Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaBisnis

Jualan di Marketplace PLN Mobile, UMKM Angkola Kopi Siprok Laku Keras Omzet Hingga Ratusan Juta!

×

Jualan di Marketplace PLN Mobile, UMKM Angkola Kopi Siprok Laku Keras Omzet Hingga Ratusan Juta!

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA ( Bisnispapua.com ) – Mitra Binaan PT PLN (Persero) di Rumah BUMN Padang Sidimpuan, Angkola Kopi Sipirok (AKS) terpilih mewakili Pulau Sumatera untuk tampil dalam ajang Pasar Digital UMKM Indonesia (PaDi UMKM), Hybrid Expo Batch 3 Tahun 2022.Acara ini digelar Kementerian BUMN sebagai wadah pemasaran pelaku UMKM yang berlangsung secara offline di Gedung Sarinah dari 28 September-2 Oktober 2022, dan online 28 September-12 Oktober 2022.

Angkola Kopi Sipirok merupakan sebuah usaha pengolahan kopi berbasis sosial bisnis. Tujuannya tidak hanya fokus kepada mencari keuntungan, tetapi dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan ekonomi masyarakat setempat, khususnya di Kabupaten Tapanuli Selatan.

Example 300x600

Founder Angkola Kopi Sipirok, Sholih Wahan, menjelaskan motivasinya membuka usaha ini bukan sekadar jualan kopi, tapi juga mendorong pemasaran kekayaan produk daerahnya yakni Kopi Sipirok dari Tapanuli Selatan.

Ia mengaku, dalam pengembangan bisnisnya sangat terbantu dengan adanya dukungan yang diberikan Rumah BUMN Binaan PLN yang ada di daerahnya.

“Saya sudah sembilan tahun membuka usaha ini. Alhamdulillah berkat program TJSL ini, penjualan via market place PLN Mobile saya mencapai rekor ratusan juta, dari sini saja. Selama satu setengah bulan laku 2 ribu produk, di market place lain belum pernah. Jadi saya sangat terbantu sekali oleh program TJSL dan PLN Mobile ini,” kata Sholih.  

Ia menambahkan ajang PaDi UMKM Hybrid Expo ini membantu mengenalkan produk kopinya secara lebih luas lagi. Ajang ini ia rasa sejalan dengan  program yang ia terima di Rumah BUMN seperti brandingpackaging, hingga pemasaran produk. Ia juga berterima kasih karena dipilih dari sekitar 200 UMKM yang saat ini dibina oleh Rumah UMKM di Padang Sidimpuan.

“Kami membawa produk khusus dari daerah Tapanuli Selatan, Kopi Sipirok. Alhamdulillah berkat tergabung dalam program ini penjualannya luar biasa. Untuk program TJSL, produk saya menjadi yang terlaris di Indonesia,” tambahnya.

General Manajer PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumatera Utara Tonny Bellamy mengaku bangga akan terpilihnya mitra binaan PLN di Rumah BUMN Padang Sidimpuan yaitu Angkola Kopi Sipirok mewakili UMKM se-Pulau Sumatera dalam ajang PaDi UMKM Hybrid Expo Batch 3 Tahun 2022.

Dia mengatakan, PLN tidak hanya fokus sebagai penyedia jasa kelistrikan, namun juga memperhatikan para pelaku usaha UMKM di wilayah kerja PLN UIW Sumatera Utara.

“Angkola Kopi Sipirok mengedepankan inovasi yang dinamis dan mempunyai daya saing yang tinggi dengan mengutamakan kepuasan konsumen. Kopi Sipirok ini tidak hanya memiliki pasar domestik, namun sudah go international. Kopi ini sudah diekspor ke Korea hingga Jepang,” ujar Tonny.

