MANADO ( Bisnis Papua )- Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) Provinsi Papua menggelar media gathering dengan mengajak 12 wartawan/insan pers mengunjungi Manado, Sulawesi Utara, pada 30 November hingga 1 Desember 2023.
Hari pertama kegiatan tersebut pemaparan materi meliputi kondisi kinerja keuangan di Papua, edukasi perlindungan terhadap konsumen, perdagangan bursa karbon dan bursa efek Indonesia, serta trik menulis indepth reporting untuk berita ekonomi.
Kemudian, dihari kedua para insan pers diajak mengunjungi salah satu Usaha Kecil Mikro dan Menengah ( UMKM )di Manado,sebagai studi banding untuk pengembangan potensi yang ada di Papua.
Kepala OJK Perwakilan Papua, Muhammad Ikhsan Hutahean mengatakan kegiatan media gathering bertujuan memberikan informasi dan edukasi kepada para insan pers terkait kondisi kinerja industri keuangan di Papua.
” jadi kita mengajak rekan rekan media ke Manado, terkait dengan kegiatan menginformasikan kondisi kinerja industri keuangan di Papua,” ungkapnya usai menyampaikan pemaparan dikegiatan media gathering, Kamis ( 30/11/2023).
Selain itu, lanjut Ikhsan, bukan hanya informasi tetapi juga memberikan edukasi terkait bursa karbon yang sangat penting untuk diinformasikan di media.
” Bursa karbon ini memang sesuatu yang baru dan memang dianggap penting untuk diinformasikan” imbuhnya.
Menurutnya, potensi hutan di Papua yang masih alami dan cukup besar, sehingga berpotensi apabila dijadikan bursa karbon itu bisa meningkatkan terhadap PAD Papua.
Saat ini, ada dua daerah yang sudah dijadikan kredit karbon yaitu Kalimantan Timur dan Jambu. Untuk Papua kini sedang meminta informasi.
Menurut Ikhsan, dengan menginformasikan potensi bursa karbon dapat memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah ( PAD ).
” Potensi bursa karbon bisa memberikan kontribusi terhadap PAD Papua. Mudah mudahan melalui gathering ini juga terinfornasi ke pemda sehingga kedepannya bisa jadi sebagai pertimbangan juga untuk membuat kredit karbon di Papua ” jelasnya.
Untuk itu, lanjut Ikhsan, pihaknya telah berkordinasi dan baru menyampaikan surut terkait potensi kredit karbon di Papua.
” kita sudah menyelesaikan surat keseluruh OPD yang ada di Papua termasuk dinas lingkungan ” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut juga dipaparkan terkait edukasi mengenai pasar modal, diharapkan juga nanti informasi ini juga akan menjadi suatu literasi bagi media dalam hal terkait transaksi di bursa efek Indonesia.
“Adapun kunjungan ke UKM bisa sebagai pembanding ,potensi apa yang bisa diterapkan sebagai contoh untuk di Papua ” jelas Ikhsan.
Hadiri memberikan pemaparan materi dalam kegiatan tersebut, Kepala OJK Papua, Muhammad Ikhsan Hutahaean, Pengawas Senior Deputi Direktur Pengawasan Keuangan Derivatif, Multaza, Analis Analis Bagian Pengawasan Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis, Mochammad Akbar, Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Sulawesi Utara Mario Laurens Iroth, serta Kepala Biro Antara Papua, Hendrina Dian Kandipi. ( *)



















