Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Pemprov Papua

BPS : NTP Papua Turun 0,35 Persen

×

BPS : NTP Papua Turun 0,35 Persen

Sebarkan artikel ini
Kepala BPS Provinsi Papua, Adriana Helena Carolina. ( Foto : Muhammad Kasim )
Kepala BPS Provinsi Papua, Adriana Helena Carolina. ( Foto : Muhammad Kasim )
Example 468x60

JAYAPURA ( Bisnis Papua )- Badan Pusat Statistik ( BPS )Provinsi Papua mencatat Nilai Tukar Petani ( NTP ) Papua pada Februari 2024 mengalami penurunan 0,35 persen, dari 101,84 pada bulan sebelumnya menjadi 101,48.

” NTP di Papua mengalami penurunan dikarena kenaikan indeks yang diterima petani lebih kecil dari  indeks yang dibayar oleh petani” ujar Kepala  BPS Provinsi Papua, Adriana Helena Carolina dalam keterangannya,di Jayapura,Jumat(1/3/2024).

Example 300x600

Menurutnya, rendahnya NTP Papua  mengindikasikan daya tukar dari produk pertanian  dengan barang dan jasa yang dikonsumsi dan biaya produksi tidak membawa perubahan yang signifikan dari tahun dasar atau 2018.

Rendahnya NTP Papua mengindikasikan daya tukar dari produk pertanian  dengan barang dan jasa yang dikonsumsi dan biaya produksi tidak membawa perubahan yang signifikan dari tahun dasar atau 2018″

Ia menjelaskan, NTP merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk melihat kemampuan petani atau data beli dari petani di pedesaan.

NTP juga dapat menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun biaya produksi.

“Semakin tinggi NTP secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan atau daya beli dari petani.” jelas Adriana.

Menurutnya, NTP di Papua dihitung dari 5 ( Lima ) Subsektor pertanian yaitu Subsektor Tanaman Pangan, Holtikultura, Tanaman Perkebunan  Rakyat,Peternakan dan Perikanan.

Adapun subsektor tanaman pangan ( NTPP ) periode Februari  mengalami penurunan sebesar 0,63 persen dari periode sebelumnya.Selain itu, NTPH juga mengalami penurunan 2,24 persen dari periode sebelumnya.

” Sementara  untuk tiga subsektor, Tanaman Perkebunan Rakyat ( NTPR ), Peternakan ( NTPT ) dan Perikanan ( NTNP ) mengalami peningkatan, 0,05 persen, 0,06 persen dan 1,15 persen.” jelas Adriana. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *