Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaPemkot Jayapura

Semarakkan Hari Lingkungan Hidup, PLN Gelar “Jayapura Green Clean Movement”

×

Semarakkan Hari Lingkungan Hidup, PLN Gelar “Jayapura Green Clean Movement”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAYAPURA ( Bisnis Papua ) – Dalam rangka menyemarakkan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Maluku dan Papua menggelar kegiatan Gerebek Sampah “Beat Plastic Pollutions” di Sekitaran Kali Acai, Abepura, Kota Jayapura pada Kamis pagi (8/6/2023).

Example 300x600

Program yang diinisiasi oleh PLN Peduli dengan mengusung gerakan “Jayapura Green Clean Movement”, diikuti sebanyak 200 peserta termasuk relawan pegawai PLN dengan menggandeng seluruh pihak, salah satunya komunitas lingkungan Jayapura, Eco Defender. Gerebek Sampah “Beat Plastic Pollutions” ini merupakan upaya yang bertujuan untuk menangani sampah plastik dan mencari solusi terbaik terkait polusi plastik.

Sekaligus membuka kegiatan, Kepala Distrik Abepura, Dionisius J. A. Deda menyampaikan kegiatan ini merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan sampah serta meningkatkan kepedulian kebersihan lingkungan.

“Kegiatan seperti ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian bersama akan sampah. Kedepannya diharapkan masyarakat sekitar akan lebih peduli dengan kebersihan dan bisa menjaga kebersihan lingkungan” ujar Dionisius.

Direktur Bank Sampah Jayapura, Samanggas Ronsumbre, turut membuka kegiatan tersebut dengan pemaparan singkat mengenai pemilahan sampah organik dan non-organik.

Pada kesempatan yang sama, General Manager PT PLN (Persero) UIP Maluku dan Papua, Sukahar mengatakan bahwa kegiatan serupa juga dilaksanakan oleh seluruh unit PLN se-Indonesia. Ia menambahkan ada beberapa titik lokasi kegiatan dalam rangka Hari Lingkungan Hidup 2023 di wilayah Kabupaten dan Kota Jayapura.

“Kegiatan yang kami laksanakan pada hari ini serentak diselenggarakan di dua titik lokasi yaitu Kali Acai Abepura dan Rhepang Muaif – Bird Watching Distrik Nimbokrang. Untuk di Nimbokrang ini diselenggarakan talkshow dan diskusi lingkungan bersama narasumber antara lain Alex Waisimon, Peraih Kalpataru 2017 beserta lima orang pemuda Papua pegiat lingkungan dan diikuti hampir 100 peserta,” ucap Sukahar.

“Sebagai informasi, ini merupakan rangkaian kegiatan, dimana pada tanggal 9 Juni kami juga akan melaksanakan penanaman pohon di daerah Kampung Sereh Sentani, dan puncaknya kami lakukan bersih-bersih serta penanaman pohon di sekitaran Pantai Holtekamp pada tanggal 10 Juni nanti” imbuhnya.

Sebanyak 561 kilogram sampah berhasil dikumpulkan oleh peserta gerebek sampah. Sampah yang terkumpul kemudian akan dipilah dan dibawa oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Provinsi Papua ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Koya Koso.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala BPHL XV Jayapura, Safrudin Jen, S.Hut., M.M., Plt. Kepala BPKH X Jayapura, Kartini Huwae, S.E., M.Si., Sekretaris Dinas LHK Kota Jayapura, Alex Deu, Kabid Lingkungan Hidup Dinas Kehutanan Provinsi Papua, Yakonias Maintindom, M.Si., Kepala Seksi II BPPI KHL Jayapura, Arif Hasan, S.Hut., Pegawai PLN UIP Maluku dan Papua, Perwakilan Pemerintah Kota Jayapura, UPT KLHK Papua, PDAM, Batalyon Pelopor A, Universitas Cenderawasih, Universitas Muhammadiyah, Paguyuban, Ormas, Komunitas dan Siswa SMP Sekitar. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

