JAYAPURA ( bisnispapua.com ) – Astra Motor Papua memperkuat investasi sumber daya manusia melalui pengembangan program Teaching Factory (TEFA) di sejumlah SMK binaan. Program ini menjadi strategi jangka panjang perusahaan dalam menyiapkan tenaga kerja lokal yang sesuai dengan kebutuhan industri otomotif.
Salah satu sekolah yang saat ini dipersiapkan adalah SMK Negeri 3 Jayapura. Sekolah tersebut mendapat pendampingan dari Astra Motor Tanah Hitam untuk memenuhi berbagai persyaratan fasilitas, kompetensi tenaga pendidik, hingga standar operasional yang ditetapkan industri.
Technical Service Department Astra Motor Papua, Randy Maulana Yusuf, mengatakan bahwa Teaching Factory bukan sekadar bengkel praktik sekolah, tetapi merupakan sarana pembelajaran yang dirancang menyerupai kondisi bisnis dan layanan di industri sebenarnya.
“Melalui Teaching Factory, siswa tidak hanya belajar keterampilan teknis. Mereka juga belajar menerima pelanggan, mengelola administrasi servis, hingga memahami standar pelayanan yang berlaku di dunia kerja,” ujarnya kepada bisnispapua.com, Senin ( 21/6)
Menurut Randy, program tersebut memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Sekolah memperoleh pengalaman industri yang nyata, sementara perusahaan memiliki kesempatan untuk membina dan memetakan calon tenaga kerja potensial sejak dini.
“Kami ingin lulusan dari SMK binaan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Dengan demikian, ketika perusahaan membutuhkan tenaga kerja, kami sudah memiliki sumber daya manusia yang telah memahami budaya kerja dan standar operasional yang berlaku,” katanya.
Saat ini Astra Motor Papua menargetkan proses peningkatan fasilitas dan pemenuhan standar Teaching Factory dapat berjalan secara bertahap hingga 2027.
Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas lulusan SMK sekaligus memperkuat daya saing tenaga kerja muda Papua di sektor otomotif dan jasa layanan. ( Muhammad Kasim )



















