JAYAPURA ( bisnispapua.com )- Di tengah berbagai tantangan sepanjang 2025, PT Air Minum Jayapura ( PTAMJ ) Robongholo Nanwani ( perseroda ) berhasil merealisasikan pemasangan 1.430 sambungan rumah (SR), melampaui target revisi 1.400 SR. Target awal sebanyak 2.000 SR sebelumnya disesuaikan dengan kemampuan anggaran.
Muara Tami menjadi wilayah dengan capaian tertinggi, yakni 1.039 SR. Sementara cabang lainnya masih mencatat pemasangan di bawah 200 SR, masing-masing Jayapura Selatan 179 SR, Jayapura Utara 69 SR, Abepura 98 SR, Waena 21 SR, dan Sentani 24 SR.
“Capaian ini menunjukkan potensi pengembangan pelanggan yang masih sangat besar di Muara Tami” ujarnya Direktur Utama PTAMJ Entis Sutisna pada Selasa ( 6/1/2026).
Ia menyebutkan, untuk menjamin keberlanjutan layanan, perusahaan menyiapkan pengembangan sumber air baru sebagai program strategis tahun 2026. Dua sumber utama yang direncanakan adalah Danau Sentani dan Siborgonyi.
Pada 2025, desain teknis Danau Sentani telah dirampungkan dengan dukungan pemerintah daerah. Tahap selanjutnya adalah pembangunan instalasi pengolahan air (water treatment plant), mengingat air danau harus diolah sesuai standar kesehatan.
“Danau Sentani diharapkan menjadi sumber alternatif bagi wilayah Jayapura Utara, Jayapura Selatan, Abepura, dan Waena” ungkapnya Entis.
Sementara itu, lanjutnya, pengembangan sumber air Siborgonyi ditargetkan mulai direalisasikan pada 2026 atau 2027. Infrastruktur awal berupa reservoir berkapasitas 600 meter kubik telah tersedia dan diharapkan dapat meningkatkan suplai air, khususnya ke Jayapura Utara.
Selain itu, merencanakan sumber air baru di wilayah Koya Baru.Dalam rencana kerja 2026, perusahaan menargetkan pengembangan dua sumber air baru penambahan 1.400 sambungan rumah, terdiri dari 1.000 SR di Muara Tami dan 400 SR di lima wilayah lainnya.
” Kami berharap dukungan pemerintah kota, kabupaten, provinsi, hingga pemerintah pusat dapat mempercepat realisasi program tersebut.Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, sinergi semua pihak sangat dibutuhkan agar program ini berjalan sesuai rencana,” pungkas Entis. ( Muhammad Kasim )



