JAYAPURA ( bisnispapua.com ) – Telkomsel terus memperkuat komitmennya dalam memberdayakan talenta muda melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Papua Maluku Digital Bootcamp (PMDB). Program ini resmi ditutup melalui kegiatan Offboarding & Awarding PMDB Season 3 sebagai bentuk apresiasi terhadap para mahasiswa yang berhasil menghadirkan berbagai inovasi untuk menjawab tantangan di wilayah Papua dan Maluku.  PMDB merupakan program pengembangan talenta yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi digital generasi muda yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Selama penyelenggaraannya, peserta mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari campus roadshow, live class, pitching, hingga pendampingan. Antusiasme mahasiswa terhadap PMDB Season 3 terlihat dari partisipasi 3.099 mahasiswa yang mengikuti campus roadshow di 33 perguruan tinggi di Papua dan Maluku. Dari jumlah tersebut, sebanyak 181 peserta mengikuti sesi live class, 35 peserta berhasil melaju ke tahap pitching, hingga akhirnya terpilih 20 finalis yang mengembangkan proyek pada 5 tema utama, yaitu pendidikan, kesehatan, lingkungan sosial, ekonomi dan kewirausahaan, serta pariwisata.  GM Mobile Consumer Business Telkomsel Region Maluku dan Papua, Fajri Adi Firmansyah, mengatakan, “Papua dan Maluku memiliki banyak talenta dengan potensi yang luar biasa.  “Melalui PMDB, kami ingin menghadirkan ruang belajar, berkolaborasi, dan berinovasi agar ideide terbaik mereka dapat berkembang menjadi solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap program ini mampu melahirkan generasi muda yang siap menjadi agen perubahan dan turut mempercepat transformasi digital di Indonesia Timur.” ujar Fajri dalam keterangan resmi, Jumat ( 24/7). Pada ajang Awarding PMDB Season 3, Telkomsel memberikan penghargaan kepada 5 karya terbaik, yaitu:  Juara 1 Michelle Kinaya Universitas Papua (CekSehat: Teknologi untuk Deteksi Dini Penyakit pada Masyarakat).  Juara 2 Kinaryo Citra Universitas Musamus Merauke (Pengembangan Sistem Informasi Pariwisata Berbasis Web).  Juara 3 Dessy Natalya Universitas Papua (Peningkatan SDM Anak-anak Papua melalui Kelas Public Speaking).  Juara 4 Putra Angga Universitas Musamus Merauke (Pemberdayaan Pemuda Papua melalui Pelatihan dan Pengembangan Keterampilan dan Ekonomi Kreatif).  Juara 5 Dwi Risky Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong (MACE-MARKET: Modernisasi Administrasi dan Central Marketing Ekosistem Papua untuk Optimasi Produk Unggulan Desa Klasari dan Kuruwato).  Selain itu, Telkomsel juga memberikan apresiasi pada Peserta Terdigital PMDB Season 3 yang telah menunjukkan partisipasi, konsistensi, dan keterlibatan terbaik pada social media challenge selama rangkaian program berlangsung. Penghargaan tersebut diberikan kepada Rambu Aya Universitas Papua, Seravina Politeknik Amamapare, dan Felix Pelupessy Universitas Muhammadiyah Sorong.  Acara penutupan juga menghadirkan Manager Talent Fulfillment and Assessment Telkomsel, Abdul O Setiawan, yang membagikan wawasan mengenai pengembangan kompetensi dan kesiapan memasuki dunia kerja.  Sepanjang penyelenggaraan PMDB Season 3, berbagai ide inovasi yang dikembangkan peserta didominasi oleh sektor pendidikan (36%), diikuti ekonomi dan kewirausahaan (28%), sosial dan lingkungan (20%), kesehatan (8%), serta pariwisata (7%). Berbagai proyek tersebut mencerminkan kepedulian generasi muda terhadap isu isu di daerahnya sekaligus menghadirkan solusi berbasis teknologi yang relevan dan berkelanjutan. …

