Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Ekonomi

Peredaran Uang Palsu di Papua Kian Menurun, Ini Yang Telah Dilakukan Bank Indonesia

×

Peredaran Uang Palsu di Papua Kian Menurun, Ini Yang Telah Dilakukan Bank Indonesia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Keterangan gambar : Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Juli Budi Winantya. ( Foto : Muhammad Kasim ).

JAYAPURA ( Bisnis Papua )- Kantor Perwakilan ( Kpw ) Bank Indonesia Provinsi Papua hingga Maret 2023 menemukan sebanyak 16 lembar uang palsu yang beredar di masyarakat. Jumlah tersebut mengalami penurunan cukup signifikan, dibanding tahun sebelumnya sebanyak 341 lembar.

Example 300x600

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Juli Budi Winantya menyebutkan temuan tersebut berupa uang palsu pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu.

” Jadi dari 16 lembar uang palsu itu, 10 lembar pecahan 100 ribu dan 6 lembar pecahan 50 ribu ” ungkapnya kepada wartawan, Rabu ( 5/4/2023).

Lanjut Juli, temuan uang tersebut di dapat dari perbankan yang melakukan konfirmasi ke Bank Indonesia terkait keaslian uang rupiah.

” Dan itu kita dapat dari terutama bank-bank yang melakukan konfirmasi keaslian uang tersebut”, ujarnya.

Diungkapkan Juli, data adanya peredaran uang palsu itu bisa dari laporan masyarakat, klarifikasi dari perbankan juga dari aparat keamanan yang datang langsung ke Bank Indonesia.

“Jadi data uang palsu itu bisa dari laporan masyarakat datang ke kita ( Bank Indonesia )bisa dari perbankan yang klarifikasi ke kita, bisa juga dari pihak aparat keamanan yang datang ke kita”, ungkapnya.

Lanjut Juli, adapun tindak lanjut dari temuan uang palsu tersebut, telah dilaporkan kepihak berwajib ( kepolisian ) dan terus berkordinasi untuk mencegah peredaran uang palsu agar tidak semakin meluas.

” kita akan terus koordinasi untuk identifikasi, dan yang penting bagaimana kita untuk mencegah agar tidak semakin beredar luasnya uang palsu” tuturnya.

Dijelaskan Juli, salah satu upaya yang dilakukan Bank Indonesia adalah menerbitkan uang baru tahun emisi 2022 dengan fitur keamanannya juga lebih canggih lagi.

” memang penerbitan uang itu secara reguler harus dilakukan supaya semakin susah untuk di palsukan ” jelasnya.

Selain itu, lanjut Juli, Bank Indonesia terus berupaya secara rutin menggelar sosialisasi dan mengkampanyekan cinta bangga paham rupiah kepada masyarakat.

Dengan mengenal ciri ciri keaslian uang rupiah, kemudian dicintai dan dijaga agar uang uang tidak dilipat dan disimpan sembarangan, terkena air dan lainnya.

” Jadi Rupiah itu kita jaga supaya kondisinya tetap bagus sehingga tetap beredar di masyarakat dan tidak perlu ditarik oleh BI untuk diganti dengan uang baru “, pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *