Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaNasional

Dewi Aryani Suzana dan Harwan Muldidarmawan Terpilih Sebagai The Next Future Leader 2025 oleh Infobank Media Group

×

Dewi Aryani Suzana dan Harwan Muldidarmawan Terpilih Sebagai The Next Future Leader 2025 oleh Infobank Media Group

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA ( bisnispapua.com ) – Dua Direksi Jasa Raharja, Plt. Direktur Utama Dewi
Aryani Suzana dan Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Harwan
Muldidarmawan, menerima penghargaan The Next Future Leader 2025 pada acara
Top 100 CEO and The Future Leaders Forum & Appreciation 2025. Acara yang
bertema ‘Closing Year Forum and Appreciation: The Heart of Leadership – The
Future Depends on What You Do Today’ ini diselenggarakan oleh Infobank Media
Group di Shangri-La Hotel, Jakarta, pada Senin, 8 Desember 2025.

Acara tahunan ini menjadi wadah untuk mengapresiasi para pemimpin korporasi
yang dinilai berhasil menunjukkan kualitas kepemimpinan visioner, adaptif, dan
berorientasi pada transformasi. Tahun ini, Infobank memberikan penghargaan CEO
of The Year 2025, Top 100 CEO 2025, Top Young CEO 2025, dan The Inspirational
Legendary Bankers 2025, serta memberikan apresiasi The Next Future Leader 2025
dari berbagai sektor industri di Indonesia.

Example 300x600

Forum tersebut juga diwarnai dengan peluncuran dan bedah buku berjudul
Leadership – Thinking and Practice karya Ignasius Jonan, serta sesi paparan
economic outlook 2026. Dalam kegiatan penghargaan, para penerima dinilai
berdasarkan rekam jejak kepemimpinan, kontribusi terhadap organisasi, kemampuan
mengelola perubahan, hingga komitmen pada tata kelola perusahaan yang baik.

Dewi Aryani Suzana dan Harwan Muldidarmawan terpilih sebagai The Next Future Leader 2025 atas kontribusi keduanya dalam memperkuat reformasi internal,peningkatan layanan publik, serta pengembangan budaya kerja adaptif di lingkungan Jasa Raharja.

Penilaian juga mencakup keberhasilan keduanya menggerakkan percepatan digitalisasi, proses bisnis yang lebih efisien, serta penguatan manajemen risiko yang sejalan dengan kebutuhan transformasi BUMN.

Penghargaan ini semakin menegaskan posisi Jasa Raharja sebagai perusahaan yang konsisten membangun fondasi kepemimpinan masa depan melalui tata kelola yang lebih kuat, inovasi layanan, serta orientasi pada keberlanjutan dan keselamatan masyarakat.

Menanggapi penghargaan tersebut, Plt. Direktur Utama Jasa Raharja Dewi Aryani
Suzana menyampaikan apresiasi atas penilaian yang diberikan Infobank.

“Penghargaan ini merupakan kehormatan sekaligus motivasi bagi kami di Jasa
Raharja untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kepemimpinan hari ini menuntut keberanian beradaptasi dan komitmen menghadirkan perubahan yang berdampak. Saya berterima kasih kepada seluruh insan Jasa Raharja yang telah bekerja keras dan menjadi bagian penting dalam perjalanan transformasi perusahaan,” ujar Dewi.

Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Harwan Muldidarmawan turut
menegaskan bahwa penghargaan ini mencerminkan kerja kolektif di Jasa Raharja
dalam membangun budaya risiko yang lebih kuat dan responsif.

, “Pengakuan ini merupakan dorongan bagi kami untuk semakin memperkuat tata kelola yang berhati-hati dan bertanggung jawab,
manajemen risiko yang adaptif, serta memastikan setiap proses bisnis berjalan
semakin efektif. Kami percaya bahwa kepemimpinan masa depan bukan hanya
tentang strategi, tetapi juga kemampuan mengelola ketidakpastian dan memastikan
keberlanjutan organisasi.” tegas Harwan.

Dengan diraihnya penghargaan ini, Jasa Raharja berkomitmen untuk terus
memperkuat transformasi perusahaan, meningkatkan kualitas pelayanan publik,
serta mengembangkan kapasitas pemimpin masa depan di seluruh lini organisasi.