Berita

JAYAPURA ( bisnispapua.com ) -Hanya karena ingin menghemat beberapa menit perjalanan, sebagian pengendara masih nekat mengambil jalan pintas dengan melawan arus lalu lintas. Kebiasaan yang kerap dianggap sepele tersebut justru menjadi salah satu penyebab tingginya risiko kecelakaan di jalan raya.  Fenomena ini masih mudah ditemui di berbagai daerah, termasuk di Kota Jayapura. Di sejumlah titik, seperti kawasan Ring Road, Entrop, Kamkey Abepura hingga beberapa ruas jalan lainnya, pengendara sepeda motor yang melawan arus masih menjadi pemandangan yang hampir terjadi setiap hari. Tidak sedikit pengguna jalan yang akhirnya menganggap perilaku tersebut sebagai hal yang biasa, padahal tindakan tersebut jelas melanggar aturan dan membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.  Ironisnya, pelanggaran tersebut tetap terjadi meskipun berbagai upaya telah dilakukan oleh para pemangku kepentingan. Direktorat Lalu Lintas Polda Papua bersama Dinas Perhubungan secara rutin melakukan pengaturan lalu lintas dan penegakan hukum. Berbagai fasilitas keselamatan seperti water barrier, traffic cone, pagar pembatas, marka jalan, hingga rambu larangan melawan arus juga telah dipasang di sejumlah titik rawan. Namun, fasilitas tersebut belum sepenuhnya mampu mengubah perilaku sebagian pengendara.  Alasan yang sering dikemukakan pun hampir selalu sama, yaitu tidak ingin memutar terlalu jauh, ingin menghemat waktu, atau merasa sudah memahami kondisi jalan sehingga yakin dapat menghindari kendaraan dari arah berlawanan. Padahal, keputusan tersebut justru menciptakan potensi bahaya yang jauh lebih besar.  Jalan raya dirancang dengan sistem lalu lintas yang memungkinkan setiap pengguna jalan dapat memperkirakan arah datangnya kendaraan lain. Ketika ada kendaraan yang muncul dari arah berlawanan secara tiba-tiba, waktu pengendara lain untuk bereaksi menjadi sangat terbatas. Kondisi inilah yang sering menjadi pemicu kecelakaan, baik tabrakan frontal maupun kecelakaan beruntun.  Yang lebih mengkhawatirkan, perilaku melawan arus perlahan berubah menjadi budaya yang dianggap lumrah. Ketika satu pengendara melakukannya tanpa mendapatkan teguran, pengendara lain cenderung mengikuti. Akibatnya, pelanggaran yang semestinya dicegah justru menjadi kebiasaan yang terus berulang.  Melawan arus bukan sekadar melanggar rambu lalu lintas, tetapi merupakan bentuk pengabaian terhadap hak pengguna jalan lain untuk berkendara dengan aman. Setiap pengendara memiliki hak untuk merasa aman saat menggunakan jalan, dan hak tersebut hanya dapat terwujud apabila seluruh pengguna jalan saling menghormati aturan yang berlaku.  Keselamatan lalu lintas tidak hanya ditentukan oleh kualitas infrastruktur, kelengkapan rambu, atau kehadiran petugas di lapangan. Faktor yang paling menentukan adalah perilaku manusia itu sendiri. Sebagus apa pun jalan yang dibangun, selengkap apa pun fasilitas keselamatan yang disediakan, semuanya tidak akan berarti apabila pengguna jalan masih mengabaikan aturan.  Oleh karena itu, sudah saatnya masyarakat membangun budaya berlalu lintas yang lebih disiplin. Memilih tetap berada di jalur yang benar, mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta saling menghargai sesama pengguna jalan merupakan langkah sederhana yang dapat menyelamatkan banyak nyawa.  Jalan raya adalah ruang bersama. Keselamatan di dalamnya bukan lahir dari keberuntungan, melainkan dari kepatuhan setiap pengguna jalan terhadap aturan. Jangan korbankan keselamatan hanya demi mempersingkat perjalanan. Karena sampai di tujuan dengan selamat akan selalu lebih berharga daripada tiba beberapa menit lebih cepat. ( Rilis )