JAYAPURA ( bisnispapua.com ) — Pasar sepeda motor di Tanah Papua mulai menunjukkan tanda pemulihan setelah sempat lesu akibat pandemi COVID-19. Namun, penjualan masih belum sepenuhnya kembali ke kondisi terbaik dalam lima tahun terakhir.
Region Head Astra Motor Papua, Thomas Pradu, mengatakan tren penjualan tahun ini relatif stagnan meski mulai ada peningkatan menjelang akhir tahun.
“Kalau melihat kondisi tahun ini, bisa dibilang belum menjadi tahun terbaik untuk penjualan sepeda motor. Dampak pandemi masih terasa, terutama pada daya beli masyarakat,” ujar Thomas di Jayapura, Selasa (14/10).
Lanjutnya, dengan telah ditetapkannya pejabat defenitif pemerintah provinsi Papua, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang juga berdampak pada penjualan sepeda motor honda di papua.
Ia menjelaskan, tren penjualan biasanya meningkat pada November dan Desember, seiring dengan pencairan anggaran dan meningkatnya kebutuhan transportasi masyarakat menjelang akhir tahun.
“Kami optimistis situasi akan membaik. Aktivitas ekonomi yang mulai bergairah dapat membantu meningkatkan penjualan,” ujarnya.
Data menunjukkan, rata-rata penjualan sepeda motor Honda di Papua mencapai sekitar 3.000 unit per bulan, dengan pertumbuhan di bawah 5 persen per tahun. Tipe Honda BeAT dan Genio masih menjadi kontributor terbesar, menyumbang hampir 30 persen dari total penjualan.
“Segmen motor matik kecil seperti BeAT dan Genio mendominasi pasar. Sekitar 50 persen populasi motor di Papua adalah jenis ini, karena dinilai lebih praktis untuk kondisi jalan dan kebutuhan masyarakat,” jelas Thomas.
Dua wilayah yang menjadi pasar utama Honda di Tanah Papua adalah Jayapura dan Sorong. Dalam dua tahun terakhir, posisi keduanya bergantian sebagai penyumbang penjualan tertinggi.
“Jayapura dan Sorong memang jadi pusat ekonomi dan mobilitas masyarakat tertinggi. Itu sebabnya kontribusinya besar terhadap total penjualan,” paparnya.
Untuk memperkuat pasar, Astra Motor Papua juga memperkenalkan produk baru di segmen premium seperti Honda ADV dan PCX. Kehadiran model tersebut diharapkan dapat menarik konsumen kelas menengah atas.
“Kami berharap produk baru bisa menjadi alternatif bagi konsumen, khususnya yang menginginkan motor dengan fitur dan teknologi lebih lengkap,” tambahnya.
Segmen premium Honda saat ini masih berkontribusi sekitar 2–3 persen dari total penjualan di Papua. Namun, potensi pasar di segmen ini dinilai masih terbuka, seiring meningkatnya daya beli dan minat masyarakat terhadap kendaraan berfitur modern.
“Kami melihat peluang positif di pasar Papua. Target kami sederhana, yaitu menjaga pertumbuhan stabil dan terus memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen,” tutup Thomas Pradu. (Muhammad Kasim )



















