JAYAPURA ( Bisnis Papua ) – PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama Balai Pengelolaan Daerah Aliran
Sungai & Hutan Lindung (BPDASHL) Mamberamo mengajak masyarakat terlibat dalam
rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS), salah satunya melalui pelatihan tentang pelaksanaan
bimbingan teknis (bimtek) pemeliharaan DAS.
“Implementasi kegiatan Rehabilitasi DAS yang dilakukan PTFI dimulai dari kegiatan penanaman
hingga pemeliharaan tanaman, termasuk kegiatan bimtek ini. Harapan kami masyarakat yang
tergabung dalam kelompok-kelompok penanaman dapat memahami teknis dalam penanaman
dan pemeliharaan sehingga Rehabilitasi DAS bisa berhasil,” kata Vice President Environmental
PTFI Gesang Setyadi.
Kegiatan Bimtek P2 berlangsung di area rehabilitasi DAS Kusu Kusu Bonggrang, Kampung
Nambom, Distrik Kemtuk di Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (13/7). Ini merupakan lokasi
penanaman tahun 2022 dengan luas kawasan mencapai 594 ha.
BPDAS Mamberamo memberikan materi bimtek monitoring pelaksanaan pemeliharaan tanaman meliputi evaluasi program kerja Masyarakat Peduli Api (MPA) yang telah dibentuk oleh PTFI bersama Dinas
Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua.
“Selain itu, dilakukan juga monitoring pertumbuhan tanaman dengan menggunakan drone,
monitoring Geotagging tanaman dan uji petik presentase tumbuh tanaman,” kata Gesang.
Rehabilitasi DAS
Gesang menjelaskan kegiatan rehabilitasi DAS bertujuan untuk memulihkan dan menjaga
kawasan hutan sebagai penyangga kehidupan. Dalam jangka panjang, kegiatan ini juga untuk
meningkatkan ekonomi masyarakat setempat melalui tanaman buah-buahan yang ditanam,
yang dapat memberikan nilai ekonomis bagi mereka.
Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Mamberamo Kementerian Lingkungan
Hidup dan Kehutanan RI (KLHK) Irwan Valentinus Sihotang mengatakan penanaman dalam
rangka rehabilitasi Daerah Aliran Sungai merupakan kewajiban PTFI yang mendapat Izin Pinjam
Pakai Kawasan Hutan atau (IPPKH) untuk kegiatan penambangan operasi dan produksi dan
fasilitas pendukungnya.
“Pohon-pohon yang ditanam sudah 90 persen berhasil. Bahkan Freeport dan Dinas Kehutanan
dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua berhasil membentuk kelompok Masyarakat Peduli Api
(MPA),” kata Irwan.



















