Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Astra Motor Papua Hadir dalam Perayaan Hari Anak 2026

×

Astra Motor Papua Hadir dalam Perayaan Hari Anak 2026

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAYAPURA ( Bisnispapua.com ) – Astra Motor Papua sebagai Main Dealer sepeda motor Honda untuk wilayah Papua dan bagian dari PT Astra International Tbk turut memeriahkan perayaan Hari Anak 2026 yang berlangsung di Kantor Gubernur Papua, Jayapura, Kamis ( 23/7). Kehadiran tersebut menjadi bentuk dukungan Astra Motor Papua terhadap kegiatan positif yang menghadirkan ruang edukasi, kreativitas, dan kebersamaan bagi anak-anak di Jayapura.

Example 300x600

Dalam kegiatan tersebut, Astra Motor Papua menghadirkan pameran berbagai unit sepeda motor Honda yang dapat dilihat secara langsung oleh pengunjung. Tim Honda juga memberikan informasi mengenai produk dan layanan yang tersedia bagi masyarakat, termasuk program penjualan spesial bertajuk “JUARA” yang dapat dimanfaatkan selama periode promosi berlangsung.

Selain memperkenalkan produk, Astra Motor Papua turut menghadirkan edukasi keselamatan berkendara atau Safety Riding yang dikemas secara ringan, menarik, dan mudah dipahami oleh anak-anak. Edukasi tersebut menjadi langkah awal untuk memperkenalkan pentingnya budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini.

Melalui kegiatan interaktif, anak-anak diperkenalkan dengan pentingnya menggunakan helm saat dibonceng, mengenali perilaku aman di jalan, serta selalu mengikuti arahan orang tua ketika menggunakan kendaraan. Penyampaian materi yang disesuaikan dengan usia peserta membuat pesan keselamatan dapat diterima dalam suasana yang menyenangkan.

Sementara itu, Marketing Manager Astra Motor Papua, Suhendri, mengatakan bahwa keikutsertaan Astra Motor Papua dalam perayaan Hari Anak 2026 merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan yang memberikan manfaat.

“Anak-anak merupakan generasi penerus yang perlu mendapatkan ruang untuk belajar, bermain, dan berkembang secara positif. Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan sekaligus memperkenalkan nilai-nilai keselamatan berkendara sejak dini dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami,” ujar Suhendri dalam keterangan resmi, ( 25/7).

Menurutnya, pemahaman mengenai keselamatan di jalan tidak hanya penting bagi pengendara, tetapi juga perlu diperkenalkan kepada anak-anak sebagai penumpang. Dengan edukasi yang dilakukan secara konsisten, anak-anak diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih peduli terhadap keselamatan dan ketertiban berlalu lintas.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan hadirnya berbagai aktivitas bersama anak-anak. Rangkaian kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi para peserta untuk belajar, berinteraksi, dan menikmati suasana perayaan bersama keluarga, guru, serta pengunjung lainnya.

Dominic, salah satu guru yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyambut positif kehadiran Astra Motor Papua. Menurutnya, edukasi yang disampaikan melalui aktivitas interaktif dapat membantu anak-anak memahami pesan keselamatan dengan lebih baik.

“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena anak-anak tidak hanya mengikuti aktivitas yang menyenangkan, tetapi juga mendapatkan pengetahuan baru mengenai keselamatan di jalan. Penyampaiannya ringan dan menarik sehingga anak-anak dapat mengikuti kegiatan dengan antusias,” ungkap Dominic.

