Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Kesehatan

BPJS Kesehatan Cabang Jayapura Sambut Positif Kepesertaan JKN Jadi Syarat Penerbitan SKCK

×

BPJS Kesehatan Cabang Jayapura Sambut Positif Kepesertaan JKN Jadi Syarat Penerbitan SKCK

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAYAPURA ( Bisnis Papua )– Penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) per tanggal 1 Agustus 2024 memerlukan persyaratan sebagai kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Deny Jermy Eka Putra Mase menyampaikan, persyaratan tersebut sebagai bentuk komitmen pihak kepolisian dalam mendukung optimalisasi penyelenggaraan program JKN.

Example 300x600

“Syarat kepesertaan JKN dalam penerbiatan SKCK, merupakan wujud nyata implementasi Instruksi Presiden (Inpres) No. 1 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program JKN. Menurut kami, kebijakan ini sangat positif dikarenakan akan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya JKN bagi proteksi kesehatan masyarakat,” ungkap Deny melalui siaran pers, Selasa ( 13/8/2024).

Pemberlakukan syarat ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Polisi (Perpol) No. 6 Tahun 2023 tentang Penerbiatan SKCK, yang juga dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BPJS Kesehatan dengan Badan Intelijen Keamanan Polri tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Program JKN Melalui Pelayanan SKCK.

“PKS antara BPJS Kesehatan dan Polri pada prinsipnya merupakan bentuk dukungan Polri dalam rangka peningkatan keaktifan dan kepatuhan peserta Non JKN maupun JKN baik yang aktif maupun non aktif,” ucap Deny.

Selain itu, Deny juga menjelaskan terkait syarat-syarat dokumen terkait kepesertan JKN yang diperlukan dalam proses penerbitan SKCK. Ia menyebutkan, terdapat 2 kondisi persyaratan tergantung kondisi pemohon SKCK. Pertama, bagi pemohon yang belum melakukan pendaftaran JKN, diperlukan dokumen cetak berupa bukti nomor virtual account sebagai bukti pendaftaran JKN.

Kedua, bagi pemohon SKCK dengan status kepesertaan non aktif, bisa membawa dokumen cetak bukti pembayaran lunas iuran bulan berjalan, serta bagi peserta JKN yang terdapat tunggakan pembayaran iuran, diharapkan membawa dokumen cetak bukti mengikuti program REHAB (Rencana Pembayaran Iuran Bertahap) bagi status peserta non aktif.

Namun, terdapat juga pengecualian terkait persyaratan JKN penerbiatan SKCK ini. Deny menuturkan ketentuan ini tidak berlaku, bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berdomisili di luar negeri dan bagi Warga Negara Asing (WNA) yang telah keluar dari Indonesia dan tinggal di luar negeri.

Deny juga menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak bermaksud untuk menyulitkan masyarakat dalam mengurus pembuatan SKCK, melainkan memastikan setiap masyarakat khususnya di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Jayapura sudah terlindungi dengan JKN.

“Dalam praktiknya, pemohon SKCK tetap dapat melanjutkan proses penerbitan SKCK, dengan catatan secara bersamaan melakukan pendaftaran JKN atau pengaktifan kepesertaan JKN, sehingga syarat kepesertaan JKN harus tetap terpenuhi. Oleh karena itu, implementasi ini dilakukan secara bersamaan agar tetap mempermudah masyarakat dalam hal pemberian pelayanan publik,” ungkap Deny.

Deny juga menambahkan, terkhusus di wilayah Kota Jayapura dan sekitarnya, BPJS Kesehatan telah melakukan pendampingan implementasi kebijakan ini, sebagai upaya edukasi secara langsung kepada masyarakat di lapangan.

“Pada tanggal 1 Agustus lalu, kami juga melakukan pendampingan langsung di beberapa polsek sekitar, yakni Polres Jayapura, Polsek Abepura, Polsek Jayapura Utara, Polsek Muara Tami, dan beberapa Polsek di kabupaten lainnya,”ungkap Deny.

Saat proses pendampingan, salah seorang peserta JKN, Maria yang mengurus penerbitan SKCK di Polres Jayapura menyampaikan bahwa penambahan syarat keaktifan peserta JKN sebagai syarat SKCK sangat membantu dirinya mengenai informasi JKN.

“Saya fikir masih terdapat masyarakat yang belum mengetahui secara pasti pentingnya JKN. Namun, setelah BPJS menjadi salah satu syarat dalam pembuatan SKCK, ini merupakan hal yang positif karena sekaligus akan membantu edukasi masyarakat pentingnya JKN bagi perlindungan kesehatan” jelas Maria.

Maria menyampaikan tidak terdapat kendala selama proses pengurusan SKCK, terkhusus pengurusan keaktifan peserta JKN. Menurutnya, kanal yang telah disediakan oleh BPJS Kesehatan sudah sangat banyak dan beragam, mulai dari Aplikasi Mobile JKN, Layanan PANDAWA, Care Center 165, atau bisa langsung datang ke kantor cabang terdekat.

Diakhir sesi, Maria menyampaikan bahwa persayaratan keaktifan peserta JKN dalam proses penerbitan SKCK ini sangat efektif. Menurutnya, SKCK dan Keaktifan Peserta JKN merupakan 2 hal yang selaras dalam kebutuhan sehari-hari, sehingga jika dilaksanakan secara beriringan akan membantu masyarakat, baik dari sisi penerbitan SKCK maupun dari perlindungan kesehatan bagi masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta JKN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kesehatan

JAYAPURA ( bisnispapua.com ) -Setiap anak berhak memperoleh kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Bertepatan dengan Hari Anak Nasional, momentum tersebut menjadi pengingat akan pentingnya menghadirkan layanan kesehatan, edukasi, dan dukungan yang membantu anak mencapai potensi terbaiknya sejak usia dini.  Di balik proses tumbuh kembang anak, terdapat berbagai aspek kesehatan yang perlu diperhatikan sejak usia dini, termasuk pemenuhan gizi dan deteksi terhadap kondisi kesehatan tertentu. Namun, perjalanan tumbuh kembang anak masih menghadapi sejumlah tantangan kesehatan, sebagaimana tercermin dalam Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang mencatat tingkat prevalensi anemia pada anak balita usia 0 – 4 tahun mencapai 23,8 persen.  Melihat pentingnya dukungan terhadap kesehatan anak sejak dini, Bank Mandiri berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) serta berbagai fasilitas kesehatan menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan preventif bagi anak melalui Program Mandiri Bakti Kesehatan Anak. Program ini diselenggarakan di 10 kota pada 23 – 31 Juli 2026 dengan menjangkau sekitar 280 anak di setiap lokasi.  Melalui layanan kesehatan preventif ini, peserta memperoleh pemeriksaan yang mencakup skrining tumbuh kembang, pemeriksaan mata, gigi, dan hematologi sebagai bagian dari upaya deteksi dini kondisi kesehatan anak. Bank Mandiri juga menghadirkan sesi edukasi bagi orang tua melalui konseling gizi dan pola asuh yang diberikan oleh tenaga kesehatan sesuai dengan hasil pemeriksaan.  Regional CEO XII Papua Antonius Budi Setiawan mengatakan, Program Mandiri Bakti Kesehatan Anak merupakan bagian dari komitmen perseroan untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan anak Indonesia sekaligus memperkuat fondasi generasi masa depan yang sehat dan produktif.  “Melalui Program Mandiri Bakti Kesehatan Anak, kami ingin menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat sebagai bagian dari semangat Melayani Sepenuh Hati. Kami berharap inisiatif ini dapat membantu semakin banyak keluarga memperoleh akses terhadap layanan kesehatan dan edukasi yang dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” ujar Budi, dalam keterangan resminya, Kamis (23/7).  Selain memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan, para peserta juga menerima dukungan nutrisi berupa vitamin serta paket pangan bergizi yang terdiri atas susu, telur, dan kacang hijau. Bantuan tersebut diharapkan dapat melengkapi upaya pemenuhan kebutuhan gizi anak sekaligus mendorong penerapan pola hidup sehat di lingkungan keluarga.  Lebih lanjut, Budi menyampaikan bahwa Program Mandiri Bakti Kesehatan Anak merupakan bagian dari rangkaian HUT ke-28 Bank Mandiri. Di tengah kinerja bisnis yang terus bertumbuh secara berkelanjutan, Bank Mandiri terus menjaga keseimbangan antara penciptaan nilai ekonomi dan kontribusi sosial bagi masyarakat.  Bank Mandiri optimistis sinergi yang terbangun melalui berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL)  dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat luas. Langkah ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan program sosial yang relevan, inklusif, dan berdampak positif di berbagai wilayah operasional.  “Kami meyakini bahwa investasi pada kesehatan anak sejak dini merupakan langkah penting untuk membangun generasi yang lebih sehat, berkualitas, dan siap menjadi penggerak kemajuan bangsa,” pungkas Budi. (Pr/Red )

Kesehatan

JAYAPURA ( bisnispapua.com) –BPJS Kesehatan terus berkomitmen menghadirkan layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mudah diakses oleh seluruh masyarakat, termasuk di wilayah dengan keterbatasan akses. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Program Layanan di Ujung Negeri (LANURI) yang dirangkaikan dengan Closing Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan mengusung tema “Hadir Lebih Dekat, Melayani Lebih Bermakna” dengan tagline “Mendengar, Menjangkau, dan Melindungi”.  Program LANURI merupakan implementasi optimalisasi layanan Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) dan BPJS Keliling untuk memperluas akses layanan administrasi kepesertaan JKN, khususnya bagi masyarakat di wilayah yang memiliki keterbatasan akses geografis.  Di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, LANURI dilaksanakan secara serentak di lima lokasi, yakni Koperasi Desa Merah Putih Koya Barat di Kota Jayapura melalui layanan VIOLA, Yonif TP-810/BEM di Kabupaten Jayapura melalui layanan BPJS Keliling, Puskesmas Timika Kabupaten Mimika, Puskesmas Arso III Kabupaten Keerom, serta Puskesmas Bagaiserwar Kabupaten Sarmi melalui layanan VIOLA. Masyarakat dapat memanfaatkan berbagai layanan administrasi JKN, mulai dari pendaftaran peserta baru, perubahan data kepesertaan, perubahan FKTP, registrasi Mobile JKN, hingga layanan informasi dan penanganan pengaduan.  Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Erika Verayanti Lumban Gaol, mengatakan bahwa pelaksanaan LANURI merupakan bentuk nyata komitmen BPJS Kesehatan untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses layanan JKN yang mudah, cepat, dan setara.  “Papua memiliki tantangan geografis yang tidak ringan. Karena itu, kami terus menghadirkan inovasi layanan agar masyarakat tidak perlu menempuh perjalanan jauh hanya untuk mengurus administrasi kepesertaan JKN. Melalui LANURI, kami ingin memastikan BPJS Kesehatan hadir lebih dekat dan mampu menjangkau masyarakat hingga ke pelosok,” ujar Erika Menurutnya, layanan VIOLA memungkinkan masyarakat memperoleh layanan administrasi, informasi, maupun penanganan pengaduan secara real time melalui video conference. Pelaksanaan layanan tersebut juga didukung kolaborasi dengan berbagai mitra, salah satunya Koperasi Desa Merah Putih, yang memiliki jaringan hingga tingkat desa dan kecamatan serta didukung akses internet. Sementara itu, BPJS Keliling menjadi layanan jemput bola yang semakin memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan administrasi JKN secara langsung.  Kehadiran LANURI mendapat apresiasi dari masyarakat. Ita Paulina, warga Koya Barat yang merupakan peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), mengaku Program JKN telah memberikan rasa aman bagi dirinya dan keluarga saat membutuhkan pelayanan kesehatan.  “Saya bersyukur menjadi peserta JKN karena biaya berobat sudah ditanggung pemerintah. Dengan adanya LANURI, kami juga bisa lebih mudah berkonsultasi dan mengurus administrasi BPJS Kesehatan tanpa harus datang jauh ke kantor cabang. Petugas memberikan penjelasan yang mudah dipahami sehingga masyarakat semakin mengerti tentang Program JKN,” ungkap Ita.  Secara nasional, Program LANURI dilaksanakan serentak di 558 titik kabupaten/kota yang melibatkan 126 Kantor Cabang BPJS Kesehatan sebagai bagian dari implementasi Quick Wins 100 Hari Direksi BPJS Kesehatan. Program ini menjadi salah satu upaya BPJS Kesehatan untuk memperluas akses layanan melalui kombinasi layanan digital dan jemput bola, sehingga manfaat Program JKN dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.  Menutup kegiatan tersebut, Erika berharap LANURI menjadi langkah awal untuk semakin memperkuat akses layanan JKN di Papua melalui kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan.   “Kami ingin masyarakat merasakan bahwa BPJS Kesehatan selalu hadir, tidak hanya melalui layanan digital, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat. Semangat LANURI adalah mendengar kebutuhan masyarakat, menjangkau hingga wilayah yang sulit diakses, dan memastikan setiap peserta memperoleh perlindungan kesehatan yang optimal melalui Program JKN,” tutup Erika. ( Pr/ Red )