Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Menkominfo Apresiasi Kualitas Jaringan Telekomunikasi TelkomGroup di Media Center KTT AIS 2023 Forum

×

Menkominfo Apresiasi Kualitas Jaringan Telekomunikasi TelkomGroup di Media Center KTT AIS 2023 Forum

Sebarkan artikel ini
Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Budi Arie Setiadi (tengah) didampingi senior leaders TelkomGroup meninjau Mini Network Operation Center Telkom di area Media Center KTT AIS 2023 Forum, Bali Nusa Dua Convention Center, Selasa (10/10). ( Foto : Istimewa ).
Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Budi Arie Setiadi (tengah) didampingi senior leaders TelkomGroup meninjau Mini Network Operation Center Telkom di area Media Center KTT AIS 2023 Forum, Bali Nusa Dua Convention Center, Selasa (10/10). ( Foto : Istimewa ).
Example 468x60

NUSA DUA ( Bisnis Papua )– Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Budi Arie Setiadi meninjau fasilitas media center pada ajang internasional Konferensi Tingkat Tinggi Archipelagic and Island States (AIS) Forum 2023 di Nusa Dua Convention Center, Bali, Selasa (10/10).

Menkominfo melihat secara langsung akses internet dan perangkat telekomunikasi yang disediakan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) di media center untuk mendukung aktivitas para awak media dalam memproduksi dan mendistribusikan berita, baik nasional maupun internasional.

Example 300x600

Turut hadir mendampingi Menkominfo dalam kunjungan tersebut, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Usman Kansong serta Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika, Ismail.

“Telkom sebagai BUMN yang bisa dibanggakan karena banyak membantu perhelatan internasional yang dilaksanakan Pemerintah dengan menyediakan semua layanan telekomunikasi. Semoga dalam KTT AIS ini semua permasalahan telekomunikasi bisa diatasi dengan baik oleh Telkom,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi.

Lebih lanjut Menkominfo mengapresiasi layanan akses internet Telkom yang berjalan baik selama di media center.

“Kualitas oke, kecepatan internetnya dapat ditingkatkan. Semoga Telkom terus bangga melayani bangsa,” ujarnya.

Dalam kunjungan ke media center, Menkominfo juga sempat meninjau Mini Network Operation Center (NOC) Telkom yang ada di BNDCC dan melakukan tes kecepatan internet (speed-test). Adapun rata-rata kecepatan internet di media center berkisar pada 113 Mbps untuk unggah dan 115 Mbps untuk unduh.

Menkominfo berpesan agar Telkom dapat terus menjaga performa kualitas infrastruktur dan layanan telekomunikasi, termasuk mengantisipasi jika ada jammer ataupun kepadatan trafik telekomunikasi hingga acara puncak pada 11 Oktober 2023.

EVP Divisi Government Service Telkom, Syaifudin mengatakan bahwa Telkom berkomitmen untuk memastikan keandalan layanan telekomunikasi yang ada di KTT ASIS 2023 Forum.

“Kami akan terus siaga mengamankan kelancaran infrastruktur dan jaringan telekomunikasi pada perhelatan internasional ini termasuk terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar sukses penyelenggaraan acara dapat kita wujudkan bersama.”ujar Syaifudin.

Guna menyukseskan perhelatan internasional KTT AIS Forum 2023, TelkomGroup menyediakan dukungan berupa digital connectivity melalui infrastruktur jaringan telekomunikasi terbaik, digital platform serta digital services. Telkom secara khusus menyediakan infrastruktur jaringan ICT dengan total kapasitas bandwidth mencapai 41,1 Gbps yang terdiri dari Astinet, Metro-E, VPNIP, dan Wifi serta didukung 1 Satellite News Gathering (SNG).

