Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaBisnisEkonomi

BEI Papua ajak 1.000 Guru di Kota Jayapura berinvestasi di Pasar Modal Indonesia

×

BEI Papua ajak 1.000 Guru di Kota Jayapura berinvestasi di Pasar Modal Indonesia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Keterangan gambar : Kegiatan Sekolah Pasar Modal Untuk Negeri bersama 1.000 Guru se-Kota Jayapura” secara hybrid di Aula Serbaguna Sian Soor Kantor Walikota Jayapura, Rabu ( 2/11/2022). ( Ist ).

JAYAPURA ( Bisnis Papua )-Dalam rangka bulan inklusi keuangan (BIK) tahun 2022, PT Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Papua bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Otoritas Jasa Keuangan Papua dan
Papua Barat, serta PT BRI Danareksa Sekuritas menyelenggarakan kegiatan “Sekolah Pasar Modal Untuk
Negeri bersama 1.000 Guru se-kota Jayapura” secara hybrid di Aula Serbaguna Sian Soor Kantor Walikota Jayapura, Rabu ( 2/11/2022).

Example 300x600

Acara ini dibuka oleh Pj Sekretaris Daerah Kota Jayapura Robby Kepas Awi
SE. MM dan dihadiri Kepala Kantor OJK Papua dan Papua Barat M.Ikhsan Hutahean, Kepala Kantor BEI
Perwakilan Papua Kresna A. Payokwa, dan Umar Bin Abd Aziz, Branch Manager BRIDS Makassar.


Dalam sambutannya Pejabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Jayapura Robby Kepas Awi mengatakan bahwa lietrasi pasar
modal sangat penting dilakukan bagi guru, mengingat dewasa ini marak penawaran investasi bodong melalui
berbagai macam media.

Diharapkan para guru dapat memahami dan mengerti dengan baik, serta dapat
mengajarkan materi yang baik untuk anak didik di sekolah.


Sementara Kepala Kantor BEI Perwakilan Papua, Kresna A. Payokwa mengatakan kegiatan ini merupakan wujud kontribusi pasar modal dalam meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal. Karena berdasarkan data profil investor di jayapura, jumlah investor dari profesi guru masih sangat rendah yaitu 2 persen dari total populasi
investor pasar modal di Jayapura.

“Dalam kegiatan ini kami mendorong para guru di kota Jayapura untuk dapat memahami produk investasi yang ada di pasar modal, dan bisa mejadi investor di pasar modal Indonesia.” ujarnya.

Apalagi, lanjut Kresna, kegiatan ini mendapatkan dukungan yang sangat baik dari berbagai pihak, misalnya salah
satu anggota Bursa yaitu PT BRI Danareksa Sekuritas yang akan memfasilitasi pembukaan rekening efek untuk 1.000 guru di kota Jayapura.


Sebagai informasi per-September 2022 jumlah investor pasar modal di tanah Papua mencapai 60.525 investor, dengan jumlah galeri investasi BEI sebanyak 20 yang tersbar di berbagai instansi.

” Melalui kegiatan SPM Untuk negeri ditargetkan dapat menambah jumlah investor pasar modal di kota Jayapura” pungkas Kresna. ( ***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

JAYAPURA ( bisnispapua.com ) -Hanya karena ingin menghemat beberapa menit perjalanan, sebagian pengendara masih nekat mengambil jalan pintas dengan melawan arus lalu lintas. Kebiasaan yang kerap dianggap sepele tersebut justru menjadi salah satu penyebab tingginya risiko kecelakaan di jalan raya.  Fenomena ini masih mudah ditemui di berbagai daerah, termasuk di Kota Jayapura. Di sejumlah titik, seperti kawasan Ring Road, Entrop, Kamkey Abepura hingga beberapa ruas jalan lainnya, pengendara sepeda motor yang melawan arus masih menjadi pemandangan yang hampir terjadi setiap hari. Tidak sedikit pengguna jalan yang akhirnya menganggap perilaku tersebut sebagai hal yang biasa, padahal tindakan tersebut jelas melanggar aturan dan membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.  Ironisnya, pelanggaran tersebut tetap terjadi meskipun berbagai upaya telah dilakukan oleh para pemangku kepentingan. Direktorat Lalu Lintas Polda Papua bersama Dinas Perhubungan secara rutin melakukan pengaturan lalu lintas dan penegakan hukum. Berbagai fasilitas keselamatan seperti water barrier, traffic cone, pagar pembatas, marka jalan, hingga rambu larangan melawan arus juga telah dipasang di sejumlah titik rawan. Namun, fasilitas tersebut belum sepenuhnya mampu mengubah perilaku sebagian pengendara.  Alasan yang sering dikemukakan pun hampir selalu sama, yaitu tidak ingin memutar terlalu jauh, ingin menghemat waktu, atau merasa sudah memahami kondisi jalan sehingga yakin dapat menghindari kendaraan dari arah berlawanan. Padahal, keputusan tersebut justru menciptakan potensi bahaya yang jauh lebih besar.  Jalan raya dirancang dengan sistem lalu lintas yang memungkinkan setiap pengguna jalan dapat memperkirakan arah datangnya kendaraan lain. Ketika ada kendaraan yang muncul dari arah berlawanan secara tiba-tiba, waktu pengendara lain untuk bereaksi menjadi sangat terbatas. Kondisi inilah yang sering menjadi pemicu kecelakaan, baik tabrakan frontal maupun kecelakaan beruntun.  Yang lebih mengkhawatirkan, perilaku melawan arus perlahan berubah menjadi budaya yang dianggap lumrah. Ketika satu pengendara melakukannya tanpa mendapatkan teguran, pengendara lain cenderung mengikuti. Akibatnya, pelanggaran yang semestinya dicegah justru menjadi kebiasaan yang terus berulang.  Melawan arus bukan sekadar melanggar rambu lalu lintas, tetapi merupakan bentuk pengabaian terhadap hak pengguna jalan lain untuk berkendara dengan aman. Setiap pengendara memiliki hak untuk merasa aman saat menggunakan jalan, dan hak tersebut hanya dapat terwujud apabila seluruh pengguna jalan saling menghormati aturan yang berlaku.  Keselamatan lalu lintas tidak hanya ditentukan oleh kualitas infrastruktur, kelengkapan rambu, atau kehadiran petugas di lapangan. Faktor yang paling menentukan adalah perilaku manusia itu sendiri. Sebagus apa pun jalan yang dibangun, selengkap apa pun fasilitas keselamatan yang disediakan, semuanya tidak akan berarti apabila pengguna jalan masih mengabaikan aturan.  Oleh karena itu, sudah saatnya masyarakat membangun budaya berlalu lintas yang lebih disiplin. Memilih tetap berada di jalur yang benar, mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta saling menghargai sesama pengguna jalan merupakan langkah sederhana yang dapat menyelamatkan banyak nyawa.  Jalan raya adalah ruang bersama. Keselamatan di dalamnya bukan lahir dari keberuntungan, melainkan dari kepatuhan setiap pengguna jalan terhadap aturan. Jangan korbankan keselamatan hanya demi mempersingkat perjalanan. Karena sampai di tujuan dengan selamat akan selalu lebih berharga daripada tiba beberapa menit lebih cepat. ( Rilis )