Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaBisnisEkonomi

Bulog Papua Datangkan 8.250 Ton Beras Impor

×

Bulog Papua Datangkan 8.250 Ton Beras Impor

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Ilustrasi beras Bulog ( Foto : bisnis.com)

JAYAPURA ( Bisnis Papua )-Perum Badan Urusan Logistik ( Bulog ) Kantor Wilayah Papua dan Papua Barat mendatangkan beras impor jenis premium sebanyak 8.250 ton yang saat ini sedang dalam perjalanan menuju Jayapura.

Example 300x600

” Kami mendapat jatah pasokan beras impor sebanyak 8.250 ton untuk memenuhi kebutuhan di Papua dan Papua Barat.” ujarnya Pimpinan Wilayah Bulog Papua dan Papua Barat,Raden Gunadharma di Jayapura, Kamis ( 2/2/2023).

Lanjutnya, dari jumlah pasokan beras tersebut, rencananya akan dialokasikan sebanyak 2 ribu ton untuk memenuhi kebutuhan di Kota Jayapura.

” Dijayapura ini kita rencana mendapat pasokan 2000 ton ” ujarnya Raden yang akrab disapa Awan.

Menurutnya, beras impor yang berasal dari Vietnam dan Thailand di tahun ini cukup berkualitas berbeda dengan tahun sebelumnya.

” kualitas beras impor tahun ini brokennya ( beras butir patah ) hanya sekitar 5 persen bila dibandingkan beras sebelumnya itu brokennya 15 persen ” ungkap Awan.

Lanjutnya, adapun harga diberlakukan untuk wilayah zona 3 yaitu Papua dan Maluku seharga Rp 8.900 perkilogram. Sedangkan Harga Pokok Penjualan (HPP) untuk beras premium tersebut dipasaran bisa seharga Rp 13 ribu perkilogram (kg).

“Jadi HPP untuk beras premium yang kalau dijual dipasaran bisa seharga Rp 13 ribu perkilogram, Kalau kita/bulog tetap menjual Rp 8.900/kg.” terang Awan.

Namun, lanjutnya bagi pedagang pedagang ritel yang sudah bekerjasama dengan Bulog, maksimal menjual beras tersebut dengan harga eceran tertinggi ( HET ) Rp 10.200/kg.

Bila ditemukan pedagang menjual diatas harga HET tersebut masyarakat dapat melaporkan ke instansi terkait atau satgas pangan. Kemudian akan diproses sesuai aturan yang berlaku.

Saat ini,disampaikan Awan, stok beras bulog yang ada sebanyak 28.000 ton tersebar diseluruh Papua dan Papua Barat.

” Artinya stok kita yang ada saat ini mencukupi empat bulan kedepan ” pungkas Awan. ( SIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *