JAYAPURA ( bisnispapua.com )-Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) yang dilaksanakan di Papua pada Mei 2025 lalu telah membuktikan, program tersebut bukan sekadar pengedaran uang, melainkan wujud nyata kedaulatan ekonomi Indonesia di Tanah Papua.
Bank Indonesia Kantor Perwakilan Papua sangat berperan dalam melakukan distribusi uang rupiah Layak Edar ke setiap jengkal wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI )dengan menukar uang lusuh dengan uang yang masih layak sembari mengedukasi masyarakat tentang cara memperlakukan uang agar memiliki masa edar yang lama.
Namun Berbagai tantangan juga dihadapi baik kondisi alam maupun akses transportasi hingga ke daerah 3T Papua.
Kepala Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Warsono, mengatakan dalam menjaga ketersediaan uang Rupiah layak edar di wilayah 3T ( Terdepan, Terluar dan Tertinggal ) Papua, disebutkan Warsono, tantangan yang dihadapi adalah kondisi geografis yang sulit, keterbatasan akses transportasi dan infrastruktur. Selain itu belum meratanya layanan perbankan, serta dinamika cuaca di beberapa wilayah juga mempengaruhi proses pendistribusian uang Rupiah layak edar.
“Jika distribusi uang ke daerah 3T mengalami keterlambatan, maka dapat berpengaruh terhadap kelancaran transaksi ekonomi masyarakat yang masih mengandalkan pembayaran menggunakan uang tunai” ujarnya dalam keterangan, Selasa ( 14/7)
Untuk itu, Lanjut Warsono, Kas Keliling di wilayah 3T dilaksanakan secara berkala dan frekuensinya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah dan mempertimbangkan aspek lain seperti cuaca dan aksesibilitas moda transportasi yang digunakan” jelas Warsono.
Selain mendistribusikan rupiah, BI juga terus memperkuat edukasi masyarakat di 3T Papua melalui program Cinta Bangga dan Paham Rupiah(CBP ) kegiatan langsung dilapangan, diantaranya seperti kas keliling, dan Ekspedisi Rupiah Berdaulat.
” Tak hanya itu edukasi juga lakukan di sekolah dan komunitas, serta sinergi dengan pemerintah daerah, perbankan, aparat keamanan, dan tokoh masyarakat agar masyarakat semakin memahami mengenai CBP Rupiah” sambung Warsono.
Ia menambahkan, kedepannya pihaknya berupaya untuk selalu memastikan pengedaran uang Rupiah yang cukup, layak edar, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dengan memperkuat layanan kas keliling serta distribusi uang Rupiah dengan bersinergi bersama perbankan, pemerintah daerah dan stakeholder terkait. ( Muhammad Kasim )



