Jasa Raharja akan terus menciptakan lingkungan kerja yang mendukung munculnya pemimpin yang kompeten, visioner, dan mampu menggerakkan perubahan positif untuk mendukung keberlanjutan perusahaan serta memberikan layanan terbaik bagi
masyarakat. ( Pr / Red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

JAYAPURA ( bisnispapua.com ) -Hanya karena ingin menghemat beberapa menit perjalanan, sebagian pengendara masih nekat mengambil jalan pintas dengan melawan arus lalu lintas. Kebiasaan yang kerap dianggap sepele tersebut justru menjadi salah satu penyebab tingginya risiko kecelakaan di jalan raya.  Fenomena ini masih mudah ditemui di berbagai daerah, termasuk di Kota Jayapura. Di sejumlah titik, seperti kawasan Ring Road, Entrop, Kamkey Abepura hingga beberapa ruas jalan lainnya, pengendara sepeda motor yang melawan arus masih menjadi pemandangan yang hampir terjadi setiap hari. Tidak sedikit pengguna jalan yang akhirnya menganggap perilaku tersebut sebagai hal yang biasa, padahal tindakan tersebut jelas melanggar aturan dan membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.  Ironisnya, pelanggaran tersebut tetap terjadi meskipun berbagai upaya telah dilakukan oleh para pemangku kepentingan. Direktorat Lalu Lintas Polda Papua bersama Dinas Perhubungan secara rutin melakukan pengaturan lalu lintas dan penegakan hukum. Berbagai fasilitas keselamatan seperti water barrier, traffic cone, pagar pembatas, marka jalan, hingga rambu larangan melawan arus juga telah dipasang di sejumlah titik rawan. Namun, fasilitas tersebut belum sepenuhnya mampu mengubah perilaku sebagian pengendara.  Alasan yang sering dikemukakan pun hampir selalu sama, yaitu tidak ingin memutar terlalu jauh, ingin menghemat waktu, atau merasa sudah memahami kondisi jalan sehingga yakin dapat menghindari kendaraan dari arah berlawanan. Padahal, keputusan tersebut justru menciptakan potensi bahaya yang jauh lebih besar.  Jalan raya dirancang dengan sistem lalu lintas yang memungkinkan setiap pengguna jalan dapat memperkirakan arah datangnya kendaraan lain. Ketika ada kendaraan yang muncul dari arah berlawanan secara tiba-tiba, waktu pengendara lain untuk bereaksi menjadi sangat terbatas. Kondisi inilah yang sering menjadi pemicu kecelakaan, baik tabrakan frontal maupun kecelakaan beruntun.  Yang lebih mengkhawatirkan, perilaku melawan arus perlahan berubah menjadi budaya yang dianggap lumrah. Ketika satu pengendara melakukannya tanpa mendapatkan teguran, pengendara lain cenderung mengikuti. Akibatnya, pelanggaran yang semestinya dicegah justru menjadi kebiasaan yang terus berulang.  Melawan arus bukan sekadar melanggar rambu lalu lintas, tetapi merupakan bentuk pengabaian terhadap hak pengguna jalan lain untuk berkendara dengan aman. Setiap pengendara memiliki hak untuk merasa aman saat menggunakan jalan, dan hak tersebut hanya dapat terwujud apabila seluruh pengguna jalan saling menghormati aturan yang berlaku.  Keselamatan lalu lintas tidak hanya ditentukan oleh kualitas infrastruktur, kelengkapan rambu, atau kehadiran petugas di lapangan. Faktor yang paling menentukan adalah perilaku manusia itu sendiri. Sebagus apa pun jalan yang dibangun, selengkap apa pun fasilitas keselamatan yang disediakan, semuanya tidak akan berarti apabila pengguna jalan masih mengabaikan aturan.  Oleh karena itu, sudah saatnya masyarakat membangun budaya berlalu lintas yang lebih disiplin. Memilih tetap berada di jalur yang benar, mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta saling menghargai sesama pengguna jalan merupakan langkah sederhana yang dapat menyelamatkan banyak nyawa.  Jalan raya adalah ruang bersama. Keselamatan di dalamnya bukan lahir dari keberuntungan, melainkan dari kepatuhan setiap pengguna jalan terhadap aturan. Jangan korbankan keselamatan hanya demi mempersingkat perjalanan. Karena sampai di tujuan dengan selamat akan selalu lebih berharga daripada tiba beberapa menit lebih cepat. ( Rilis )