Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Gandeng Mahasiswa, Yayasan AHM Siapkan Puluhan Agen Safety Riding

×

Gandeng Mahasiswa, Yayasan AHM Siapkan Puluhan Agen Safety Riding

Sebarkan artikel ini
Example 468x60


JAYAPURA ( Bisnis Papua ) – Menguatkan komitmen dalam menghadirnya keamanan dan kenyamanan berkendara di Indonesia, sebanyak 30 mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN SUKA) Yogyakarta disiapkan menjadi Agen Safety Riding. Para anak muda ini diberikan pengayaan kompetensi dalam kegiatan Safety Riding Awareness untuk menjadi bekal mereka saat melakukan kampanye keselamatan berkendara di kalangan generasi muda dan lingkungan sekitarnya.


Safety Riding Awareness dibuka secara resmi oleh Rektor UIN SUKA Prof. Noorhaidi Hasan S.Ag, MA, M. Phill, Ph.D bersama Ketua Yayasan AHM Ahmad Muhibbuddin di UIN SUKA Yogyakarta (2/11). Kegiatan ini merupakan salah satu wujud komitmen Yayasan AHM dalam menggandeng para generasi muda untuk mengkampanyekan keselamatan berkendara di lingkungan kampus dan di lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) saat melakukan program pengabdian masyarakat.

Example 300x600


Dalam mendukung kemampuan Agen Safety Riding, mereka dibekali pengetahuan maupun keterampilan khusus, seperti teknis dasar berkendara hingga danger prediction. Pelatihan langsung diberikan oleh Astra Honda License Instructure (AHLI) Astra Motor Yogyakarta secara teori dan praktik di Astra Motor Safety Riding Center Yogyakarta dan Zona Lintasan Keselamatan Berkendara UIN SUKA.


Untuk memperkuat kompetensi para Agen Safety Riding, peserta mendapatkan ilmu dalam memberikan pengajaran kepada para calon peserta edukasi keselamatan berkendara. Yayasan AHM turut memberikan dukungan fasilitas ajar berupa Zona Lintasan Keselamatan Berkendara di kampus sebagai wadah edukasi keselamatan berkendara yang akan digunakan oleh para Agen Safety Riding di lingkungan kampus UIN SUKA.


Gelaran peresmian puluhan Agen Safety Riding ini, juga dihadiri oleh 50 para peserta KKN untuk mendapatkan pengetahuan keselamatan berkendara dari sepeda motor Honda. Para peserta edukasi secara teori melalui kegiatan talkshow dan sesi praktik untuk menjadi bekal dan pengalaman inspiratif dalam mengimplementasi keselamatan berkendara yang benar, aman dan
nyaman.


“Saya senang dengan kegiatan ini karena memberikan pengetahuan baru dalam melakukan kampanye keselamatan berkendara di masyarakat nantinya. Tentunya sebagai gen Z, saya juga ingin menjadi bagian dalam mengurangi angka kecelakaan di Tanah Air,” ujar Viqra Engfita Wahyuni sebagai mahasiswa UIN SUKA Yogyakarta sekaligus Agen Safety Riding.


Ketua Yayasan AHM Ahmad Muhibbuddin mengatakan program ini merupakan langkah nyata Yayasan AHM dalam mengampanyekan keselamatan berkendara di kalangan generasi muda agar semakin banyak informasi keselamatan berkendara di masyarakat.


“Budaya keselamatan berkendara harus terus dikembangkan oleh banyak pihak. Kami berharap dari kampus ini lahir para Agen Safety Riding yang kreatif menyebarkan kesadaran keselamatan berkendara bagi masyarakat maupun lingkungan kampus,” ujar Muhib.


Hingga Desember 2024, Yayasan AHM telah memiliki 239 Duta Safety Riding yang tersebar di 6 Safety Riding Lab Astra Honda. Duta Safety Riding merupakan para anak muda yang bersemangat mengedukasi keselamatan berkendara di lingkungan SMA dan sederajat. Setiap tahun, para Duta Safety Riding mampu memberikan edukasi lebih dari 50 ribu pelajar lainnya.


Selain itu terdapat 97 Figur Safety Riding yang terdiri dari guru-guru pengajar untuk memberikan edukasi keselamatan berkendara dengan cara yang kreatif, menyenangkan, dan mudah dicerna bagi anak usia dini di berbagai wilayah di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

JAYAPURA ( bisnispapua.com ) -Hanya karena ingin menghemat beberapa menit perjalanan, sebagian pengendara masih nekat mengambil jalan pintas dengan melawan arus lalu lintas. Kebiasaan yang kerap dianggap sepele tersebut justru menjadi salah satu penyebab tingginya risiko kecelakaan di jalan raya.  Fenomena ini masih mudah ditemui di berbagai daerah, termasuk di Kota Jayapura. Di sejumlah titik, seperti kawasan Ring Road, Entrop, Kamkey Abepura hingga beberapa ruas jalan lainnya, pengendara sepeda motor yang melawan arus masih menjadi pemandangan yang hampir terjadi setiap hari. Tidak sedikit pengguna jalan yang akhirnya menganggap perilaku tersebut sebagai hal yang biasa, padahal tindakan tersebut jelas melanggar aturan dan membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.  Ironisnya, pelanggaran tersebut tetap terjadi meskipun berbagai upaya telah dilakukan oleh para pemangku kepentingan. Direktorat Lalu Lintas Polda Papua bersama Dinas Perhubungan secara rutin melakukan pengaturan lalu lintas dan penegakan hukum. Berbagai fasilitas keselamatan seperti water barrier, traffic cone, pagar pembatas, marka jalan, hingga rambu larangan melawan arus juga telah dipasang di sejumlah titik rawan. Namun, fasilitas tersebut belum sepenuhnya mampu mengubah perilaku sebagian pengendara.  Alasan yang sering dikemukakan pun hampir selalu sama, yaitu tidak ingin memutar terlalu jauh, ingin menghemat waktu, atau merasa sudah memahami kondisi jalan sehingga yakin dapat menghindari kendaraan dari arah berlawanan. Padahal, keputusan tersebut justru menciptakan potensi bahaya yang jauh lebih besar.  Jalan raya dirancang dengan sistem lalu lintas yang memungkinkan setiap pengguna jalan dapat memperkirakan arah datangnya kendaraan lain. Ketika ada kendaraan yang muncul dari arah berlawanan secara tiba-tiba, waktu pengendara lain untuk bereaksi menjadi sangat terbatas. Kondisi inilah yang sering menjadi pemicu kecelakaan, baik tabrakan frontal maupun kecelakaan beruntun.  Yang lebih mengkhawatirkan, perilaku melawan arus perlahan berubah menjadi budaya yang dianggap lumrah. Ketika satu pengendara melakukannya tanpa mendapatkan teguran, pengendara lain cenderung mengikuti. Akibatnya, pelanggaran yang semestinya dicegah justru menjadi kebiasaan yang terus berulang.  Melawan arus bukan sekadar melanggar rambu lalu lintas, tetapi merupakan bentuk pengabaian terhadap hak pengguna jalan lain untuk berkendara dengan aman. Setiap pengendara memiliki hak untuk merasa aman saat menggunakan jalan, dan hak tersebut hanya dapat terwujud apabila seluruh pengguna jalan saling menghormati aturan yang berlaku.  Keselamatan lalu lintas tidak hanya ditentukan oleh kualitas infrastruktur, kelengkapan rambu, atau kehadiran petugas di lapangan. Faktor yang paling menentukan adalah perilaku manusia itu sendiri. Sebagus apa pun jalan yang dibangun, selengkap apa pun fasilitas keselamatan yang disediakan, semuanya tidak akan berarti apabila pengguna jalan masih mengabaikan aturan.  Oleh karena itu, sudah saatnya masyarakat membangun budaya berlalu lintas yang lebih disiplin. Memilih tetap berada di jalur yang benar, mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta saling menghargai sesama pengguna jalan merupakan langkah sederhana yang dapat menyelamatkan banyak nyawa.  Jalan raya adalah ruang bersama. Keselamatan di dalamnya bukan lahir dari keberuntungan, melainkan dari kepatuhan setiap pengguna jalan terhadap aturan. Jangan korbankan keselamatan hanya demi mempersingkat perjalanan. Karena sampai di tujuan dengan selamat akan selalu lebih berharga daripada tiba beberapa menit lebih cepat. ( Rilis )