Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaBisnis

BEI Papua Gelar PACE PAPUA AWARD 2025, Apresiasi Edukasi Pasar Modal yang Cerdas

×

BEI Papua Gelar PACE PAPUA AWARD 2025, Apresiasi Edukasi Pasar Modal yang Cerdas

Sebarkan artikel ini
( kiri )Kepala Kantor Perwakilan BEI Papua, Kresna Aditya Payokwa, foto bersama peraih penghargaan PACE MACE AWARD 2025. ( Foto : Istimewa )
( kiri )Kepala Kantor Perwakilan BEI Papua, Kresna Aditya Payokwa, foto bersama peraih penghargaan PACE MACE AWARD 2025. ( Foto : Istimewa )
Example 468x60


JAYAPURA ( bisnispapua.com ) – Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Wilayah Papua kembali menggelar “Apresiasi Aksi Cerdas Edukasi Pasar Modal untuk Papua” atau PACE PAPUA AWARD 2025, di Jayapura,Jumat ( 28/11).

Example 300x600

Kegiatan tersebut sebuah ajang apresiasi tahunan bagi Galeri Investasi BEI yang
telah menunjukkan aksi nyata, kreativitas, dan konsistensi dalam menggerakkan edukasi serta literasi pasar modal di Tanah Papua.


Kegiatan diikuti 27 Galeri Investasi BEI yang terdiri dari Galeri Investasi Perguruan Tinggi, Galeri Investasi Edukasi tingkat SMA, dan Galeri Digital di instansi pemerintah maupun swasta.Sepanjang tahun 2025, ekosistem literasi pasar modal di Papua menunjukkan perkembangan yang signifikan.

BEI Papua mencatat sebanyak 22.678 investor baru bertumbuh di wilayah Papua, 17.958 peserta mengikuti Sekolah Pasar Modal (SPM),219.287 peserta mengikuti edukasi non-SPM,474 kegiatan edukasi berhasil diselenggarakan,3 Galeri Investasi BEI baru resmi berdiri, 134 peserta mengikuti program nasional Duta Pasar Modal.


Capaian tersebut memperlihatkan peran strategis Galeri Investasi dalam membuka akses edukasi dan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pasar modal.


Kepala Kantor Perwakilan BEI Papua, Kresna Aditya Payokwa, menyampaikan bahwa penyelenggaraan PACE PAPUA AWARD adalah bentuk penghargaan
atas dedikasi seluruh Galeri Investasi, sekaligus momentum penguatan kolaborasi untuk membangun budaya literasi pasar modal yang semakin inklusif di Papua.


” apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan literasi selama ini—mulai dari pembina Galeri Investasi, mitra Anggota Bursa, institusi pendidikan,hingga para pengurus Kelompok Studi Pasar Modal yang bersama-sama menjadi penggerak
utama edukasi pasar modal di berbagai daerah di Papua” ujar Kresna dalam sambutannya pada kegiatan tersebut.

Ia menyebutkan, penghargaan PACE PAPUA AWARD 2025 adalah penghargaan diberikan kepada GI BEI yang menunjukkan performa terbaik dalam berbagai kategori, seperti, Investor Growth Champion, Active Literacy Champion,Trading Performance Champion, Smart Trader Participation Champion, Capital Market Ambassador Champion.

” Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh GI BEI untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas program edukasi di tahun-tahun berikutnya” ujar Kresna.


Melalui kegiatan ini, BEI Papua menegaskan kembali komitmennya untuk memperluas jangkauan literasi keuangan dan mendukung pertumbuhan generasi muda Papua yang cerdas finansial.

“Sinergi antara BEI, GI BEI, anggota bursa, lembaga pendidikan, serta komunitas pasar modal diharapkan terus berkembang sebagai fondasi penting bagi pembangunan ekonomi Papua” tegas Kresna.


Ia mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk mengembangkan literasi dan inklusi pasar modal di wilayah Papua melalui berbagai program edukasi yang melibatkan perguruan tinggi, SMA, instansi pemerintah, komunitas, dan masyarakat luas.