Astra Motor Papua juga akan terus menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan sosial sebagai implementasi semangat Sinergi Bagi Negeri. Dengan semangat Satu Hati, perusahaan berkomitmen memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta menumbuhkan budaya keselamatan berkendara melalui kampanye #Cari_Aman. ( Rilis )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

JAYAPURA ( bisnispapua.com ) – Telkomsel terus memperkuat komitmennya dalam memberdayakan talenta muda melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Papua Maluku Digital Bootcamp (PMDB). Program ini resmi ditutup melalui kegiatan Offboarding & Awarding PMDB Season 3 sebagai bentuk apresiasi terhadap para mahasiswa yang berhasil menghadirkan berbagai inovasi untuk menjawab tantangan di wilayah Papua dan Maluku.  PMDB merupakan program pengembangan talenta yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi digital generasi muda yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Selama penyelenggaraannya, peserta mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari campus roadshow, live class, pitching, hingga pendampingan. Antusiasme mahasiswa terhadap PMDB Season 3 terlihat dari partisipasi 3.099 mahasiswa yang mengikuti campus roadshow di 33 perguruan tinggi di Papua dan Maluku. Dari jumlah tersebut, sebanyak 181 peserta mengikuti sesi live class, 35 peserta berhasil melaju ke tahap pitching, hingga akhirnya terpilih 20 finalis yang mengembangkan proyek pada 5 tema utama, yaitu pendidikan, kesehatan, lingkungan sosial, ekonomi dan kewirausahaan, serta pariwisata.  GM Mobile Consumer Business Telkomsel Region Maluku dan Papua, Fajri Adi Firmansyah, mengatakan, “Papua dan Maluku memiliki banyak talenta dengan potensi yang luar biasa.  “Melalui PMDB, kami ingin menghadirkan ruang belajar, berkolaborasi, dan berinovasi agar ideide terbaik mereka dapat berkembang menjadi solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap program ini mampu melahirkan generasi muda yang siap menjadi agen perubahan dan turut mempercepat transformasi digital di Indonesia Timur.” ujar Fajri dalam keterangan resmi, Jumat ( 24/7). Pada ajang Awarding PMDB Season 3, Telkomsel memberikan penghargaan kepada 5 karya terbaik, yaitu:  Juara 1 Michelle Kinaya Universitas Papua (CekSehat: Teknologi untuk Deteksi Dini Penyakit pada Masyarakat).  Juara 2 Kinaryo Citra Universitas Musamus Merauke (Pengembangan Sistem Informasi Pariwisata Berbasis Web).  Juara 3 Dessy Natalya Universitas Papua (Peningkatan SDM Anak-anak Papua melalui Kelas Public Speaking).  Juara 4 Putra Angga Universitas Musamus Merauke (Pemberdayaan Pemuda Papua melalui Pelatihan dan Pengembangan Keterampilan dan Ekonomi Kreatif).  Juara 5 Dwi Risky Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong (MACE-MARKET: Modernisasi Administrasi dan Central Marketing Ekosistem Papua untuk Optimasi Produk Unggulan Desa Klasari dan Kuruwato).  Selain itu, Telkomsel juga memberikan apresiasi pada Peserta Terdigital PMDB Season 3 yang telah menunjukkan partisipasi, konsistensi, dan keterlibatan terbaik pada social media challenge selama rangkaian program berlangsung. Penghargaan tersebut diberikan kepada Rambu Aya Universitas Papua, Seravina Politeknik Amamapare, dan Felix Pelupessy Universitas Muhammadiyah Sorong.  Acara penutupan juga menghadirkan Manager Talent Fulfillment and Assessment Telkomsel, Abdul O Setiawan, yang membagikan wawasan mengenai pengembangan kompetensi dan kesiapan memasuki dunia kerja.  Sepanjang penyelenggaraan PMDB Season 3, berbagai ide inovasi yang dikembangkan peserta didominasi oleh sektor pendidikan (36%), diikuti ekonomi dan kewirausahaan (28%), sosial dan lingkungan (20%), kesehatan (8%), serta pariwisata (7%). Berbagai proyek tersebut mencerminkan kepedulian generasi muda terhadap isu isu di daerahnya sekaligus menghadirkan solusi berbasis teknologi yang relevan dan berkelanjutan. …

Berita

JAYAPURA ( bisnispapua.com ) -Hanya karena ingin menghemat beberapa menit perjalanan, sebagian pengendara masih nekat mengambil jalan pintas dengan melawan arus lalu lintas. Kebiasaan yang kerap dianggap sepele tersebut justru menjadi salah satu penyebab tingginya risiko kecelakaan di jalan raya.  Fenomena ini masih mudah ditemui di berbagai daerah, termasuk di Kota Jayapura. Di sejumlah titik, seperti kawasan Ring Road, Entrop, Kamkey Abepura hingga beberapa ruas jalan lainnya, pengendara sepeda motor yang melawan arus masih menjadi pemandangan yang hampir terjadi setiap hari. Tidak sedikit pengguna jalan yang akhirnya menganggap perilaku tersebut sebagai hal yang biasa, padahal tindakan tersebut jelas melanggar aturan dan membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.  Ironisnya, pelanggaran tersebut tetap terjadi meskipun berbagai upaya telah dilakukan oleh para pemangku kepentingan. Direktorat Lalu Lintas Polda Papua bersama Dinas Perhubungan secara rutin melakukan pengaturan lalu lintas dan penegakan hukum. Berbagai fasilitas keselamatan seperti water barrier, traffic cone, pagar pembatas, marka jalan, hingga rambu larangan melawan arus juga telah dipasang di sejumlah titik rawan. Namun, fasilitas tersebut belum sepenuhnya mampu mengubah perilaku sebagian pengendara.  Alasan yang sering dikemukakan pun hampir selalu sama, yaitu tidak ingin memutar terlalu jauh, ingin menghemat waktu, atau merasa sudah memahami kondisi jalan sehingga yakin dapat menghindari kendaraan dari arah berlawanan. Padahal, keputusan tersebut justru menciptakan potensi bahaya yang jauh lebih besar.  Jalan raya dirancang dengan sistem lalu lintas yang memungkinkan setiap pengguna jalan dapat memperkirakan arah datangnya kendaraan lain. Ketika ada kendaraan yang muncul dari arah berlawanan secara tiba-tiba, waktu pengendara lain untuk bereaksi menjadi sangat terbatas. Kondisi inilah yang sering menjadi pemicu kecelakaan, baik tabrakan frontal maupun kecelakaan beruntun.  Yang lebih mengkhawatirkan, perilaku melawan arus perlahan berubah menjadi budaya yang dianggap lumrah. Ketika satu pengendara melakukannya tanpa mendapatkan teguran, pengendara lain cenderung mengikuti. Akibatnya, pelanggaran yang semestinya dicegah justru menjadi kebiasaan yang terus berulang.  Melawan arus bukan sekadar melanggar rambu lalu lintas, tetapi merupakan bentuk pengabaian terhadap hak pengguna jalan lain untuk berkendara dengan aman. Setiap pengendara memiliki hak untuk merasa aman saat menggunakan jalan, dan hak tersebut hanya dapat terwujud apabila seluruh pengguna jalan saling menghormati aturan yang berlaku.  Keselamatan lalu lintas tidak hanya ditentukan oleh kualitas infrastruktur, kelengkapan rambu, atau kehadiran petugas di lapangan. Faktor yang paling menentukan adalah perilaku manusia itu sendiri. Sebagus apa pun jalan yang dibangun, selengkap apa pun fasilitas keselamatan yang disediakan, semuanya tidak akan berarti apabila pengguna jalan masih mengabaikan aturan.  Oleh karena itu, sudah saatnya masyarakat membangun budaya berlalu lintas yang lebih disiplin. Memilih tetap berada di jalur yang benar, mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta saling menghargai sesama pengguna jalan merupakan langkah sederhana yang dapat menyelamatkan banyak nyawa.  Jalan raya adalah ruang bersama. Keselamatan di dalamnya bukan lahir dari keberuntungan, melainkan dari kepatuhan setiap pengguna jalan terhadap aturan. Jangan korbankan keselamatan hanya demi mempersingkat perjalanan. Karena sampai di tujuan dengan selamat akan selalu lebih berharga daripada tiba beberapa menit lebih cepat. ( Rilis )