Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Ekonomi

KPPN Jayapura Kelola Pendapatan Negara pada 2024 Sebesar Rp 3,49 Triliun

×

KPPN Jayapura Kelola Pendapatan Negara pada 2024 Sebesar Rp 3,49 Triliun

Sebarkan artikel ini
Kepala KPPN Jayapura Unggul Budi Susilo saat menyampaikan sambutannya pada kegiatan Apresiasi dan Evaluasi Pelaksanaan APBN 2024 yang digelar di kantor GKN Jayapura, ( 23/1/2025). ( Muhammad Kasim )
Kepala KPPN Jayapura Unggul Budi Susilo saat menyampaikan sambutannya pada kegiatan Apresiasi dan Evaluasi Pelaksanaan APBN 2024 yang digelar di kantor GKN Jayapura, ( 23/1/2025). ( Muhammad Kasim )
Example 468x60

JAYAPURA ( bisnispapua.com )- Kantor Pelayanan Pendapatan Negara ( KPPN ) Jayapura menyebutkan pada tahun 2024 mengelola pendapatan negara sebesar Rp3,49 Triliun, terdiri dari Pendapatan Pajak sebesar Rp2,91 dan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp572,9 Miliar. 

Example 300x600

“Angka pendapatan negara tersebut naik dibanding tahun 2023 yang hanya Rp3,21 Triliun. ” ujar Kepala KPPN Jayapura Unggul Budi Susilo dalam sambutannya pada kegiatan Apresiasi dan Evaluasi Pelaksanaan APBN 2024 yang digelar di kantor GKN Jayapura, ( 23/1/2025).

Lanjutnya, pada sisi belanja dilaporkan bahwa Jayapura menyalurkan Belanja ke Satuan Kerja ( Satker ) Vertikal dan Transfer ke Daerah untuk 7 Pemda sebesar total Rp17.81 Triliun.

Kemudian, pada belanja Satker Vertikal, realisasi paling tinggi adalah belanja pegawai sebesar 99,3% dari pagu. Sedangkan yang realisasinya relatif rendah yaitu belanja lainnya dan belanja barang yang masing-masing adalah sebesar 70.5°/0 dan 77,9% dari pagu. 

“Rendahnya realisasi belania barang tersebut merupakan wujud dan pengendalian belanja perjalanan dinas sebagaimana diinstruksikan oleh Bapak Presidan Prabowo pada akhir 2024” jelas Unggul.

Lanjutnya, terkait dengan digitalisasi pembayaran APBN 2024, tercatat bahwa bendahara pengeluaran satker vertikal wilayah kerja KPPN Jayapura sudah rnelakukan transaksi melalui fasilitas Cash Management System perbankan sebanyak 58.700 transaksi dengan nominal Rp804 Miliar, naik dari tahun lalu yang hanya 36,402 transaksi dengan nominal Rp316,5 Miliar. 

Sedangkan penggunaan Kartu Kredit Pemerintah juga mengalami kenaikan meniadi 3.506 transaksi dengan nominal Rp16.82 miliar dibanding tahun lalu yang hanya 2.105 transaksi dengan nominal Rp10.16 Miliar. 

“Kenaikan pembayaran digital tersebut menandakan bahwa pengelolaan APBN berkontribusi aktif dalam rnendorong terciptanya cashless society.Hal ini,juga bermanfaat untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan APBN” tutup Unggul. ( Muhammad Kasim )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *