Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Instruktur Safety Riding Honda Cerahkan Ratusan Ribu Masyarakat

×

Instruktur Safety Riding Honda Cerahkan Ratusan Ribu Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAYAPURA ( Bisnis Papua ) – Komitmen PT Astra Honda Motor (AHM) di era elektrifikasi kendaraan bermotor terus diwujudkan secara nyata. Setelah menghadirkan 4 model sepeda motor listrik Honda lengkap dengan ekosistem layanannya, AHM bersama jaringannya mengimbanginya dengan edukasi keselamatan berkendara menggunakan sepeda motor listrik. Sebanyak 2.558 peserta sepanjang 2024 dari berbagai daerah mendapatkan pelatihan dari instruktur safety riding Honda.

Example 300x600

Tak hanya memperkaya pengetahuan keselamatan berkendara dengan sepeda motor listrik, AHM pun semakin konsisten dengan edukasi yang bertujuan menghadirkan keselamatan dan kenyamanan berkendara di Indonesia. Sepanjang 2024, perusahaan berhasil mengedukasi 132.900 peserta edukasi dalam 2.836 kegiatan.

Dalam kegiatan edukasi, para instruktur juga berkolaborasi dengan berbagai stakeholder seperti Kepolisian di 29 daerah dalam memberikan edukasi waspada di wilayah area blackspot. Dalam melakukan inovasi kampanye keselamatan berkendara pada tahun ini, AHM juga menghadirkan program Ambassador Traffic Safety. Bekerjasama dengan Universitas Indonesia, sebanyak 5 ambassador terpilih berperan sebagai inisiator keselamatan berkendara di lingkungan universitas.

Selain itu, 8 Safety Riding Center dan AHM Safety Riding Park juga turut mengkampanyekan keselamatan berkendara melalui kegiatan #Cari_aman Skill Competition. Kompetisi yang berlangsung pada bulan November mengundang masyarakat yang telah mendapatkan edukasi seperti perwakilan perusahaan, komunitas sepeda motor Honda, guru sekolah binaan serta perwakilan Dinas Perhubungan.

Beragam materi teknik berkendara dihadirkan oleh para instruktur Safety Riding Honda. Materi yang diberikan meliputi mental sebagai pengguna jalan hingga teknik berkendara sepeda motor listrik. Para peserta edukasi mendapatkan pembekalan edukasi seperti tips dan trik berkendara aman hingga mindset berkendara. Pada edukasi safety riding menggunakan sepeda motor listrik, para peserta mendapatkan edukasi mengenai fitur hingga karakter berkendara motor listrik.

General Manager Marketing Planning & Analysis AHM Andy Wijaya mengatakan komitmen dalam edukasi keselamatan berkendara konsisten dilaksanakan sebagai tanggung jawab perusahaan sepeda motor. Edukasi kepada berbagai lapisan masyarakat menjadi salah satu cara untuk menghadirkan masyarakat yang peduli keselamatan berkendara di setiap generasi.

“Perkembangan teknologi sepeda motor juga menjadi parameter bagi kami dalam melakukan pengembangan materi edukasi keselamatan berkendara oleh para instruktur Safety Riding Honda. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama dalam menghadirkan keselamatan dan keamanan berkendara di Indonesia,” ujar Andy.

Sepanjang tahun 2024, para instruktur safety riding Honda berhasil edukasi kepada anak anak hingga pelajar sekolah mencapai 86.515 peserta edukasi melalui 1.433 kegiatan edukasi. Selain itu bagi kategori peserta dewasa mulai dari mahasiswa hingga karyawan perusahaan mencapai 48.943 melalui 1.468 kegiatan edukasi. Kegiatan edukasi yang dilakukan oleh para instruktur safety riding Honda dilakukan di lokasi peserta edukasi seperti sekolah, cafe, lingkungan perusahaan penerima edukasi dan juga di 8 Safety Riding Center.

Di Papua sendiri, kegiatan safety riding selalu dijalankan setiap bulannya baik berkolaborasi dengan sekolah-sekolah maupun instansi. Harapannya dengan dilakukannya kegiatan safety riding secara rutin, dapat benar-benar menyardarkan dan megajak masyarakat Papua untuk lebih tertib berlalu lintas dan menerapkan #Cari_Aman demi keselamatan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

JAYAPURA ( bisnispapua.com ) -Hanya karena ingin menghemat beberapa menit perjalanan, sebagian pengendara masih nekat mengambil jalan pintas dengan melawan arus lalu lintas. Kebiasaan yang kerap dianggap sepele tersebut justru menjadi salah satu penyebab tingginya risiko kecelakaan di jalan raya.  Fenomena ini masih mudah ditemui di berbagai daerah, termasuk di Kota Jayapura. Di sejumlah titik, seperti kawasan Ring Road, Entrop, Kamkey Abepura hingga beberapa ruas jalan lainnya, pengendara sepeda motor yang melawan arus masih menjadi pemandangan yang hampir terjadi setiap hari. Tidak sedikit pengguna jalan yang akhirnya menganggap perilaku tersebut sebagai hal yang biasa, padahal tindakan tersebut jelas melanggar aturan dan membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.  Ironisnya, pelanggaran tersebut tetap terjadi meskipun berbagai upaya telah dilakukan oleh para pemangku kepentingan. Direktorat Lalu Lintas Polda Papua bersama Dinas Perhubungan secara rutin melakukan pengaturan lalu lintas dan penegakan hukum. Berbagai fasilitas keselamatan seperti water barrier, traffic cone, pagar pembatas, marka jalan, hingga rambu larangan melawan arus juga telah dipasang di sejumlah titik rawan. Namun, fasilitas tersebut belum sepenuhnya mampu mengubah perilaku sebagian pengendara.  Alasan yang sering dikemukakan pun hampir selalu sama, yaitu tidak ingin memutar terlalu jauh, ingin menghemat waktu, atau merasa sudah memahami kondisi jalan sehingga yakin dapat menghindari kendaraan dari arah berlawanan. Padahal, keputusan tersebut justru menciptakan potensi bahaya yang jauh lebih besar.  Jalan raya dirancang dengan sistem lalu lintas yang memungkinkan setiap pengguna jalan dapat memperkirakan arah datangnya kendaraan lain. Ketika ada kendaraan yang muncul dari arah berlawanan secara tiba-tiba, waktu pengendara lain untuk bereaksi menjadi sangat terbatas. Kondisi inilah yang sering menjadi pemicu kecelakaan, baik tabrakan frontal maupun kecelakaan beruntun.  Yang lebih mengkhawatirkan, perilaku melawan arus perlahan berubah menjadi budaya yang dianggap lumrah. Ketika satu pengendara melakukannya tanpa mendapatkan teguran, pengendara lain cenderung mengikuti. Akibatnya, pelanggaran yang semestinya dicegah justru menjadi kebiasaan yang terus berulang.  Melawan arus bukan sekadar melanggar rambu lalu lintas, tetapi merupakan bentuk pengabaian terhadap hak pengguna jalan lain untuk berkendara dengan aman. Setiap pengendara memiliki hak untuk merasa aman saat menggunakan jalan, dan hak tersebut hanya dapat terwujud apabila seluruh pengguna jalan saling menghormati aturan yang berlaku.  Keselamatan lalu lintas tidak hanya ditentukan oleh kualitas infrastruktur, kelengkapan rambu, atau kehadiran petugas di lapangan. Faktor yang paling menentukan adalah perilaku manusia itu sendiri. Sebagus apa pun jalan yang dibangun, selengkap apa pun fasilitas keselamatan yang disediakan, semuanya tidak akan berarti apabila pengguna jalan masih mengabaikan aturan.  Oleh karena itu, sudah saatnya masyarakat membangun budaya berlalu lintas yang lebih disiplin. Memilih tetap berada di jalur yang benar, mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta saling menghargai sesama pengguna jalan merupakan langkah sederhana yang dapat menyelamatkan banyak nyawa.  Jalan raya adalah ruang bersama. Keselamatan di dalamnya bukan lahir dari keberuntungan, melainkan dari kepatuhan setiap pengguna jalan terhadap aturan. Jangan korbankan keselamatan hanya demi mempersingkat perjalanan. Karena sampai di tujuan dengan selamat akan selalu lebih berharga daripada tiba beberapa menit lebih cepat. ( Rilis )