Untuk venue utama telah dilengkapi dengan infrastruktur jaringan berkapasitas maksimal 36,5 Gbps. Sementara untuk media center, Telkom menyediakan akses konektivitas dengan total kapasitas hingga 10,8Gbps dilengkapi dengan 260 sambungan LAN dan 55 access point Wifi. Konferensi ini juga didukung jalur yang beragam dan saling backup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

JAYAPURA ( bisnispapua.com ) – Telkomsel terus memperkuat komitmennya dalam memberdayakan talenta muda melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Papua Maluku Digital Bootcamp (PMDB). Program ini resmi ditutup melalui kegiatan Offboarding & Awarding PMDB Season 3 sebagai bentuk apresiasi terhadap para mahasiswa yang berhasil menghadirkan berbagai inovasi untuk menjawab tantangan di wilayah Papua dan Maluku.  PMDB merupakan program pengembangan talenta yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi digital generasi muda yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Selama penyelenggaraannya, peserta mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari campus roadshow, live class, pitching, hingga pendampingan. Antusiasme mahasiswa terhadap PMDB Season 3 terlihat dari partisipasi 3.099 mahasiswa yang mengikuti campus roadshow di 33 perguruan tinggi di Papua dan Maluku. Dari jumlah tersebut, sebanyak 181 peserta mengikuti sesi live class, 35 peserta berhasil melaju ke tahap pitching, hingga akhirnya terpilih 20 finalis yang mengembangkan proyek pada 5 tema utama, yaitu pendidikan, kesehatan, lingkungan sosial, ekonomi dan kewirausahaan, serta pariwisata.  GM Mobile Consumer Business Telkomsel Region Maluku dan Papua, Fajri Adi Firmansyah, mengatakan, “Papua dan Maluku memiliki banyak talenta dengan potensi yang luar biasa.  “Melalui PMDB, kami ingin menghadirkan ruang belajar, berkolaborasi, dan berinovasi agar ideide terbaik mereka dapat berkembang menjadi solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap program ini mampu melahirkan generasi muda yang siap menjadi agen perubahan dan turut mempercepat transformasi digital di Indonesia Timur.” ujar Fajri dalam keterangan resmi, Jumat ( 24/7). Pada ajang Awarding PMDB Season 3, Telkomsel memberikan penghargaan kepada 5 karya terbaik, yaitu:  Juara 1 Michelle Kinaya Universitas Papua (CekSehat: Teknologi untuk Deteksi Dini Penyakit pada Masyarakat).  Juara 2 Kinaryo Citra Universitas Musamus Merauke (Pengembangan Sistem Informasi Pariwisata Berbasis Web).  Juara 3 Dessy Natalya Universitas Papua (Peningkatan SDM Anak-anak Papua melalui Kelas Public Speaking).  Juara 4 Putra Angga Universitas Musamus Merauke (Pemberdayaan Pemuda Papua melalui Pelatihan dan Pengembangan Keterampilan dan Ekonomi Kreatif).  Juara 5 Dwi Risky Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong (MACE-MARKET: Modernisasi Administrasi dan Central Marketing Ekosistem Papua untuk Optimasi Produk Unggulan Desa Klasari dan Kuruwato).  Selain itu, Telkomsel juga memberikan apresiasi pada Peserta Terdigital PMDB Season 3 yang telah menunjukkan partisipasi, konsistensi, dan keterlibatan terbaik pada social media challenge selama rangkaian program berlangsung. Penghargaan tersebut diberikan kepada Rambu Aya Universitas Papua, Seravina Politeknik Amamapare, dan Felix Pelupessy Universitas Muhammadiyah Sorong.  Acara penutupan juga menghadirkan Manager Talent Fulfillment and Assessment Telkomsel, Abdul O Setiawan, yang membagikan wawasan mengenai pengembangan kompetensi dan kesiapan memasuki dunia kerja.  Sepanjang penyelenggaraan PMDB Season 3, berbagai ide inovasi yang dikembangkan peserta didominasi oleh sektor pendidikan (36%), diikuti ekonomi dan kewirausahaan (28%), sosial dan lingkungan (20%), kesehatan (8%), serta pariwisata (7%). Berbagai proyek tersebut mencerminkan kepedulian generasi muda terhadap isu isu di daerahnya sekaligus menghadirkan solusi berbasis teknologi yang relevan dan berkelanjutan. …

Berita

JAYAPURA ( bisnispapua.com ) -Hanya karena ingin menghemat beberapa menit perjalanan, sebagian pengendara masih nekat mengambil jalan pintas dengan melawan arus lalu lintas. Kebiasaan yang kerap dianggap sepele tersebut justru menjadi salah satu penyebab tingginya risiko kecelakaan di jalan raya.  Fenomena ini masih mudah ditemui di berbagai daerah, termasuk di Kota Jayapura. Di sejumlah titik, seperti kawasan Ring Road, Entrop, Kamkey Abepura hingga beberapa ruas jalan lainnya, pengendara sepeda motor yang melawan arus masih menjadi pemandangan yang hampir terjadi setiap hari. Tidak sedikit pengguna jalan yang akhirnya menganggap perilaku tersebut sebagai hal yang biasa, padahal tindakan tersebut jelas melanggar aturan dan membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.  Ironisnya, pelanggaran tersebut tetap terjadi meskipun berbagai upaya telah dilakukan oleh para pemangku kepentingan. Direktorat Lalu Lintas Polda Papua bersama Dinas Perhubungan secara rutin melakukan pengaturan lalu lintas dan penegakan hukum. Berbagai fasilitas keselamatan seperti water barrier, traffic cone, pagar pembatas, marka jalan, hingga rambu larangan melawan arus juga telah dipasang di sejumlah titik rawan. Namun, fasilitas tersebut belum sepenuhnya mampu mengubah perilaku sebagian pengendara.  Alasan yang sering dikemukakan pun hampir selalu sama, yaitu tidak ingin memutar terlalu jauh, ingin menghemat waktu, atau merasa sudah memahami kondisi jalan sehingga yakin dapat menghindari kendaraan dari arah berlawanan. Padahal, keputusan tersebut justru menciptakan potensi bahaya yang jauh lebih besar.  Jalan raya dirancang dengan sistem lalu lintas yang memungkinkan setiap pengguna jalan dapat memperkirakan arah datangnya kendaraan lain. Ketika ada kendaraan yang muncul dari arah berlawanan secara tiba-tiba, waktu pengendara lain untuk bereaksi menjadi sangat terbatas. Kondisi inilah yang sering menjadi pemicu kecelakaan, baik tabrakan frontal maupun kecelakaan beruntun.  Yang lebih mengkhawatirkan, perilaku melawan arus perlahan berubah menjadi budaya yang dianggap lumrah. Ketika satu pengendara melakukannya tanpa mendapatkan teguran, pengendara lain cenderung mengikuti. Akibatnya, pelanggaran yang semestinya dicegah justru menjadi kebiasaan yang terus berulang.  Melawan arus bukan sekadar melanggar rambu lalu lintas, tetapi merupakan bentuk pengabaian terhadap hak pengguna jalan lain untuk berkendara dengan aman. Setiap pengendara memiliki hak untuk merasa aman saat menggunakan jalan, dan hak tersebut hanya dapat terwujud apabila seluruh pengguna jalan saling menghormati aturan yang berlaku.  Keselamatan lalu lintas tidak hanya ditentukan oleh kualitas infrastruktur, kelengkapan rambu, atau kehadiran petugas di lapangan. Faktor yang paling menentukan adalah perilaku manusia itu sendiri. Sebagus apa pun jalan yang dibangun, selengkap apa pun fasilitas keselamatan yang disediakan, semuanya tidak akan berarti apabila pengguna jalan masih mengabaikan aturan.  Oleh karena itu, sudah saatnya masyarakat membangun budaya berlalu lintas yang lebih disiplin. Memilih tetap berada di jalur yang benar, mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta saling menghargai sesama pengguna jalan merupakan langkah sederhana yang dapat menyelamatkan banyak nyawa.  Jalan raya adalah ruang bersama. Keselamatan di dalamnya bukan lahir dari keberuntungan, melainkan dari kepatuhan setiap pengguna jalan terhadap aturan. Jangan korbankan keselamatan hanya demi mempersingkat perjalanan. Karena sampai di tujuan dengan selamat akan selalu lebih berharga daripada tiba beberapa menit lebih cepat. ( Rilis )