“Melalui keberadaan Galeri Investasi, BEI Papua bertujuan untuk membuka akses edukasi pasar modal yang lebih dekat, mudah, dan berkualitas” tutup Kresna. ( Pr/Sim )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

JAYAPURA ( bisnispapua.com ) -Hanya karena ingin menghemat beberapa menit perjalanan, sebagian pengendara masih nekat mengambil jalan pintas dengan melawan arus lalu lintas. Kebiasaan yang kerap dianggap sepele tersebut justru menjadi salah satu penyebab tingginya risiko kecelakaan di jalan raya.  Fenomena ini masih mudah ditemui di berbagai daerah, termasuk di Kota Jayapura. Di sejumlah titik, seperti kawasan Ring Road, Entrop, Kamkey Abepura hingga beberapa ruas jalan lainnya, pengendara sepeda motor yang melawan arus masih menjadi pemandangan yang hampir terjadi setiap hari. Tidak sedikit pengguna jalan yang akhirnya menganggap perilaku tersebut sebagai hal yang biasa, padahal tindakan tersebut jelas melanggar aturan dan membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.  Ironisnya, pelanggaran tersebut tetap terjadi meskipun berbagai upaya telah dilakukan oleh para pemangku kepentingan. Direktorat Lalu Lintas Polda Papua bersama Dinas Perhubungan secara rutin melakukan pengaturan lalu lintas dan penegakan hukum. Berbagai fasilitas keselamatan seperti water barrier, traffic cone, pagar pembatas, marka jalan, hingga rambu larangan melawan arus juga telah dipasang di sejumlah titik rawan. Namun, fasilitas tersebut belum sepenuhnya mampu mengubah perilaku sebagian pengendara.  Alasan yang sering dikemukakan pun hampir selalu sama, yaitu tidak ingin memutar terlalu jauh, ingin menghemat waktu, atau merasa sudah memahami kondisi jalan sehingga yakin dapat menghindari kendaraan dari arah berlawanan. Padahal, keputusan tersebut justru menciptakan potensi bahaya yang jauh lebih besar.  Jalan raya dirancang dengan sistem lalu lintas yang memungkinkan setiap pengguna jalan dapat memperkirakan arah datangnya kendaraan lain. Ketika ada kendaraan yang muncul dari arah berlawanan secara tiba-tiba, waktu pengendara lain untuk bereaksi menjadi sangat terbatas. Kondisi inilah yang sering menjadi pemicu kecelakaan, baik tabrakan frontal maupun kecelakaan beruntun.  Yang lebih mengkhawatirkan, perilaku melawan arus perlahan berubah menjadi budaya yang dianggap lumrah. Ketika satu pengendara melakukannya tanpa mendapatkan teguran, pengendara lain cenderung mengikuti. Akibatnya, pelanggaran yang semestinya dicegah justru menjadi kebiasaan yang terus berulang.  Melawan arus bukan sekadar melanggar rambu lalu lintas, tetapi merupakan bentuk pengabaian terhadap hak pengguna jalan lain untuk berkendara dengan aman. Setiap pengendara memiliki hak untuk merasa aman saat menggunakan jalan, dan hak tersebut hanya dapat terwujud apabila seluruh pengguna jalan saling menghormati aturan yang berlaku.  Keselamatan lalu lintas tidak hanya ditentukan oleh kualitas infrastruktur, kelengkapan rambu, atau kehadiran petugas di lapangan. Faktor yang paling menentukan adalah perilaku manusia itu sendiri. Sebagus apa pun jalan yang dibangun, selengkap apa pun fasilitas keselamatan yang disediakan, semuanya tidak akan berarti apabila pengguna jalan masih mengabaikan aturan.  Oleh karena itu, sudah saatnya masyarakat membangun budaya berlalu lintas yang lebih disiplin. Memilih tetap berada di jalur yang benar, mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta saling menghargai sesama pengguna jalan merupakan langkah sederhana yang dapat menyelamatkan banyak nyawa.  Jalan raya adalah ruang bersama. Keselamatan di dalamnya bukan lahir dari keberuntungan, melainkan dari kepatuhan setiap pengguna jalan terhadap aturan. Jangan korbankan keselamatan hanya demi mempersingkat perjalanan. Karena sampai di tujuan dengan selamat akan selalu lebih berharga daripada tiba beberapa menit lebih cepat. ( Rilis )

Bisnis

JAYAPURA ( Bisnispapua.com ) – Memasuki semester 2 tahun 2026, tepatnya bulan Juli, Astra Motor Papua selaku Main Dealer sepeda motor Honda dan bagian dari…