Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaBisnisEkonomi

BI Catat Transaksi Gunakan Uang Tunai di Papua Menurun

×

BI Catat Transaksi Gunakan Uang Tunai di Papua Menurun

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Keterangan gambar : Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Papua, Juli Budi Winantya saat bincang bincang bersama Media di Jayapura ( Foto : Muhammad Kasim )

JAYAPURA ( Bisnis Papua )- Bank Indonesia Kantor Perwakilan Papua mencatat penggunaan uang tunai di papua pada 2022 menurun, disebabkan  meningkatnya aseptasi masyarakat terhadap transaksi pembayaran non tunai/digitalisasi.

Example 300x600

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Papua,  Juli Budi Winantya menyebutkan transaksi   Outflow (aliran keluar ) uang tunai di Provinsi Papua pada Triwulan IV 2022 tercatat sebesar Rp 6,76 triliun atau mengalami kontraksi hingga -12,59 persen (yoy).

Dari sisi, Inflow ( aliran masuk ) uang tunai pada periode tersebut juga tercatat sebesar Rp 937 miliar atau terkontraksi hingga -28,17 persen (yoy). 

“ Untuk keseluruhan tahun 2022, outflow uang tunai tercatat sebesar Rp 11,62 triliun atau terkontraksi sebesar -17,78 persen (yoy) dan inflow uang tunai juga tercatat terkontraksi hingga -8,49 persen  (yoy), menjadi sebesar Rp 9,55 triliun, ” ujarnya saat bincang bincang  dengan Media di Jayapura, Rabu ( 4/1/2023 ).

Juli menerangkan, menurunnya penggunaan uang tunai tersebut di Provinsi Papua salah satunya disebabkan oleh semakin meningkatnya akseptasi masyarakat terhadap digitalisasi pembayaran.

Hal tersebut tercermin dari meningkatnya penggunaan ATM/Debit sepanjang tahun 2022 hingga Triwulan III 2022 yang tercatat sebesar Rp 76,50 triliun atau tumbuh sebesar 101 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. 

Selain itu, penggunaan kartu kredit sepanjang tahun hingga Triwulan III 2022 juga tercatat sebesar Rp 294,54 miliar atau tumbuh sebesar 58,62 persen (yoy). Tren pembelian melalui e-commerce pun juga tumbuh cukup tinggi, dengan nilai sebesar Rp 583,20 miliar hingga Triwulan III 2022, atau tumbuh sebesar 41 persen. 

Lebih lanjut dikatakan Juli, QRIS ( Quick Responden Code Indonesia Standard ) yang semakin menjadi opsi utama pembayaran ritel masyarakat di Provinsi Papua juga mencatatkan pertumbuhan.

“Per bulan Oktober 2022, nominal transaksi QRIS sudah mencapai Rp 21,52 miliar atau tumbuh nyaris 20 kali lipat jika dibandingkan dengan Desember 2021,” ujarnya. 

Menurut Juli, tumbuhnya transaksi QRIS tersebut juga didorong oleh peningkatan jumlah pengguna QRIS yang sudah mencapai 76.405 pengguna pada bulan Oktober 2022, atau tumbuh hampir lima kali lipat dibandingkan dengan Desember 2021.

“Sementara itu, jumlah merchant QRIS juga tumbuh hingga 25 persen menjadi 128.344 merchant yang beroperasi di Provinsi Papua, “ pungkas Juli. ( sim )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *