Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Gaungkan Kepedulian Lingkungan, PLN dan Komunitas Rumah Bakau Jayapura Gelar Aksi Bersih-Bersih Pantai

×

Gaungkan Kepedulian Lingkungan, PLN dan Komunitas Rumah Bakau Jayapura Gelar Aksi Bersih-Bersih Pantai

Sebarkan artikel ini
General Manager PLN UIP MPA, Wisnu Kuntjoro Adi (kiri ) bersama para karyawan PLN UIP MPA dan komunitas rumah bakau dalam aksi gerebek sampah di tepi pantai Holtekamp muara Tami. Jayapura, Senin ( 3/6). ( Foto : Muhammad Kasim )
General Manager PLN UIP MPA, Wisnu Kuntjoro Adi (kiri ) bersama para karyawan PLN UIP MPA dan komunitas rumah bakau dalam aksi gerebek sampah di tepi pantai Holtekamp muara Tami. Jayapura, Senin ( 3/6). ( Foto : Muhammad Kasim )
Example 468x60

JAYAPURA ( Bisnis Papua )-Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2024, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Maluku dan Papua (PLN UIP MPA) berkolaborasi dengan Komunitas Rumah Bakau Jayapura beserta komunitas lingkungan lainnya melaksanakan program kepedulian lingkungan di Pantai Menduck, Holtekam Jayapura pada Senin pagi (3/6).

Example 300x600

Mengusung nama kegiatan Green Employee Involvement, sebagai kegiatan yang diinisiasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli, kegiatan yang dilakukan adalah mengumpulkan serta memilah sampah organik dan anorganik untuk kemudian dapat diolah menjadi barang yang berdaya guna.

Aksi peduli lingkungan tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jayapura, selaku perwakilan Pemkot Jayapura, juga diikuti oleh 120 pegawai PLN serta 40 orang dari komunitas lingkungan sebagai bentuk kontribusi dalam pengurangan sampah Indonesia.

Dalam sambutannya, General Manager PLN UIP MPA, Wisnu Kuntjoro Adi menyampaikan kegiatan ini merupakan komitmen bersama sebagai bentuk kepedulian lingkungan yang memiliki dampak besar bagi masa depan. Ia mengajak untuk semua pihak dapat gotong royong, bekerja bahu-membahu dalam menjaga kebersihan dan melestarikan lingkungan.

“Melalui momen ini, kami mengajak untuk kita bersama memberikan perhatian yang adil bagi lingkungan, salah satunya di pesisir pantai. Kegiatan ini dilakukan serentak PLN Group se-Indonesia menjadi bagian komitmen PLN dalam menjaga serta melestarikan lingkungan secara berkelanjutan. Untuk itu, kami mengajak komunitas, masyarakat, serta seluruh stakeholder yang hadir untuk menggaungkan komitmen ini, terlebih kepada alam dan lingkungan yang telah memberi kita manfaat begitu banyak,” ucap Wisnu.

“Dengan kebersamaan dan komitmen, kita bisa membuat perubahan yang berarti. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir dan berpartisipasi pada acara ini. Mari kita lakukan yang terbaik untuk bumi kita tercinta,” tutupnya.

Senada dengan Wisnu, Frans Pikey selaku Sekda Kota Jayapura mewakili Penjabat Walikota Jayapura menyampaikan bahwa kegiatan aksi kepedulian lingkungan ini diperlukan sinergitas dari seluruh instansi dan lapisan masyarakat. Ia menyampaikan kegiatan kepedulian bersih-bersih sampah harus diperhatikan dari hulu ke hilir.

“Bicara pengelolaan sampah harus dimulai dari hulu bagimana masyarakat berkomitmen untuk memilah sampah. Pada bagian hilir seperti yang kita lakukan hari ini kita akan mengumpulkan sampah, kemudian yang sudah dipilah, di hulu dijadikan suatu produk bernilai jual,” ucap Frans.

Sementara itu, Theresia Faradila selaku Kordinator Umum Komunitas Rumah Bakau Jayapura menyampaikan, pihaknya mengungkapkan sangat antusias dalam kegiatan ini. Ia menyampaikan kegiatan gerebek sampah memang sudah menjadi hal biasa yang dilakukan komunitas, namun kali ini sampah yang dikumpul harus diolah kembali untuk dijadikan produk baru.

