JAYAPURA ( Bisnis Papua )- Badan Pusat Statistik ( BPS ) Provinsi Papua mencatat nilai ekspor Papua Pada Mei 2024 naik 89,12 pesan atau mencapai US$6.380,98 ribu dibandingkan bulan sebelumnya, April senilai US$3.374,10 ribu.
” nilai ekspor tersebut, terdiri dari ekspor migas senilai US$0,72 ribu, ekspor kayu dan barang dari kayu ( HS44 ) senilai US$6.091,47 ribu, ekspor ikan dan hewan air lainnya ( HSO3 ) senilai US$92,48 ribu, dan ekspor nonmigas lainnya” ujar Kepala BPS Provinsi Papua, Adriana Carolina dalam rilisnya, Rabu ( 19/6)
Ia menyebutkan, ada empat besar negara tujuan ekspor Papua adalah Australia senilai US$3.880,59 ribu atau naik 60,81 persen.Korea Selatan senilai US$1.642,14 ribu atau 25,73 persen, Selandia Baru senilai US$379,68 ribu atau 5,96 persen, dan Papua Nugini senilai US$200,48 ribu atau naik 3,14 persen.
Selain ekspor, lanjut Adriana, nilai impor Papua pada Mei 2024 juga mengalami kenaikan tercatat senilai US$ 4.248,66 ribu atau naik 1.048,58 persen bila dibandingkan dengan impor pada April 2024 yang senilai US$369,91 ribu.
” impor dari Provinsi Papua berupa barang dari golongan mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya ( HS84 ) senilai US$143,50 ribu, barang dari golongan kopi, teh, dan rempah rempah (09) yang senilai US$ 25,47 ribu, barang dari golongan olahan dari daging, ikan ,krustasea, dan moluska (16) yang senilai US$ 0,75 ribu, barang dari golongan biji buah mengandung minyak ( 12 ) yang senilai US$ 0,17 ribu, dan berasal dari golongan migas lainnya senilai US$ 1.456,32.” Jelas Adriana.
Ia menambahkan, adapun empat besar negara asal impor ke Papua adalah Vietnam senilai US$4076,35 ribu, Australia US$95,68 ribu, Jepang senilai US$36,22 ribu dan Papua Nugini senilai US$26,42 ribu.
” Barang impor yang masuk ke Papua terbesar adalah dari Vietnam, barang impor berupa beras sebanyak 6.650.000 ton,” tutup Adriana.



















