahan, SRM Perencanaan PLN UIP MPA, Agil Darmawan, Manager PLN UPP Papua, Nove Ardianto dan tim Eco Defender Jayapura yang merupakan pegiat lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

JAYAPURA ( bisnispapua.com ) -Hanya karena ingin menghemat beberapa menit perjalanan, sebagian pengendara masih nekat mengambil jalan pintas dengan melawan arus lalu lintas. Kebiasaan yang kerap dianggap sepele tersebut justru menjadi salah satu penyebab tingginya risiko kecelakaan di jalan raya.  Fenomena ini masih mudah ditemui di berbagai daerah, termasuk di Kota Jayapura. Di sejumlah titik, seperti kawasan Ring Road, Entrop, Kamkey Abepura hingga beberapa ruas jalan lainnya, pengendara sepeda motor yang melawan arus masih menjadi pemandangan yang hampir terjadi setiap hari. Tidak sedikit pengguna jalan yang akhirnya menganggap perilaku tersebut sebagai hal yang biasa, padahal tindakan tersebut jelas melanggar aturan dan membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.  Ironisnya, pelanggaran tersebut tetap terjadi meskipun berbagai upaya telah dilakukan oleh para pemangku kepentingan. Direktorat Lalu Lintas Polda Papua bersama Dinas Perhubungan secara rutin melakukan pengaturan lalu lintas dan penegakan hukum. Berbagai fasilitas keselamatan seperti water barrier, traffic cone, pagar pembatas, marka jalan, hingga rambu larangan melawan arus juga telah dipasang di sejumlah titik rawan. Namun, fasilitas tersebut belum sepenuhnya mampu mengubah perilaku sebagian pengendara.  Alasan yang sering dikemukakan pun hampir selalu sama, yaitu tidak ingin memutar terlalu jauh, ingin menghemat waktu, atau merasa sudah memahami kondisi jalan sehingga yakin dapat menghindari kendaraan dari arah berlawanan. Padahal, keputusan tersebut justru menciptakan potensi bahaya yang jauh lebih besar.  Jalan raya dirancang dengan sistem lalu lintas yang memungkinkan setiap pengguna jalan dapat memperkirakan arah datangnya kendaraan lain. Ketika ada kendaraan yang muncul dari arah berlawanan secara tiba-tiba, waktu pengendara lain untuk bereaksi menjadi sangat terbatas. Kondisi inilah yang sering menjadi pemicu kecelakaan, baik tabrakan frontal maupun kecelakaan beruntun.  Yang lebih mengkhawatirkan, perilaku melawan arus perlahan berubah menjadi budaya yang dianggap lumrah. Ketika satu pengendara melakukannya tanpa mendapatkan teguran, pengendara lain cenderung mengikuti. Akibatnya, pelanggaran yang semestinya dicegah justru menjadi kebiasaan yang terus berulang.  Melawan arus bukan sekadar melanggar rambu lalu lintas, tetapi merupakan bentuk pengabaian terhadap hak pengguna jalan lain untuk berkendara dengan aman. Setiap pengendara memiliki hak untuk merasa aman saat menggunakan jalan, dan hak tersebut hanya dapat terwujud apabila seluruh pengguna jalan saling menghormati aturan yang berlaku.  Keselamatan lalu lintas tidak hanya ditentukan oleh kualitas infrastruktur, kelengkapan rambu, atau kehadiran petugas di lapangan. Faktor yang paling menentukan adalah perilaku manusia itu sendiri. Sebagus apa pun jalan yang dibangun, selengkap apa pun fasilitas keselamatan yang disediakan, semuanya tidak akan berarti apabila pengguna jalan masih mengabaikan aturan.  Oleh karena itu, sudah saatnya masyarakat membangun budaya berlalu lintas yang lebih disiplin. Memilih tetap berada di jalur yang benar, mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta saling menghargai sesama pengguna jalan merupakan langkah sederhana yang dapat menyelamatkan banyak nyawa.  Jalan raya adalah ruang bersama. Keselamatan di dalamnya bukan lahir dari keberuntungan, melainkan dari kepatuhan setiap pengguna jalan terhadap aturan. Jangan korbankan keselamatan hanya demi mempersingkat perjalanan. Karena sampai di tujuan dengan selamat akan selalu lebih berharga daripada tiba beberapa menit lebih cepat. ( Rilis )