Kementerian BUMN mencatat secara keseluruhan, total kontribusi belanja BUMN pada UMKM yang tercatat di PaDi UMKM untuk periode Januari hingga Agustus 2022 mencapai Rp 24,5 triliun dari 94 BUMN dan perusahaan anak. (***).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

JAYAPURA ( bisnispapua.com ) -Hanya karena ingin menghemat beberapa menit perjalanan, sebagian pengendara masih nekat mengambil jalan pintas dengan melawan arus lalu lintas. Kebiasaan yang kerap dianggap sepele tersebut justru menjadi salah satu penyebab tingginya risiko kecelakaan di jalan raya.  Fenomena ini masih mudah ditemui di berbagai daerah, termasuk di Kota Jayapura. Di sejumlah titik, seperti kawasan Ring Road, Entrop, Kamkey Abepura hingga beberapa ruas jalan lainnya, pengendara sepeda motor yang melawan arus masih menjadi pemandangan yang hampir terjadi setiap hari. Tidak sedikit pengguna jalan yang akhirnya menganggap perilaku tersebut sebagai hal yang biasa, padahal tindakan tersebut jelas melanggar aturan dan membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.  Ironisnya, pelanggaran tersebut tetap terjadi meskipun berbagai upaya telah dilakukan oleh para pemangku kepentingan. Direktorat Lalu Lintas Polda Papua bersama Dinas Perhubungan secara rutin melakukan pengaturan lalu lintas dan penegakan hukum. Berbagai fasilitas keselamatan seperti water barrier, traffic cone, pagar pembatas, marka jalan, hingga rambu larangan melawan arus juga telah dipasang di sejumlah titik rawan. Namun, fasilitas tersebut belum sepenuhnya mampu mengubah perilaku sebagian pengendara.  Alasan yang sering dikemukakan pun hampir selalu sama, yaitu tidak ingin memutar terlalu jauh, ingin menghemat waktu, atau merasa sudah memahami kondisi jalan sehingga yakin dapat menghindari kendaraan dari arah berlawanan. Padahal, keputusan tersebut justru menciptakan potensi bahaya yang jauh lebih besar.  Jalan raya dirancang dengan sistem lalu lintas yang memungkinkan setiap pengguna jalan dapat memperkirakan arah datangnya kendaraan lain. Ketika ada kendaraan yang muncul dari arah berlawanan secara tiba-tiba, waktu pengendara lain untuk bereaksi menjadi sangat terbatas. Kondisi inilah yang sering menjadi pemicu kecelakaan, baik tabrakan frontal maupun kecelakaan beruntun.  Yang lebih mengkhawatirkan, perilaku melawan arus perlahan berubah menjadi budaya yang dianggap lumrah. Ketika satu pengendara melakukannya tanpa mendapatkan teguran, pengendara lain cenderung mengikuti. Akibatnya, pelanggaran yang semestinya dicegah justru menjadi kebiasaan yang terus berulang.  Melawan arus bukan sekadar melanggar rambu lalu lintas, tetapi merupakan bentuk pengabaian terhadap hak pengguna jalan lain untuk berkendara dengan aman. Setiap pengendara memiliki hak untuk merasa aman saat menggunakan jalan, dan hak tersebut hanya dapat terwujud apabila seluruh pengguna jalan saling menghormati aturan yang berlaku.  Keselamatan lalu lintas tidak hanya ditentukan oleh kualitas infrastruktur, kelengkapan rambu, atau kehadiran petugas di lapangan. Faktor yang paling menentukan adalah perilaku manusia itu sendiri. Sebagus apa pun jalan yang dibangun, selengkap apa pun fasilitas keselamatan yang disediakan, semuanya tidak akan berarti apabila pengguna jalan masih mengabaikan aturan.  Oleh karena itu, sudah saatnya masyarakat membangun budaya berlalu lintas yang lebih disiplin. Memilih tetap berada di jalur yang benar, mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta saling menghargai sesama pengguna jalan merupakan langkah sederhana yang dapat menyelamatkan banyak nyawa.  Jalan raya adalah ruang bersama. Keselamatan di dalamnya bukan lahir dari keberuntungan, melainkan dari kepatuhan setiap pengguna jalan terhadap aturan. Jangan korbankan keselamatan hanya demi mempersingkat perjalanan. Karena sampai di tujuan dengan selamat akan selalu lebih berharga daripada tiba beberapa menit lebih cepat. ( Rilis )

Bisnis

JAYAPURA ( Bisnispapua.com ) – Memasuki semester 2 tahun 2026, tepatnya bulan Juli, Astra Motor Papua selaku Main Dealer sepeda motor Honda dan bagian dari…