“Program ini merupakan kesepakatan kita bersama tentunya dalam mengurangi sampah yang mengakibatkan pencemaran lingkungan. Sampah yang terkumpul pada kegiatan kali ini adalah sebanyak 1,4 ton. Sebagian besar sampah yang kami kumpulkan adalah sampah plasti, rencana akan kami cacah, kemudian akan jadi bahan dasar seperti pembuatan paving block, kerajinan tatakan meja, atau dalam skala besar dibuatkan partisi ruangan dari sampah. Inilah yang kemudian jadi tantangan kami bagi komunitas untuk mengolahnya jadi barang bernilai jual” ucap There.

Pada kegiatan ini, turut menggandeng 11 komunitas lingkungan lainnya yang ada di Jayapura salah satunya Eco Nusa, Monj hand Wani, Komunitas Tuli Jayapura, Saka Bahari, Danramil 1701-03 Abepura Kapten Inf. Riswan beserta jajaran, Samanggas Ronsumbre selaku Kepala Bank Sampah Jayapura beserta anggota, perwakilan Lantamal X Jayapura dan Polres Kota Jayapura. Rangkaian kegiatan tersebut diakhiri dengan ramah tamah dan dilakukan pendistribusian hasil pengumpulan sampah ke bank sampah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

JAYAPURA ( bisnispapua.com ) – Telkomsel terus memperkuat komitmennya dalam memberdayakan talenta muda melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Papua Maluku Digital Bootcamp (PMDB). Program ini resmi ditutup melalui kegiatan Offboarding & Awarding PMDB Season 3 sebagai bentuk apresiasi terhadap para mahasiswa yang berhasil menghadirkan berbagai inovasi untuk menjawab tantangan di wilayah Papua dan Maluku.  PMDB merupakan program pengembangan talenta yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi digital generasi muda yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Selama penyelenggaraannya, peserta mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari campus roadshow, live class, pitching, hingga pendampingan. Antusiasme mahasiswa terhadap PMDB Season 3 terlihat dari partisipasi 3.099 mahasiswa yang mengikuti campus roadshow di 33 perguruan tinggi di Papua dan Maluku. Dari jumlah tersebut, sebanyak 181 peserta mengikuti sesi live class, 35 peserta berhasil melaju ke tahap pitching, hingga akhirnya terpilih 20 finalis yang mengembangkan proyek pada 5 tema utama, yaitu pendidikan, kesehatan, lingkungan sosial, ekonomi dan kewirausahaan, serta pariwisata.  GM Mobile Consumer Business Telkomsel Region Maluku dan Papua, Fajri Adi Firmansyah, mengatakan, “Papua dan Maluku memiliki banyak talenta dengan potensi yang luar biasa.  “Melalui PMDB, kami ingin menghadirkan ruang belajar, berkolaborasi, dan berinovasi agar ideide terbaik mereka dapat berkembang menjadi solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap program ini mampu melahirkan generasi muda yang siap menjadi agen perubahan dan turut mempercepat transformasi digital di Indonesia Timur.” ujar Fajri dalam keterangan resmi, Jumat ( 24/7). Pada ajang Awarding PMDB Season 3, Telkomsel memberikan penghargaan kepada 5 karya terbaik, yaitu:  Juara 1 Michelle Kinaya Universitas Papua (CekSehat: Teknologi untuk Deteksi Dini Penyakit pada Masyarakat).  Juara 2 Kinaryo Citra Universitas Musamus Merauke (Pengembangan Sistem Informasi Pariwisata Berbasis Web).  Juara 3 Dessy Natalya Universitas Papua (Peningkatan SDM Anak-anak Papua melalui Kelas Public Speaking).  Juara 4 Putra Angga Universitas Musamus Merauke (Pemberdayaan Pemuda Papua melalui Pelatihan dan Pengembangan Keterampilan dan Ekonomi Kreatif).  Juara 5 Dwi Risky Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong (MACE-MARKET: Modernisasi Administrasi dan Central Marketing Ekosistem Papua untuk Optimasi Produk Unggulan Desa Klasari dan Kuruwato).  Selain itu, Telkomsel juga memberikan apresiasi pada Peserta Terdigital PMDB Season 3 yang telah menunjukkan partisipasi, konsistensi, dan keterlibatan terbaik pada social media challenge selama rangkaian program berlangsung. Penghargaan tersebut diberikan kepada Rambu Aya Universitas Papua, Seravina Politeknik Amamapare, dan Felix Pelupessy Universitas Muhammadiyah Sorong.  Acara penutupan juga menghadirkan Manager Talent Fulfillment and Assessment Telkomsel, Abdul O Setiawan, yang membagikan wawasan mengenai pengembangan kompetensi dan kesiapan memasuki dunia kerja.  Sepanjang penyelenggaraan PMDB Season 3, berbagai ide inovasi yang dikembangkan peserta didominasi oleh sektor pendidikan (36%), diikuti ekonomi dan kewirausahaan (28%), sosial dan lingkungan (20%), kesehatan (8%), serta pariwisata (7%). Berbagai proyek tersebut mencerminkan kepedulian generasi muda terhadap isu isu di daerahnya sekaligus menghadirkan solusi berbasis teknologi yang relevan dan berkelanjutan. …

Berita

JAYAPURA ( bisnispapua.com ) -Hanya karena ingin menghemat beberapa menit perjalanan, sebagian pengendara masih nekat mengambil jalan pintas dengan melawan arus lalu lintas. Kebiasaan yang kerap dianggap sepele tersebut justru menjadi salah satu penyebab tingginya risiko kecelakaan di jalan raya.  Fenomena ini masih mudah ditemui di berbagai daerah, termasuk di Kota Jayapura. Di sejumlah titik, seperti kawasan Ring Road, Entrop, Kamkey Abepura hingga beberapa ruas jalan lainnya, pengendara sepeda motor yang melawan arus masih menjadi pemandangan yang hampir terjadi setiap hari. Tidak sedikit pengguna jalan yang akhirnya menganggap perilaku tersebut sebagai hal yang biasa, padahal tindakan tersebut jelas melanggar aturan dan membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.  Ironisnya, pelanggaran tersebut tetap terjadi meskipun berbagai upaya telah dilakukan oleh para pemangku kepentingan. Direktorat Lalu Lintas Polda Papua bersama Dinas Perhubungan secara rutin melakukan pengaturan lalu lintas dan penegakan hukum. Berbagai fasilitas keselamatan seperti water barrier, traffic cone, pagar pembatas, marka jalan, hingga rambu larangan melawan arus juga telah dipasang di sejumlah titik rawan. Namun, fasilitas tersebut belum sepenuhnya mampu mengubah perilaku sebagian pengendara.  Alasan yang sering dikemukakan pun hampir selalu sama, yaitu tidak ingin memutar terlalu jauh, ingin menghemat waktu, atau merasa sudah memahami kondisi jalan sehingga yakin dapat menghindari kendaraan dari arah berlawanan. Padahal, keputusan tersebut justru menciptakan potensi bahaya yang jauh lebih besar.  Jalan raya dirancang dengan sistem lalu lintas yang memungkinkan setiap pengguna jalan dapat memperkirakan arah datangnya kendaraan lain. Ketika ada kendaraan yang muncul dari arah berlawanan secara tiba-tiba, waktu pengendara lain untuk bereaksi menjadi sangat terbatas. Kondisi inilah yang sering menjadi pemicu kecelakaan, baik tabrakan frontal maupun kecelakaan beruntun.  Yang lebih mengkhawatirkan, perilaku melawan arus perlahan berubah menjadi budaya yang dianggap lumrah. Ketika satu pengendara melakukannya tanpa mendapatkan teguran, pengendara lain cenderung mengikuti. Akibatnya, pelanggaran yang semestinya dicegah justru menjadi kebiasaan yang terus berulang.  Melawan arus bukan sekadar melanggar rambu lalu lintas, tetapi merupakan bentuk pengabaian terhadap hak pengguna jalan lain untuk berkendara dengan aman. Setiap pengendara memiliki hak untuk merasa aman saat menggunakan jalan, dan hak tersebut hanya dapat terwujud apabila seluruh pengguna jalan saling menghormati aturan yang berlaku.  Keselamatan lalu lintas tidak hanya ditentukan oleh kualitas infrastruktur, kelengkapan rambu, atau kehadiran petugas di lapangan. Faktor yang paling menentukan adalah perilaku manusia itu sendiri. Sebagus apa pun jalan yang dibangun, selengkap apa pun fasilitas keselamatan yang disediakan, semuanya tidak akan berarti apabila pengguna jalan masih mengabaikan aturan.  Oleh karena itu, sudah saatnya masyarakat membangun budaya berlalu lintas yang lebih disiplin. Memilih tetap berada di jalur yang benar, mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta saling menghargai sesama pengguna jalan merupakan langkah sederhana yang dapat menyelamatkan banyak nyawa.  Jalan raya adalah ruang bersama. Keselamatan di dalamnya bukan lahir dari keberuntungan, melainkan dari kepatuhan setiap pengguna jalan terhadap aturan. Jangan korbankan keselamatan hanya demi mempersingkat perjalanan. Karena sampai di tujuan dengan selamat akan selalu lebih berharga daripada tiba beberapa menit lebih cepat. ( Rilis )