Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaOtomotif

Astra Motor Papua Terima Kunjungan SMK Santo Antonius Merauke, Perkuat Sinergi Pendidikan Vokasi dan Industri

×

Astra Motor Papua Terima Kunjungan SMK Santo Antonius Merauke, Perkuat Sinergi Pendidikan Vokasi dan Industri

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAYAPURA ( bisnispapua.com )-Astra Motor Papua sebagai Main Dealer sepeda motor Honda menerima kunjungan dari perwakilan SMK Santo Antonius Merauke pada 1-3 Oktober 2025 di Jayapura. Kunjungan ini bertujuan memperkuat komitmen Astra Motor Papua dalam mendukung dunia pendidikan vokasi di Tanah Papua.

Example 300x600

Rombongan SMK Santo Antonius Merauke dipimpin langsung oleh Ade Juniyanto, ST, selaku Ketua Program Studi (Kaprodi) Otomotif, didampingi dua guru produktif jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM). Kunjungan ini difokuskan pada beberapa agenda strategis, antara lain koordinasi pelaksanaan magang guru di AHASS, sertifikasi guru produktif TSM, implementasi pembelajaran mendalam, dan program guru tamu.

Ade Juniyanto, ST, menyatakan bahwa kunjungan ini bukan hanya sekadar silaturahmi, melainkan langkah penting dalam membangun kerja sama berkesinambungan dengan industri.

“Kami ingin memastikan bahwa kurikulum yang diterapkan di SMK Santo Antonius Merauke benar-benar sesuai dengan standar dunia kerja, khususnya di bidang TSM. Melalui koordinasi dengan Astra Motor Papua, kami berharap guru maupun siswa dapat memperoleh pembelajaran yang relevan dan aplikatif,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, SMK Negeri 3 Jayapura berbagi pengalaman terkait pengelolaan TUK, implementasi kurikulum berbasis industri, hingga strategi meningkatkan kualitas lulusan yang mampu bersaing di dunia kerja. Pertemuan ini memberikan inspirasi dan gambaran nyata bagi SMK Santo Antonius Merauke dalam mengembangkan jurusan TSM ke arah yang lebih maju.

Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Jayapura, Yuliana Ansanai, S.Pd, juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut.

“Kami sangat senang dapat berbagi pengalaman dengan rekan-rekan dari SMK Santo Antonius Merauke. Sinergi antar-SMK dan dukungan dari Astra Motor Papua menjadi kunci dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Kami berharap kerja sama ini terus terjalin, sehingga semakin banyak lulusan SMK di Papua yang siap bersaing dan berkontribusi di dunia industri otomotif,” ungkapnya.

Astra Motor Papua siap mendukung melalui berbagai program untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di SMK Santo Antonius Merauke.

Vocational Manager Astra Motor Papua, Randy Maulana Yusuf, menyampaikan apresiasi terhadap langkah proaktif SMK Santo Antonius Merauke dalam memperkuat sinergi dengan dunia industri. Ia berharap kolaborasi ini dapat melahirkan tenaga kerja yang unggul dan mampu bersaing di level nasional maupun internasional.

Kunjungan SMK Santo Antonius Merauke ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih erat, sehingga lahir generasi muda Papua yang terampil, berdaya saing, dan mampu membawa kemajuan di bidang otomotif. Dengan sinergi yang kuat antara pendidikan dan industri, Astra Motor Papua optimis dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Papua.

“, Diharapkan lulusan SMK di Papua tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu bersaing di level nasional bahkan internasional,” jelas Randy. ( Sim )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

JAYAPURA ( bisnispapua.com ) -Hanya karena ingin menghemat beberapa menit perjalanan, sebagian pengendara masih nekat mengambil jalan pintas dengan melawan arus lalu lintas. Kebiasaan yang kerap dianggap sepele tersebut justru menjadi salah satu penyebab tingginya risiko kecelakaan di jalan raya.  Fenomena ini masih mudah ditemui di berbagai daerah, termasuk di Kota Jayapura. Di sejumlah titik, seperti kawasan Ring Road, Entrop, Kamkey Abepura hingga beberapa ruas jalan lainnya, pengendara sepeda motor yang melawan arus masih menjadi pemandangan yang hampir terjadi setiap hari. Tidak sedikit pengguna jalan yang akhirnya menganggap perilaku tersebut sebagai hal yang biasa, padahal tindakan tersebut jelas melanggar aturan dan membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.  Ironisnya, pelanggaran tersebut tetap terjadi meskipun berbagai upaya telah dilakukan oleh para pemangku kepentingan. Direktorat Lalu Lintas Polda Papua bersama Dinas Perhubungan secara rutin melakukan pengaturan lalu lintas dan penegakan hukum. Berbagai fasilitas keselamatan seperti water barrier, traffic cone, pagar pembatas, marka jalan, hingga rambu larangan melawan arus juga telah dipasang di sejumlah titik rawan. Namun, fasilitas tersebut belum sepenuhnya mampu mengubah perilaku sebagian pengendara.  Alasan yang sering dikemukakan pun hampir selalu sama, yaitu tidak ingin memutar terlalu jauh, ingin menghemat waktu, atau merasa sudah memahami kondisi jalan sehingga yakin dapat menghindari kendaraan dari arah berlawanan. Padahal, keputusan tersebut justru menciptakan potensi bahaya yang jauh lebih besar.  Jalan raya dirancang dengan sistem lalu lintas yang memungkinkan setiap pengguna jalan dapat memperkirakan arah datangnya kendaraan lain. Ketika ada kendaraan yang muncul dari arah berlawanan secara tiba-tiba, waktu pengendara lain untuk bereaksi menjadi sangat terbatas. Kondisi inilah yang sering menjadi pemicu kecelakaan, baik tabrakan frontal maupun kecelakaan beruntun.  Yang lebih mengkhawatirkan, perilaku melawan arus perlahan berubah menjadi budaya yang dianggap lumrah. Ketika satu pengendara melakukannya tanpa mendapatkan teguran, pengendara lain cenderung mengikuti. Akibatnya, pelanggaran yang semestinya dicegah justru menjadi kebiasaan yang terus berulang.  Melawan arus bukan sekadar melanggar rambu lalu lintas, tetapi merupakan bentuk pengabaian terhadap hak pengguna jalan lain untuk berkendara dengan aman. Setiap pengendara memiliki hak untuk merasa aman saat menggunakan jalan, dan hak tersebut hanya dapat terwujud apabila seluruh pengguna jalan saling menghormati aturan yang berlaku.  Keselamatan lalu lintas tidak hanya ditentukan oleh kualitas infrastruktur, kelengkapan rambu, atau kehadiran petugas di lapangan. Faktor yang paling menentukan adalah perilaku manusia itu sendiri. Sebagus apa pun jalan yang dibangun, selengkap apa pun fasilitas keselamatan yang disediakan, semuanya tidak akan berarti apabila pengguna jalan masih mengabaikan aturan.  Oleh karena itu, sudah saatnya masyarakat membangun budaya berlalu lintas yang lebih disiplin. Memilih tetap berada di jalur yang benar, mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta saling menghargai sesama pengguna jalan merupakan langkah sederhana yang dapat menyelamatkan banyak nyawa.  Jalan raya adalah ruang bersama. Keselamatan di dalamnya bukan lahir dari keberuntungan, melainkan dari kepatuhan setiap pengguna jalan terhadap aturan. Jangan korbankan keselamatan hanya demi mempersingkat perjalanan. Karena sampai di tujuan dengan selamat akan selalu lebih berharga daripada tiba beberapa menit lebih cepat. ( Rilis )